Jambi – Rumah BUMN Jambi menjadi ruang pertemuan dan diskusi bagi sejumlah pemangku kepentingan pada Senin, 6 Juli 2026. Pertemuan ini mempertemukan Kanwil KUMHAM Jambi, Disperindag Kota Jambi, Ketua Asosiasi Batik, Ketua ASMAMI, dan Ketua Kampung Batik.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antarpihak. Diskusi juga membuka peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung UMK di Jambi.

Membahas Potensi Pengembangan UMK
Dalam pertemuan tersebut, para pihak bertukar pandangan mengenai berbagai potensi kerja sama. Pembahasan mencakup pengembangan produk batik, perlindungan kekayaan intelektual, strategi pemasaran, hingga peluang perluasan akses pasar.
Berbagai topik tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan UMK. Penguatan produk perlu berjalan bersama dengan perlindungan usaha dan strategi pemasaran yang tepat.
Rumah BUMN Jambi turut membuka ruang diskusi agar setiap pihak dapat menyampaikan potensi, kebutuhan, dan peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama.
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor
Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor batik. Diskusi juga menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi lintas instansi, asosiasi, komunitas, dan pelaku usaha.
Kolaborasi lintas sektor dapat membuka lebih banyak ruang bagi UMK untuk mendapatkan akses pengetahuan, pendampingan, jejaring, dan pasar. Sinergi tersebut juga dapat mendukung penguatan ekosistem UMK di Jambi.
Rumah BUMN Jambi Buka Ruang untuk Kolaborasi
Melalui komunikasi dan koordinasi yang terjalin, berbagai peluang kerja sama diharapkan dapat dikembangkan menjadi program nyata. Bentuknya dapat berupa pendampingan, kegiatan bersama, maupun program penguatan kapasitas UMK.
Rumah BUMN Jambi berkomitmen untuk terus menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak. Kehadiran ruang kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan mendukung pertumbuhan UMK di Jambi.
Dengan komunikasi yang berkelanjutan, berbagai potensi yang dimiliki instansi, asosiasi, komunitas, dan pelaku usaha dapat diarahkan menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi UMK.















