Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Memasuki Babak Baru
JAMBI — Upaya mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat kembali mendapat penguatan di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan 18 unit bentor Operator Pengumpul dan Pengelola Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah. Kehadiran armada tersebut tidak hanya menjadi solusi teknis dalam pengangkutan sampah, tetapi juga menjadi simbol pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan lingkungan.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Maulana bersama Diza Hazra Aljosha melalui pemotongan pita dan pemasangan stiker OPBM pada gerobak motor yang akan mulai beroperasi melayani warga. Setelah peresmian, pemerintah dan masyarakat turut bergotong royong melakukan pengecoran jalan setapak serta pembangunan drainase sebagai bagian dari implementasi Program Kampung Bahagia.

Kampung Bahagia dan Pentingnya Partisipasi Warga
Peluncuran 18 bentor OPBM tidak dapat dipisahkan dari Program Kampung Bahagia yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi. Program tersebut dirancang untuk memperkuat pembangunan berbasis komunitas dengan mengedepankan musyawarah, gotong royong, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan maupun sosial.
Dalam konteks perkotaan yang terus berkembang, tantangan pengelolaan sampah menjadi salah satu isu yang paling mendesak. Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi sering kali diikuti peningkatan volume sampah yang memerlukan sistem pengelolaan lebih efektif. Karena itu, pendekatan berbasis masyarakat dinilai menjadi solusi yang mampu menjangkau hingga tingkat lingkungan terkecil.
Menurut data yang disampaikan Pemerintah Kota Jambi, Program Kampung Bahagia tahun 2026 menjangkau 1.583 RT di seluruh Kota Jambi dan dilaksanakan dalam dua tahap agar proses pengawasan dan implementasi berjalan optimal. Tahap pertama mencakup 796 RT hingga akhir Juni 2026, sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga akhir tahun.
Maulana: Manfaat Terbesar Adalah Kohesi Sosial
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana memberikan apresiasi atas tingginya semangat gotong royong masyarakat Lingkar Selatan dalam mendukung berbagai program pembangunan lingkungan.
“Manfaat terbesar program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi mempererat silaturahmi, kekompakan, dan kohesi sosial masyarakat,” ujar Maulana.
Menurutnya, Program Kampung Bahagia memiliki nilai strategis karena mampu menjaga budaya kebersamaan di tengah transformasi Kota Jambi menuju kota metropolitan. Ia menegaskan bahwa pembangunan perkotaan tidak boleh menghilangkan nilai kepedulian antarwarga yang selama ini menjadi karakter masyarakat Jambi.
Lebih lanjut, Maulana menyebut bahwa program tersebut bahkan memperoleh perhatian dan apresiasi di tingkat nasional karena dianggap berhasil mengintegrasikan pembangunan fisik dengan penguatan modal sosial masyarakat.
Bentor OPBM dan Target Menutup TPS Liar
Salah satu tujuan utama pengoperasian bentor OPBM adalah memperbaiki sistem pengelolaan sampah hingga ke tingkat lingkungan. Pemerintah Kota Jambi menargetkan keberadaan armada tersebut mampu mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan sekaligus menutup sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang selama ini mengganggu kebersihan kota.
“TPS-TPS liar di pinggir jalan wilayah Lingkar akan kita tutup, kita bersihkan, dan kita jadikan taman atau ruang yang lebih bermanfaat,” kata Maulana.
Selain pengoperasian bentor, pemerintah juga memasang dua unit CCTV di RT 18 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan permukiman.
Pemerintah juga mulai mendorong warga melakukan pemilahan sampah dari rumah, terutama sampah plastik, botol, dan kaleng yang memiliki nilai ekonomi. Sistem ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membantu pembiayaan operasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Warga Rasakan Manfaat Langsung
Respons positif datang dari masyarakat setempat. Ketua RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan, Khairul Rahman, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Jambi melalui Program Kampung Bahagia.
Menurutnya, selain memperoleh pembangunan jalan lingkungan sepanjang 37 meter yang turut didukung swadaya masyarakat senilai sekitar Rp34 juta, warga juga menerima fasilitas CCTV dan bentor OPBM yang akan membantu menjaga kebersihan lingkungan.
“Bentor inilah yang nantinya membersihkan kampung-kampung kami. Tempat-tempat pembuangan sampah liar akan ditutup,” ujar Khairul Rahman.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan warga bahwa sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi.
Menata Kota Melalui Kesadaran Kolektif
Peluncuran 18 bentor OPBM di Kelurahan Lingkar Selatan menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak selalu dimulai dari proyek besar dan infrastruktur megah. Dalam banyak kasus, perubahan justru lahir dari langkah-langkah sederhana yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui Program Kampung Bahagia, Pemerintah Kota Jambi berupaya menggabungkan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai sosial seperti gotong royong, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab bersama. Kehadiran bentor OPBM menjadi salah satu instrumen untuk mewujudkan visi tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari berkurangnya tumpukan sampah atau tertutupnya TPS liar. Lebih dari itu, keberhasilannya akan terlihat dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Di tengah perkembangan Kota Jambi yang terus bergerak menuju kota modern, nilai-nilai kebersamaan itulah yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan.








