Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Dorong Pengembangan Pariwisata Tanpa APBD, Wali Kota Jambi Sambangi Kementerian Keuangan RI

badge-check


					Dorong Pengembangan Pariwisata Tanpa APBD, Wali Kota Jambi Sambangi Kementerian Keuangan RI Perbesar

Mencari Sumber Pendanaan Alternatif untuk Masa Depan Pariwisata Kota

Di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Kota Jambi memilih mengambil langkah yang tidak lazim. Alih-alih mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai sumber utama pembangunan sektor pariwisata, Pemerintah Kota Jambi mulai menjajaki berbagai alternatif pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, melalui kunjungannya ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dalam agenda tersebut, Maulana membahas peluang pemanfaatan berbagai instrumen pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan destinasi wisata tanpa memberikan tekanan tambahan terhadap kapasitas fiskal daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Jambi untuk mempercepat pembangunan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan daya saing kota di tingkat regional maupun nasional.

Mengapa Pariwisata Menjadi Prioritas?

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah di Indonesia mulai menempatkan sektor pariwisata sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi. Selain mampu menciptakan lapangan kerja, pariwisata juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro dan kecil.

Bagi Kota Jambi, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Berbagai kawasan bersejarah, kekayaan budaya Melayu, serta posisi strategis kota sebagai gerbang aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi membuka peluang besar bagi pengembangan destinasi wisata yang berdaya saing.

Namun demikian, pembangunan sektor pariwisata membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Infrastruktur pendukung, penataan kawasan, promosi destinasi, hingga pengembangan fasilitas publik memerlukan sumber pendanaan yang memadai.

Dalam konteks itulah, Pemerintah Kota Jambi mulai mencari pendekatan baru yang tidak semata bergantung pada APBD.

Menjemput Dukungan dari Kementerian Keuangan

Membuka Peluang Pembiayaan Kreatif

Dalam pertemuan dengan jajaran Kementerian Keuangan, Maulana membahas berbagai peluang pembiayaan pembangunan yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah. Salah satu fokus utama adalah mencari skema yang memungkinkan pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa membebani anggaran daerah secara langsung.

Menurut Maulana, pemerintah daerah harus mulai beradaptasi dengan berbagai model pembiayaan modern yang telah diterapkan di banyak negara maupun daerah lain di Indonesia.

“Kita ingin membangun pariwisata yang maju, tetapi dengan cara yang cerdas. Tidak seluruh pembangunan harus mengandalkan APBD. Ada berbagai peluang pembiayaan yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan dalam tata kelola pembangunan daerah. Jika sebelumnya APBD menjadi instrumen utama, kini pemerintah mulai membuka ruang bagi kolaborasi investasi dan pembiayaan alternatif yang lebih fleksibel.

Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Efek Berganda yang Lebih Luas

Pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih jauh, sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketika destinasi wisata berkembang, permintaan terhadap produk lokal ikut meningkat. Pelaku usaha kuliner memperoleh pasar yang lebih luas, pengrajin mendapatkan peluang promosi produk, sementara sektor jasa seperti transportasi dan perhotelan ikut merasakan manfaatnya.

Karena itu, pengembangan pariwisata dipandang sebagai investasi ekonomi yang memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi melihat sektor ini sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.

Mengurangi Ketergantungan pada APBD

Paradigma Baru dalam Pembangunan Daerah

Kunjungan ke Kementerian Keuangan juga mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan pembangunan daerah. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan nasional yang mendorong pemanfaatan skema pembiayaan inovatif, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta model investasi yang melibatkan sektor swasta.

Melalui skema seperti itu, pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan kawasan strategis tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran yang terbatas.

Bagi Kota Jambi, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mewujudkan berbagai proyek pengembangan pariwisata yang selama ini terkendala keterbatasan fiskal.

Membangun Daya Saing Kota Melalui Pariwisata

Dari Kota Transit Menjadi Kota Tujuan

Salah satu tantangan yang dihadapi banyak daerah adalah bagaimana mengubah posisi dari sekadar kota transit menjadi kota tujuan wisata. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan strategi yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan identitas daerah, serta peningkatan kualitas pengalaman wisatawan.

Pemerintah Kota Jambi tampaknya mulai mengarahkan kebijakan ke tujuan tersebut. Dengan memanfaatkan berbagai peluang pembiayaan di luar APBD, pemerintah berharap dapat mempercepat pengembangan kawasan wisata, mempercantik ruang publik, dan memperkuat daya tarik kota.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Kota Jambi di tengah kompetisi antar daerah yang semakin ketat dalam menarik investasi dan kunjungan wisatawan.

Pariwisata dan Masa Depan Ekonomi Kota Jambi

Kunjungan Wali Kota Maulana ke Kementerian Keuangan RI menunjukkan bahwa pembangunan daerah kini membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dibandingkan sebelumnya. Dalam situasi fiskal yang penuh tantangan, kemampuan mencari sumber pembiayaan alternatif menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan.

Bagi Kota Jambi, pengembangan pariwisata bukan hanya tentang membangun destinasi atau mempercantik kawasan kota. Lebih dari itu, sektor ini dipandang sebagai instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjajaki berbagai skema pembiayaan di luar APBD, Pemerintah Kota Jambi berusaha membangun fondasi baru bagi sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan. Jika langkah tersebut berhasil diwujudkan, Kota Jambi tidak hanya akan memperoleh destinasi wisata yang lebih menarik, tetapi juga peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Tingkatkan Kepercayaan Pembeli, Rumah BUMN Jambi Gandeng Bigshop Indonesia Latih UMKM Buat Company Profile

30 Juli 2026 - 03:55 WIB

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

#JambiBergerak BERITA