jarakmedia.com – Menanggapi memburuknya kualitas udara yang diselimuti kabut asap pekat di wilayah perkotaan, DPD Partai NasDem Kota Jambi menggelar aksi simpatik pembagian masker gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat luas. Pembagian dilakukan di dua titik strategis dengan mobilitas kendaraan tinggi, yakni Simpang Lampu Merah BW Luxury dan Simpang Lampu Merah Simpang Mayang. Seluruh pergerakan kegiatan sosial ini dipusatkan langsung dari Sekretariat DPD Partai NasDem Kota Jambi di Jalan Soekarno Hatta, Lorong Wahyu, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membantu menekan dampak kabut asap dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang kian mengancam masyarakat. Ketua DPD Partai NasDem Kota Jambi, H. Mukhlis, S.Sos.I., menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah tanggap darurat untuk memitigasi dampak buruk polusi udara di tingkat tapak. “Melihat paparan kabut asap yang kian menebal, kami menyalurkan sebanyak 5.000 masker medis secara gratis kepada para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan pedagang yang beraktivitas di ruang terbuka. Ini adalah bentuk komitmen kemanusiaan NasDem untuk memastikan warga tetap terlindungi dari bahaya ISPA,” tegas Mukhlis di sela-sela kegiatan. Aksi lapangan ini melibatkan langsung seluruh pengurus DPD, anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Jambi, serta pengurus DPC se-Kota Jambi.

Inisiatif pembagian masker ini menjadi kian krusial jika merujuk pada data kondisi lingkungan terkini. Berdasarkan laporan pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BMKG, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi saat ini berada pada kategori “SANGAT TIDAK SEHAT” akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5. Memburuknya kualitas udara ini berbanding lurus dengan lonjakan masalah kesehatan warga. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi mencatat kenaikan signifikan kasus ISPA dalam beberapa pekan terakhir, di mana ribuan warga terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, mulai memadati puskesmas serta fasilitas kesehatan daerah untuk mendapatkan perawatan pernapasan.
Aksi sosial yang digelar di persimpangan jalan tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang melintas. Andri (42), seorang pengendara sepeda motor yang melintas di persimpangan Simpang Mayang, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian masker ini. “Sejak pagi mata sudah perih dan dada terasa sesak kalau berkendara tanpa masker tebal. Pembagian masker gratis ini cukup membantu warga yang harus tetap bekerja di jalanan meskipun kondisi udara sedang buruk,” ungkap Andri usai menerima paket masker dari petugas lapangan.
Pembagian masker oleh partai politik ini bukan satu-satunya upaya yang sedang berjalan dalam mengantisipasi dampak krisis lingkungan di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi sendiri telah memberlakukan kebijakan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi siswa sekolah guna mengurangi paparan kabut asap pada anak-anak. Selain itu, Pemkot Jambi melalui Dinas Kesehatan dan BPBD juga mengintensifkan pengerahan tim medis darurat, penyemprotan jalan, serta pendistribusikan logistik kesehatan ke daerah-daerah rawan. Kolaborasi antara aksi swadaya masyarakat, partai politik, dan kebijakan taktis pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap.















