Revitalisasi Pasar sebagai Langkah Strategis Penataan Kota
Pemerintah Kota Jambi bersiap melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Pasar Talang Banjar dan Pasar Talang Gulo sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang ekonomi yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, usai melakukan inspeksi mendadak menjelang Idulfitri 2026.
Langkah tersebut tidak sekadar menjadi respons terhadap kondisi pasar tradisional yang dinilai belum tertata optimal, tetapi juga mencerminkan visi jangka panjang pemerintah dalam membangun pusat ekonomi rakyat yang lebih modern dan berdaya saing.

“Secara umum Pasar Talang Banjar ini kondisinya memang belum tertata,” ujar Maulana, menegaskan urgensi penataan ulang kawasan tersebut.
Mengapa Revitalisasi Pasar Menjadi Penting
Pasar tradisional memiliki peran vital sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Namun, tantangan seperti tata ruang yang semrawut, fasilitas yang terbatas, dan kurangnya kenyamanan sering kali menghambat potensi pertumbuhan sektor ini.
Dalam konteks tersebut, revitalisasi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga transformasi fungsi pasar menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan produktif.
Pemerintah Kota Jambi menilai bahwa tanpa intervensi yang serius, pasar tradisional akan semakin tertinggal dibandingkan pusat perbelanjaan modern.
Dari Pasar Tradisional ke Pasar Modern yang Humanis
Revitalisasi yang direncanakan akan mengubah wajah Pasar Talang Banjar menjadi pasar yang lebih modern, tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya. Salah satu langkah utama adalah pengosongan sementara pasar guna mempercepat proses pembangunan.
Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan lokasi alternatif bagi para pedagang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama masa revitalisasi.
“Kita akan sewa tempat sementara… sambil menunggu pasar yang lama disiapkan menjadi pasar modern yang bersih dan nyaman,” jelas Maulana.
Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah kios untuk menciptakan penataan yang lebih rapi dan representatif bagi para pedagang.
Penataan Kawasan dan Dorongan Ekonomi Kreatif
Revitalisasi tidak hanya berfokus pada bangunan pasar, tetapi juga mencakup penataan kawasan di sekitarnya. Pemkot Jambi berencana membangun jalur pedestrian di sepanjang kawasan Pasar Talang Banjar untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah kawasan pasar menjadi ruang publik yang lebih hidup, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan potensi wisata lokal.
Pembangunan pedestrian ditujukan agar kawasan “lebih indah” dan berdampak pada ekonomi kreatif.
Tantangan: Menjaga Stabilitas Sosial Pedagang
Meski membawa banyak manfaat, proses revitalisasi bukan tanpa tantangan. Salah satu isu utama adalah potensi gejolak di kalangan pedagang yang terdampak relokasi sementara.
Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendekatan yang inklusif dan komunikasi yang efektif dengan para pedagang.
“Tahapannya tentunya tidak mudah… kita tidak ingin ada gejolak,” kata Maulana.
Pendekatan bertahap dan penyediaan fasilitas alternatif menjadi strategi utama untuk memastikan proses berjalan tanpa konflik sosial.
Talang Gulo: Bagian dari Strategi yang Lebih Luas
Selain Pasar Talang Banjar, Pasar Induk Talang Gulo juga masuk dalam rencana revitalisasi. Kawasan ini memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi bahan pangan di Kota Jambi, sehingga penataannya menjadi prioritas penting.
Pemerintah Kota Jambi telah mempresentasikan rencana tersebut kepada Kementerian Perdagangan dan saat ini menunggu persetujuan untuk realisasi program.
“Kami sudah mempresentasikannya… mudah-mudahan bisa di-ACC oleh pemerintah pusat,” ujar Maulana.
Menuju Ekosistem Pasar yang Lebih Berkelanjutan
Revitalisasi pasar tradisional di Jambi mencerminkan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kenyamanan, dan mendorong integrasi dengan sektor kreatif, pasar tidak lagi sekadar tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekonomi.
Pendekatan ini sejalan dengan tren pembangunan perkotaan modern yang menempatkan pasar sebagai pusat kehidupan komunitas.
Kesimpulan
Rencana revitalisasi Pasar Talang Banjar dan Talang Gulo menandai langkah penting Pemerintah Kota Jambi dalam menata ulang ruang ekonomi rakyat. Di balik pembangunan fisik, terdapat upaya besar untuk menciptakan pasar yang lebih manusiawi, inklusif, dan berdaya saing.
Jika berhasil, program ini tidak hanya akan mengubah wajah pasar tradisional, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal di tengah perubahan zaman.








