JAMBI – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jambi masa khidmat 2024-2028 resmi dilantik pada Sabtu, 17 Mei 2025, di EV Garden, Kota Jambi. Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika.

Hadir pula Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi HM Iskandar Nasution, Anggota DPRD Provinsi Jambi Juwanda, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi Muzakir, dan Ketua KPU Provinsi Jambi Iron Sahroni, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua GP Ansor Provinsi Jambi terpilih, Habibi, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus daerah yang telah hadir sejak sehari sebelum pelantikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan para tokoh yang selama ini mendukung pergerakan GP Ansor di Jambi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua kader yang telah hadir sejak kemarin. Sehingga pada hari ini kita bisa bersama menyambut Ketua Umum sahabat Addin Jauharudin,” ujar Habibi dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk bersatu dan menjalankan program-program yang telah digariskan oleh pimpinan pusat. “Mari kita bersatu dan menjalankan semua apa yang menjadi titah program Ketua Umum,” tambahnya.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, dalam sambutannya memberikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Ia menaruh harapan besar agar kepengurusan GP Ansor di Jambi mampu hadir di tengah masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan sosial.
“Saya ucapkan selamat, terkhusus untuk sahabat Habibi beserta pengurus. Saya berharap pengurus bisa totalitas dalam mengemban amanah, sehingga akan muncul kekuatan, kreativitas, dan inovasi dalam berorganisasi,” ungkap Addin.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi GP Ansor Provinsi Jambi dalam mengembangkan program-program kepemudaan, sosial, dan keagamaan untuk lima tahun ke depan.








