Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Buka National Leadership Training AMSA Indonesia 2026, Wali Kota Jambi Tekankan Pentingnya Jiwa Leadership bagi Mahasiswa Kedokteran

badge-check


					Buka National Leadership Training AMSA Indonesia 2026, Wali Kota Jambi Tekankan Pentingnya Jiwa Leadership bagi Mahasiswa Kedokteran Perbesar

Kepemimpinan Dinilai Menjadi Kunci dalam Menjawab Tantangan Dunia Kesehatan Modern

JAMBI — Di tengah perubahan lanskap pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, kemampuan akademik saja dinilai tidak lagi cukup untuk mencetak tenaga medis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan, integritas, dan kemampuan berkolaborasi kini menjadi kompetensi yang sama pentingnya dengan keahlian klinis. Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Jambi, Maulana, saat membuka kegiatan National Leadership Training (NLT) Asian Medical Students’ Association (AMSA) Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa kedokteran dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengusung tema NEURAL (Neurological Education and Research for Accessible Language). Selain menjadi forum pengembangan kapasitas kepemimpinan, agenda nasional itu juga menjadi ruang kolaborasi bagi calon tenaga kesehatan untuk memperluas jejaring dan bertukar gagasan mengenai masa depan pelayanan kesehatan Indonesia.

Mengapa Kepemimpinan Menjadi Penting bagi Dunia Kedokteran?

Perkembangan teknologi medis, meningkatnya kompleksitas penyakit, serta perubahan kebutuhan masyarakat menuntut profesi dokter untuk memiliki kemampuan yang melampaui ruang praktik dan laboratorium. Seorang dokter kini dituntut mampu menjadi komunikator, penggerak perubahan, sekaligus pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kesehatan publik.

Dalam sambutannya, Maulana yang juga memiliki latar belakang sebagai praktisi kesehatan menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan modal dasar yang harus dimiliki setiap individu, terutama mereka yang kelak akan berkiprah di sektor kesehatan.

“Leadership adalah modal utama, karena memang sebagai manusia sudah fitrahnya kita sebagai pemimpin yang harus dioptimalkan, setidaknya bagi diri sendiri,” ujar Maulana.

Ia menambahkan bahwa profesi dokter memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan pelayanan medis.

“Terutama bagi seorang dokter harus memiliki jiwa leadership,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan paradigma dalam pendidikan kedokteran modern yang semakin menempatkan aspek kepemimpinan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter tenaga kesehatan masa depan.

AMSA Indonesia dan Upaya Mencetak Pemimpin di Bidang Kesehatan

National Leadership Training AMSA Indonesia bukan sekadar kegiatan pelatihan organisasi mahasiswa. Forum ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, membangun jejaring nasional, serta meningkatkan keterampilan kolaboratif yang sangat dibutuhkan dalam sistem kesehatan yang semakin multidisipliner.

Dalam konteks pembangunan kesehatan nasional, kegiatan semacam ini menjadi relevan karena Indonesia membutuhkan generasi dokter yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan strategis, memimpin tim medis, dan menjembatani komunikasi antara dunia kesehatan dengan masyarakat.

Maulana menilai kegiatan tersebut sebagai investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Menurutnya, para mahasiswa kedokteran yang hadir memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin-pemimpin kesehatan di masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, penguatan karakter, integritas, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan.

Jambi dan Jejak Panjang Tradisi Keilmuan

Dalam kesempatan itu, Maulana juga memperkenalkan warisan sejarah Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran penting di masa lampau. Ia menyebut kawasan Situs Candi Muaro Jambi sebagai bukti bahwa wilayah Jambi memiliki tradisi pendidikan yang telah berkembang sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, keberadaan kompleks percandian yang memiliki luas sekitar 3.900 hektare tersebut menunjukkan bahwa Jambi pernah menjadi destinasi pembelajaran bagi banyak kalangan pada masa lampau.

“Dulu dunia belajar ke kita dan ini adalah gambaran bahwa pendidikan terus berkembang, begitupun dunia kesehatan,” kata Maulana.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan selalu lahir dari keterbukaan terhadap gagasan baru, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi lintas wilayah dan generasi.

Membangun Sistem Kesehatan yang Lebih Baik Melalui Kolaborasi

Lebih jauh, Maulana berharap kegiatan AMSA Indonesia dapat menjadi wadah yang mempertemukan berbagai perspektif dari mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia. Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaboratif dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan inklusif.

Menurutnya, tantangan kesehatan masa depan tidak dapat diselesaikan oleh individu atau institusi secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antara tenaga medis, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

“Jadilah dokter dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin muda kesehatan yang visioner dan berdedikasi,” pesannya kepada para peserta.

Selain menyampaikan pesan kepemimpinan, Wali Kota Jambi juga mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat budaya dan keramahan masyarakat Jambi selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh para mahasiswa dapat mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat persatuan generasi muda Indonesia.

Menyiapkan Generasi Dokter yang Visioner

Di tengah tantangan global yang terus berkembang, mulai dari perubahan pola penyakit hingga transformasi teknologi kesehatan, kebutuhan akan pemimpin muda di sektor kesehatan semakin mendesak. Karena itu, forum seperti National Leadership Training AMSA Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk generasi dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin perubahan.

Melalui kegiatan yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai penjuru Indonesia ini, pesan yang ingin ditegaskan menjadi jelas: masa depan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kemajuan ilmu medis, melainkan juga oleh kualitas kepemimpinan para tenaga kesehatan yang akan berada di garis depan pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA