Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Swasembada Pangan Nasional: Mentan Andi Amran Fokuskan Tanam Padi, Gandum, dan Hilirisasi Kelapa di Jambi

badge-check


					Swasembada Pangan Nasional: Mentan Andi Amran Fokuskan Tanam Padi, Gandum, dan Hilirisasi Kelapa di Jambi Perbesar

Kerinci, Jambi — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi pada Rabu hingga Kamis, 23–24 Juli 2025, sebagai bagian dari agenda nasional percepatan ketahanan pangan. Kunjungan yang dipusatkan di Kabupaten Kerinci ini menjadi momentum penting dalam pelaksanaan berbagai program strategis, mulai dari percepatan tanam padi, uji coba budidaya gandum, hingga dorongan hilirisasi kelapa untuk ekspor.

Dengan didampingi oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Mentan disambut meriah oleh masyarakat, pejabat daerah, serta berbagai elemen pertanian. Turut hadir dalam kegiatan ini para bupati se-Provinsi Jambi, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Dandim 0417/Kerinci, perwakilan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Percepatan Tanam Padi: Swasembada Dimulai dari Desa
Kegiatan pertama Mentan berlangsung di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci. Di lokasi ini, Mentan secara simbolis memulai Gerakan Percepatan Tanam Padi sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan global.

Mentan menyampaikan bahwa percepatan tanam adalah kunci untuk menjamin pasokan beras nasional. Kabupaten Kerinci sendiri tercatat sebagai daerah surplus, dengan produksi 30.887 ton beras pada tahun 2024 dari luas panen ±16.332 hektare. Dengan produktivitas rata-rata 5,3 ton/ha, Kerinci dinilai sebagai salah satu wilayah potensial untuk mendukung program swasembada.

“Negara kita tidak boleh lemah dalam urusan pangan. Kita butuh gerakan besar dari desa, dari sawah, dari petani. Mulai dari sini, kita bangun ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa benih unggul, alat mesin pertanian (alsintan), serta fasilitasi irigasi untuk mempercepat proses tanam dan panen.

Gandum: Komoditas Baru untuk Masa Depan
Salah satu misi utama Mentan dalam kunjungannya adalah meluncurkan proyek percontohan budidaya gandum nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menanam gandum secara masif — dan Jambi dipilih sebagai lokasi awal.

Sebanyak 200 hektare lahan di Kabupaten Kerinci disiapkan untuk tahap awal uji coba. Gandum menjadi komoditas alternatif yang strategis karena saat ini hampir seluruh kebutuhan dalam negeri masih diimpor. Dengan ketinggian geografis dan iklim yang mendukung, Kerinci dinilai cocok sebagai lokasi budidaya.

“Kalau kita berhasil tanam gandum, maka ini tonggak sejarah baru. Tidak perlu lagi terlalu bergantung pada impor. Kita mulai dari Jambi, dari Kerinci,” tegas Mentan.

Pengembangan proyek gandum ini juga melibatkan kerja sama dengan TNI, perguruan tinggi, dan mitra internasional dari Yordania dan Brasil untuk pengadaan benih serta studi agroklimat. Target produksi perdana sebesar 20 ton dijadwalkan pada akhir tahun.

Hilirisasi Kelapa: Dari Desa ke Pasar Dunia
Pada malam harinya, Mentan melakukan dialog bersama petani dan pelaku usaha kelapa. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya mendorong hilirisasi komoditas kelapa untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor.

Provinsi Jambi memiliki lahan kelapa seluas 119.000 hektare dengan produksi tahunan mencapai 110.000 ton, khususnya di wilayah Tanjung Jabung Timur dan Barat. Namun, sebagian besar produk masih dijual dalam bentuk mentah, tanpa pengolahan lanjutan.

“Kalau kelapa dijual bulat, harganya murah. Tapi kalau kita olah jadi VCO, arang aktif, atau sabut kelapa, nilainya bisa naik 100 kali lipat. Ini potensi ekspor yang belum dimaksimalkan,” terang Mentan.

Kementan berkomitmen untuk mendukung penguatan industri hilir, pelatihan teknologi pengolahan, hingga akses pasar ekspor ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Validasi Data dan Sinergi Lintas Sektor
Tak hanya aksi lapangan, Mentan juga menekankan pentingnya data yang akurat. Melalui pertemuan yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Mentan, Prof. Hasil Sembiring, di BRMP Jambi, dilakukan koordinasi untuk sinkronisasi data Luas Tambah Tanam (LTT) dan program lainnya. Hal ini penting agar bantuan dan kebijakan dapat tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.

Menuju Ketahanan Pangan yang Tangguh
Kunjungan kerja ini mendapat respons positif dari para kepala daerah dan masyarakat. Gubernur Jambi menyampaikan apresiasinya atas perhatian Kementan terhadap potensi pertanian di Jambi.

“Jambi punya potensi luar biasa. Dengan dukungan dari pusat, kita optimis bisa jadi provinsi penghasil pangan utama di Sumatera,” ungkap Gubernur Al Haris.

Dengan semangat kolaborasi dan strategi berbasis lapangan, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa program-program ini bukan hanya simbolis, melainkan menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat dalam pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA