Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Menghadapi Ancaman Banjir, Wali Kota Maulana Turun Langsung ke Titik Rawan

badge-check


					Menghadapi Ancaman Banjir, Wali Kota Maulana Turun Langsung ke Titik Rawan Perbesar

Langkah Cepat Antisipasi Banjir di Tengah Curah Hujan Tinggi

Di tengah meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kota Jambi.

Peninjauan difokuskan di kawasan RT 21, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, sebagai salah satu wilayah yang kerap terdampak genangan akibat buruknya sistem drainase.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota dalam mengantisipasi potensi banjir sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat di lapangan.

Drainase Tersumbat Jadi Penyebab Utama

Dalam dialog dengan warga setempat, berbagai keluhan disampaikan terkait kondisi drainase yang rusak dan tersumbat. Permasalahan ini menjadi faktor utama yang menyebabkan air meluap saat hujan deras.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya sedimentasi yang menutup jalur aliran air.

“Ada sedimen yang menutupi drainase dan langsung kita kerjakan. Namun ada juga yang tertutup total dan butuh alat berat,” ujar Maulana.

Pemerintah pun bergerak cepat dengan melakukan pengerukan sebagai langkah awal penanganan.

Penanganan Kolaboratif dan Gotong Royong

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa penyelesaian masalah banjir tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Konsep gotong royong kembali ditekankan sebagai solusi jangka panjang, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan drainase tetap berfungsi optimal.

Pendekatan ini mencerminkan upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi risiko bencana perkotaan.

Persoalan Sampah Turut Jadi Perhatian

Selain sedimentasi, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dekat saluran air juga menjadi sorotan. Lokasi TPS yang tidak tertata dinilai memperparah kondisi drainase.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui program Kampung Bahagia.

Wali Kota bahkan mengusulkan sistem penjemputan sampah langsung dari rumah warga menggunakan kendaraan operasional agar TPS dapat ditutup secara permanen.

Dari Respons Cepat Menuju Solusi Berkelanjutan

Peninjauan ini tidak hanya bersifat reaktif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam penanggulangan banjir di Kota Jambi.

Pemerintah menargetkan perbaikan sistem drainase, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta peningkatan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam mengurangi risiko banjir di masa depan.

Kesimpulan

Kehadiran langsung Wali Kota Maulana di titik rawan banjir menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan berbasis lapangan.

Di tengah tantangan perubahan cuaca dan urbanisasi, langkah cepat yang diiringi kolaborasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA