Palembang (jarakmedia.com) – Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 230 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Fakultas Psikologi, melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Rumah Sakit Pusri dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Program KKN Rekognisi ini dirancang secara komprehensif dengan mengintegrasikan keilmuan psikologi dan kebutuhan sosial masyarakat. Selain fokus pada edukasi kesehatan mental dan pendampingan psikologis dasar, mahasiswa juga berperan aktif dalam mendukung digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi psikoedukasi kepada masyarakat dan pasien, pendampingan pelayanan yang lebih humanis, serta pelatihan sederhana bagi pelaku UMKM terkait pemanfaatan media digital. Digitalisasi yang dilakukan mencakup pembuatan akun media sosial, pengenalan pemasaran digital, hingga pendampingan dalam penyusunan konten promosi agar UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Program ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam setiap kegiatan, baik pada sesi edukasi kesehatan mental maupun saat pendampingan UMKM. Masyarakat menilai program KKN Rekognisi Kelompok 230 tidak hanya membantu secara jangka pendek, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan yang berkelanjutan.
Pihak Rumah Sakit Pusri turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan rumah sakit, khususnya dalam menciptakan suasana pelayanan yang lebih ramah, edukatif, dan inklusif bagi masyarakat.
Perwakilan Kelompok 230 menyampaikan bahwa KKN Rekognisi ini menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang. “Kami tidak hanya menerapkan ilmu psikologi, tetapi juga belajar berkolaborasi dengan masyarakat dan pelaku UMKM untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berdampak,” ujarnya.
Melalui KKN Rekognisi di Rumah Sakit Pusri, Kelompok 230 membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dan inovatif. Sinergi antara perguruan tinggi, institusi kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang holistik serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital.








