Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Buka Orientasi PPPK, Wawako Diza Tekankan Pentingnya Menjadi ASN BerAKHLAK

badge-check


					Buka Orientasi PPPK, Wawako Diza Tekankan Pentingnya Menjadi ASN BerAKHLAK Perbesar

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin profesional dan responsif, Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa kualitas aparatur sipil negara tidak hanya diukur dari kemampuan administratif, tetapi juga dari integritas moral dan etika pelayanan publik. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat membuka orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam agenda tersebut, Diza menekankan pentingnya membangun karakter ASN yang berorientasi pada nilai-nilai BerAKHLAK—sebuah prinsip kerja aparatur negara yang menekankan pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, loyalitas, adaptivitas, dan kolaborasi.

Pernyataan itu mencerminkan arah reformasi birokrasi modern yang kini tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi administrasi, tetapi juga pada kualitas etika dan budaya kerja aparatur pemerintah.

Di Indonesia, reformasi birokrasi dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi agenda besar negara. Pemerintah pusat maupun daerah didorong membangun sistem pelayanan publik yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Namun di tengah modernisasi birokrasi, muncul kesadaran bahwa transformasi institusi tidak cukup hanya melalui teknologi dan regulasi. Karakter aparatur tetap menjadi faktor utama yang menentukan kualitas pelayanan publik.

Orientasi PPPK dan Penanaman Nilai ASN BerAKHLAK

Dalam pembukaan orientasi PPPK tersebut, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengingatkan para pegawai baru bahwa status sebagai ASN membawa tanggung jawab besar terhadap masyarakat.

“ASN harus mampu menjadi aparatur yang BerAKHLAK dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian disampaikan Diza dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin membangun budaya birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada prosedur kerja, tetapi juga pada nilai pengabdian dan profesionalisme.

Program orientasi PPPK sendiri menjadi tahap penting dalam pembentukan identitas aparatur baru. Selain memahami sistem pemerintahan dan tugas birokrasi, para peserta juga diarahkan memahami nilai dasar ASN sebagai pelayan publik.

Dalam konteks pemerintahan modern, orientasi seperti ini dipandang penting untuk memastikan bahwa aparatur baru memiliki kesamaan visi dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

Tantangan Baru dalam Pelayanan Publik

Pesan mengenai pentingnya ASN BerAKHLAK muncul di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Warga kini menuntut birokrasi yang cepat, transparan, responsif, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan.

Perkembangan teknologi digital juga membuat masyarakat semakin mudah mengawasi dan menilai kualitas pelayanan publik.

Dalam situasi seperti itu, aparatur pemerintah tidak lagi hanya bekerja sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai representasi langsung wajah pemerintah di mata masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi tampaknya ingin memastikan bahwa PPPK yang baru bergabung memahami perubahan tersebut sejak awal masa pengabdian mereka.

Selain kompetensi teknis, kemampuan membangun komunikasi yang baik, integritas, dan etika pelayanan menjadi aspek yang semakin penting dalam birokrasi modern.

Reformasi Birokrasi dan Budaya Kerja Aparatur

Di Indonesia, konsep ASN BerAKHLAK diperkenalkan sebagai upaya membangun budaya kerja yang lebih profesional dan berorientasi pelayanan. Nilai tersebut mencakup prinsip-prinsip dasar yang diharapkan menjadi pedoman perilaku seluruh aparatur negara.

Pendekatan ini muncul dari kesadaran bahwa reformasi birokrasi tidak cukup dilakukan melalui perubahan struktur organisasi atau sistem administrasi semata.

Tanpa perubahan budaya kerja dan mentalitas aparatur, pelayanan publik sulit mengalami perbaikan yang signifikan.

Karena itu, orientasi PPPK bukan sekadar agenda formal penerimaan pegawai baru, tetapi bagian dari proses membangun identitas birokrasi yang lebih modern dan adaptif.

“Pegawai pemerintah harus memiliki integritas, disiplin, dan semangat melayani masyarakat,” demikian disampaikan dalam agenda tersebut.

PPPK dan Masa Depan Aparatur Pemerintah

Kehadiran PPPK dalam sistem ASN Indonesia menjadi bagian dari transformasi manajemen sumber daya manusia pemerintahan. Pemerintah berupaya menciptakan birokrasi yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi melalui skema kepegawaian tersebut.

Namun di balik perubahan sistem, tantangan terbesar tetap terletak pada kualitas individu aparatur yang menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.

Karena itu, penekanan terhadap karakter dan nilai pelayanan menjadi penting agar reformasi birokrasi tidak berhenti pada perubahan administratif semata.

Pemerintah Kota Jambi tampaknya menyadari bahwa masa depan pelayanan publik sangat bergantung pada kualitas generasi ASN yang saat ini mulai memasuki birokrasi.

Membangun Birokrasi yang Dipercaya Publik

Pada akhirnya, kualitas sebuah pemerintahan sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparaturnya. Kepercayaan itu tidak hanya dibangun melalui program besar atau kebijakan publik, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari warga saat berinteraksi dengan pelayanan pemerintah.

Melalui orientasi PPPK dan penegasan mengenai pentingnya ASN BerAKHLAK, Pemerintah Kota Jambi tampak ingin membangun fondasi birokrasi yang lebih manusiawi, profesional, dan berintegritas.

Di tengah perubahan sosial dan tuntutan publik yang semakin tinggi, aparatur pemerintah kini dituntut tidak hanya bekerja secara efektif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang beretika, empatik, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA