JAMBI – Malaysia masih menjadi salah satu pasar ekspor paling potensial bagi produk UMKM Indonesia. Nilai impor makanan dan minuman negara tersebut mencapai sekitar USD 10 miliar setiap tahun. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal yang ingin memperluas pasar ke tingkat internasional.
Melihat peluang tersebut, Rumah BUMN Jambi bersama Blantika Academy menggelar webinar “UMKM Go Global: Strategi Menembus Pasar Ekspor Asia Tenggara Seri 1 – Malaysia”. Lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti kegiatan ini secara daring melalui Zoom Meeting.
Webinar ini memberikan wawasan praktis mengenai strategi ekspor ke Malaysia. Peserta juga mempelajari peluang pasar, tren konsumen, serta langkah-langkah yang perlu disiapkan sebelum memulai ekspor.

Malaysia Jadi Target Ekspor yang Menjanjikan
Narasumber menjelaskan bahwa Malaysia merupakan salah satu negara tujuan ekspor yang paling realistis bagi UMKM Indonesia. Letaknya dekat dengan Indonesia. Selain itu, masyarakat Malaysia memiliki budaya dan bahasa yang relatif mirip.
Malaysia juga memiliki populasi lebih dari 36 juta jiwa. Jumlah tersebut menciptakan permintaan yang besar terhadap berbagai produk makanan dan minuman.
Saat ini, Indonesia baru menyuplai sekitar USD 561 juta dari total impor makanan dan minuman Malaysia. Angka tersebut setara dengan sekitar 4 hingga 5 persen dari total kebutuhan impor negara tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa peluang ekspor produk Indonesia ke Malaysia masih sangat terbuka. Banyak ruang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Tren Hidup Sehat Buka Peluang Produk Unggulan Jambi
Selain membahas peluang pasar, narasumber juga mengupas perubahan perilaku konsumen Malaysia. Saat ini, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan kualitas produk yang mereka konsumsi.
Konsumen mulai mencari produk rendah gula, rendah lemak, minim MSG, dan berbahan alami. Tren ini menciptakan peluang baru bagi berbagai produk unggulan asal Jambi.
Beberapa produk yang memiliki potensi besar antara lain kopi specialty Jambi, madu murni, kayu manis Kerinci, teh herbal, dan camilan sehat berbasis rempah-rempah. Produk-produk tersebut memiliki nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Jika pelaku usaha mampu menghadirkan kualitas yang konsisten dan kemasan yang menarik, peluang untuk menembus pasar Malaysia akan semakin besar.
UMKM Perlu Memahami Kebutuhan Pasar
Dalam sesi diskusi, narasumber menekankan pentingnya memahami market fit atau kecocokan produk dengan kebutuhan pasar.
Banyak pelaku usaha menganggap produk yang laris di Indonesia pasti laku di Malaysia. Padahal, konsumen di setiap negara memiliki preferensi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari rasa, desain kemasan, hingga standar kualitas produk.
Karena itu, pelaku UMKM perlu melakukan validasi pasar sebelum memulai ekspor. Langkah ini membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen dan mengurangi risiko kegagalan.
Narasumber juga menyarankan UMKM untuk tidak langsung masuk ke retail modern. Sebagai langkah awal, pelaku usaha dapat memanfaatkan distributor lokal, agen diaspora Indonesia, komunitas bisnis, atau marketplace yang sudah memiliki basis pelanggan di Malaysia.
Rumah BUMN Jambi Siapkan Pendampingan Ekspor
Tingginya antusiasme peserta mendorong Rumah BUMN Jambi untuk menyiapkan program pendampingan ekspor yang lebih terstruktur.
Program tersebut akan dimulai dengan Export Readiness Assessment. Tahap ini bertujuan untuk mengukur kesiapan UMKM dari sisi legalitas, kapasitas produksi, dan kemampuan bisnis.
Setelah itu, peserta akan mengikuti proses Product Matching dan Market Validation. Rumah BUMN Jambi juga akan memfasilitasi Business Matching dengan calon importir dan mitra usaha di Malaysia.
Melalui program ini, Rumah BUMN Jambi ingin membantu UMKM Jambi memasuki pasar internasional secara lebih terarah. Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan ekspor bagi pelaku usaha lokal.
Rumah BUMN Jambi berharap semakin banyak UMKM mampu memanfaatkan peluang ekspor ke Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya. Dengan strategi yang tepat, produk unggulan Jambi berpeluang bersaing di pasar global dan membawa UMKM naik kelas.








