Kota Jambi Perkuat Ekosistem Religius Melalui Program Berkilau Haji
JAMBI — Di tengah panjangnya daftar tunggu keberangkatan haji di Indonesia, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Program Jambi Berkilau Haji, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci secara lebih dini dan terukur. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI), yang secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Jambi, Maulana, dalam rangkaian kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri ribuan warga di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi.
Peluncuran program ditandai dengan pemukulan beduk serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Jambi dan BSI sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah serta perencanaan ibadah haji bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Lebih dari sekadar program tabungan, Berkilau Haji hadir sebagai bagian dari upaya membangun budaya perencanaan ibadah yang matang di tengah masyarakat. Pemerintah berharap inisiatif tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi warga untuk mewujudkan cita-cita menunaikan rukun Islam kelima.
Mengapa Program Berkilau Haji Menjadi Penting Saat Ini?
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, melainkan juga impian hidup yang membutuhkan persiapan panjang. Tingginya minat masyarakat untuk berhaji berbanding lurus dengan panjangnya masa tunggu keberangkatan yang kini mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah.
Kondisi tersebut menjadikan perencanaan keuangan sebagai faktor penting dalam mempersiapkan ibadah haji. Di sinilah Program Berkilau Haji mengambil peran strategis, yakni mengedukasi masyarakat agar mulai membangun kesiapan finansial sejak dini melalui instrumen tabungan syariah yang terencana.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi Bahagia yang menempatkan aspek religius atau “Agamis” sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Pemerintah Kota Jambi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga berupaya memperkuat kualitas spiritual masyarakat sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis.
Maulana: Niat Menjadi Awal Perjalanan Menuju Baitullah
Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa Program Berkilau Haji merupakan upaya bersama untuk menumbuhkan semangat berhaji di tengah masyarakat.
“Jambi Berkilau Haji ini adalah upaya kita bersama sebagaimana firman Allah SWT yang mewajibkan ibadah haji bagi yang mampu. Kemampuan itu meliputi fisik, finansial, dan berbagai aspek lainnya. Namun jika kita sudah berniat untuk berhaji, Insya Allah akan dimampukan oleh Allah SWT,” ujar Maulana.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki kemampuan finansial penuh untuk mulai mempersiapkan diri. Langkah pertama yang terpenting adalah membangun niat dan memulai kebiasaan menabung secara bertahap.
“Kita mulai dengan niat. Dengan menabung sedikit demi sedikit, Insya Allah akan sampai pada waktunya untuk berangkat ke Tanah Suci,” tambahnya.
Pesan tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih inklusif terhadap perencanaan haji, yakni membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
BSI: Kota Jambi Menjadi Daerah ke-39 dalam Program Nasional Indonesia Berhaji
Dukungan terhadap Program Berkilau Haji juga datang dari Bank Syariah Indonesia. Senior Executive Vice President Funding & Transaction BSI, Ida Triana Widowati, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Jambi yang bergabung dalam gerakan nasional Indonesia Berhaji. Kota Jambi tercatat sebagai pemerintah daerah ke-39 yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Data yang disampaikan BSI menunjukkan tingginya minat masyarakat Kota Jambi terhadap ibadah haji. Saat ini terdapat sekitar 19.949 calon jemaah haji yang telah terdaftar di Kota Jambi, dan sekitar 61 persen di antaranya melakukan pendaftaran melalui BSI. Sementara secara nasional, jumlah daftar tunggu haji mencapai sekitar 5,6 juta orang.
Menurut Ida, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi dan perencanaan keuangan yang matang agar masyarakat dapat mempersiapkan keberangkatan hajinya secara lebih terukur.
“Perjalanan menuju Baitullah sesungguhnya dimulai sejak seseorang menetapkan niat dan mulai mempersiapkannya,” katanya.
Diperkuat dengan Gerakan Bahagia Bersholawat
Menariknya, peluncuran Program Berkilau Haji tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kota Jambi juga mengukuhkan kepengurusan Majelis Bahagia Bersholawat tingkat kecamatan se-Kota Jambi sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai religius di masyarakat. Sebanyak 11 kecamatan resmi memiliki kepengurusan yang akan menjadi motor penggerak kegiatan syiar Islam dan sholawat di wilayah masing-masing.
Maulana menjelaskan bahwa gerakan tersebut nantinya akan diperluas hingga seluruh kelurahan di Kota Jambi yang berjumlah 68 wilayah administratif. Harapannya, kegiatan keagamaan dapat hadir secara rutin dan merata di tengah masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan religius yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi tidak hanya berfokus pada aspek ibadah individual seperti haji, tetapi juga pada penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat secara kolektif.
Menuju Kota yang Kuat Secara Spiritual dan Finansial
Program Berkilau Haji menjadi gambaran bagaimana pemerintah daerah dapat berperan dalam membantu masyarakat mempersiapkan ibadah melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Di satu sisi, program ini memperkuat literasi keuangan syariah. Di sisi lain, ia menjadi instrumen untuk menumbuhkan semangat religius yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, langkah tersebut mencerminkan paradigma baru bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari indikator ekonomi, tetapi juga dari kemampuan mereka mengakses kebutuhan spiritual dan menjalankan keyakinan secara lebih baik.
Dengan dukungan lembaga keuangan syariah, organisasi keagamaan, dan partisipasi masyarakat, Program Berkilau Haji berpotensi menjadi model kolaborasi yang tidak hanya membantu warga merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga memperkuat karakter religius Kota Jambi sebagai bagian dari visi besar Kota Jambi Bahagia.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Baitullah memang membutuhkan kesiapan fisik dan finansial. Namun sebagaimana ditekankan dalam peluncuran program tersebut, semuanya bermula dari satu langkah sederhana: menumbuhkan niat dan mulai mempersiapkannya sejak hari ini.








