Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Di Tengah Perubahan Zaman, Ratusan Pelajar Jambi Masih Berebut Menjadi Pengibar Sang Saka

badge-check


					Di Tengah Perubahan Zaman, Ratusan Pelajar Jambi Masih Berebut Menjadi Pengibar Sang Saka Perbesar

Di saat generasi muda sering digambarkan semakin jauh dari simbol-simbol kebangsaan akibat derasnya arus digitalisasi, ratusan pelajar di Kota Jambi justru menunjukkan antusiasme berbeda. Sebanyak 361 siswa dari berbagai sekolah menengah atas dan sederajat mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Jambi—sebuah proses yang tidak hanya menuntut ketahanan fisik, tetapi juga disiplin, kepemimpinan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Seleksi tersebut digelar Pemerintah Kota Jambi sebagai bagian dari persiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Para peserta berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kota Jambi yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi administrasi di tingkat sekolah.

Di Indonesia, Paskibraka memiliki posisi simbolik yang unik. Ia bukan sekadar tim pengibar bendera dalam upacara kenegaraan, melainkan representasi disiplin, nasionalisme, dan pembinaan karakter generasi muda. Karena itu, tingginya minat pelajar mengikuti seleksi di Kota Jambi memperlihatkan bahwa ruang-ruang pembentukan identitas kebangsaan masih memiliki daya tarik di tengah perubahan sosial yang cepat.

Seleksi Ketat dan Berlapis

Proses seleksi calon Paskibraka tingkat Kota Jambi dilakukan melalui berbagai tahapan yang menguji kemampuan fisik, mental, serta wawasan kebangsaan peserta. Pemerintah Kota Jambi menyebut para peserta akan mengikuti tes kesehatan, parade, baris-berbaris, hingga penilaian kepribadian dan kedisiplinan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara objektif dan transparan guna menghasilkan anggota Paskibraka yang benar-benar siap menjalankan tugas negara.

“Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris, tetapi juga karakter, disiplin, dan jiwa nasionalisme,” ujar perwakilan panitia dalam keterangan resminya.

Bagi banyak peserta, lolos menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan tersendiri. Selain dianggap prestisius, pengalaman tersebut sering kali dipandang sebagai ruang pembentukan mental dan kepemimpinan yang membekas hingga dewasa.

Paskibraka dan Pendidikan Karakter

Tingginya minat pelajar mengikuti seleksi Paskibraka di Kota Jambi muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu pendidikan karakter di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat maupun daerah berupaya memperkuat pendidikan nonakademik sebagai respons terhadap perubahan perilaku sosial generasi muda.

Era digital menghadirkan tantangan baru bagi pembinaan karakter remaja. Media sosial, budaya instan, dan arus informasi tanpa batas dinilai memengaruhi pola interaksi sosial serta kedisiplinan generasi muda.

Dalam konteks itu, kegiatan seperti Paskibraka dipandang tetap relevan karena menawarkan pengalaman kolektif yang menekankan kerja sama, tanggung jawab, dan ketahanan mental.

Pemerintah Kota Jambi sendiri dalam beberapa waktu terakhir aktif mendorong program-program pembinaan generasi muda melalui berbagai jalur, mulai dari Gerakan Pramuka hingga kegiatan sosial berbasis lingkungan dan kepemimpinan.

Wali Kota Jambi, Maulana, sebelumnya juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang kuat.

Simbol Nasionalisme di Tengah Dunia Modern

Paskibraka memiliki akar sejarah yang panjang dalam tradisi kenegaraan Indonesia. Sejak pertama kali dibentuk, pasukan ini menjadi simbol penghormatan terhadap bendera Merah Putih dan nilai-nilai persatuan nasional.

Namun di era modern, makna Paskibraka perlahan berkembang. Ia tidak lagi hanya dilihat sebagai kelompok pengibar bendera, melainkan juga wadah pembinaan kepemimpinan generasi muda.

Banyak alumni Paskibraka kemudian melanjutkan kiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, organisasi sosial, hingga pemerintahan. Pengalaman selama masa pelatihan sering disebut membentuk kedisiplinan dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Di Kota Jambi, seleksi Paskibraka juga menjadi ruang pertemuan lintas sekolah dan latar belakang sosial. Para peserta datang dengan semangat yang sama: menjadi bagian dari upacara paling sakral dalam kalender kenegaraan Indonesia.

Dari Upacara ke Pembentukan Identitas

Bagi sebagian orang, seleksi Paskibraka mungkin hanya tampak sebagai agenda rutin menjelang peringatan kemerdekaan. Namun di balik proses itu terdapat dimensi sosial dan pendidikan yang lebih luas.

Pemerintah daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi dan individualistik.

Di lapangan seleksi Kota Jambi, para peserta tidak hanya sedang mempersiapkan diri untuk mengibarkan bendera. Mereka juga sedang belajar tentang disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap simbol negara.

Dan mungkin, di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat, itulah alasan mengapa Paskibraka masih memiliki tempat penting di hati banyak pelajar Indonesia.

Karena bagi sebagian dari mereka, mengenakan seragam Paskibraka bukan hanya soal kehormatan—tetapi juga tentang menjadi bagian dari narasi kebangsaan yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA