Rumah BUMN Jambi Dorong UMKM Kelola Limbah Organik Jadi Eco Enzyme
JAMBI – Limbah organik rumah tangga dan sisa produksi sering kali hanya berakhir sebagai sampah. Padahal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM dapat mengolah sisa dapur menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Untuk mendorong praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, Rumah BUMN Jambi menggelar pelatihan bertajuk “Sinergi Dapur & Usaha”. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Leni Haini sebagai narasumber utama.

Melalui pelatihan ini, Rumah BUMN Jambi mengajak Sobat UMKM Jambi memahami cara mengelola limbah organik dari rumah tangga maupun kegiatan produksi. Peserta juga belajar melihat sampah organik sebagai peluang baru dalam mendukung usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ubah Sisa Dapur Menjadi Produk Bermanfaat
Dalam sesi pelatihan, Ibu Leni Haini memperkenalkan praktik pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran.
Produk ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku UMKM dapat memanfaatkannya sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pestisida organik.
Ibu Leni juga mengajak peserta memahami bahwa limbah organik tidak selalu menjadi beban. Dengan proses yang tepat, limbah tersebut dapat membantu pelaku usaha menekan pengeluaran.
“Limbah organik rumah tangga dan sisa produksi bukanlah akhir, melainkan awal dari manfaat yang baru. Pengelolaan yang tepat tidak hanya menjaga bumi, tetapi juga menekan pengeluaran usaha,” ujar Ibu Leni Haini.
Peserta Praktik Langsung Membuat Eco Enzyme
Pelatihan ini tidak hanya membahas teori. Peserta juga mempraktikkan langsung tahapan pembuatan eco enzyme.
Ibu Leni menjelaskan bahan yang dapat peserta gunakan. Ia juga memandu langkah pengolahan, proses fermentasi, serta cara memanfaatkan hasil eco enzyme dalam kegiatan usaha.
Melalui praktik tersebut, peserta mendapat pemahaman yang lebih konkret. Mereka dapat melihat bahwa pengelolaan limbah organik bisa dimulai dari langkah sederhana.
Bagi pelaku UMKM, kebiasaan kecil ini dapat memberi dampak besar. Sisa produksi yang sebelumnya menjadi sampah dapat berubah menjadi bahan pendukung usaha.
Dukung Usaha Ramah Lingkungan
Pelatihan “Sinergi Dapur & Usaha” juga menekankan pentingnya konsep zero waste atau minim sampah. Konsep ini mendorong pelaku usaha untuk mengurangi limbah sejak proses produksi.
Bagi UMKM kuliner, limbah organik sering muncul dari sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, atau bahan dapur lain. Jika tidak terkelola dengan baik, limbah tersebut dapat menambah volume sampah dan mencemari lingkungan.
Melalui pengolahan eco enzyme, UMKM dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Mereka dapat mengurangi sampah organik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA.
Langkah ini juga membantu mengurangi potensi gas rumah kaca dari sampah organik. Dengan begitu, pelaku usaha ikut mendukung lingkungan yang lebih sehat.
Tekan Biaya Operasional UMKM
Selain berdampak pada lingkungan, pengolahan limbah organik juga memberi manfaat ekonomi. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan eco enzyme untuk kebutuhan operasional harian.
Eco enzyme dapat membantu mengurangi pembelian cairan pembersih berbahan kimia. Produk ini juga dapat mendukung kebutuhan pertanian kecil, tanaman hias, atau kebun produktif milik pelaku usaha.
Dengan cara ini, UMKM tidak hanya mengurangi sampah. Mereka juga dapat menekan biaya operasional secara bertahap.
Rumah BUMN Jambi menilai praktik sederhana seperti ini penting bagi keberlanjutan usaha. UMKM perlu membangun bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga lingkungan.
Rumah BUMN Jambi Perkuat Komitmen Pendampingan UMKM
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Jambi terus memperkuat peran sebagai ruang belajar bagi pelaku UMKM. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar lebih adaptif, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Rumah BUMN Jambi berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan pengelolaan limbah yang tepat, UMKM dapat menciptakan proses bisnis yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pelatihan ini juga membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi besar. Inovasi dapat lahir dari dapur, dari sisa produksi, dan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui semangat tersebut, Rumah BUMN Jambi mengajak Sobat UMKM Jambi terus menciptakan usaha yang berkelanjutan. Dengan langkah kecil yang berdampak besar, UMKM Jambi dapat terus berkembang dan makin #NaikKelas.








