Suasana Haru Iringi Pelepasan Kloter Perdana Jamaah Haji Kota Jambi
Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman belakang Kantor Wali Kota Jambi pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Sebanyak 435 jamaah calon haji asal Kota Jambi yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 secara resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, yang turut memberikan pesan spiritual sekaligus harapan bagi para tamu Allah yang akan menjalankan rukun Islam kelima.
Ratusan anggota keluarga dan kerabat hadir mengantar keberangkatan para jamaah. Tangis haru, pelukan, dan doa mengiringi langkah mereka yang akan memulai perjalanan panjang menuju Makkah dan Madinah, sebuah momentum yang bagi sebagian besar jamaah merupakan penantian bertahun-tahun.

Peningkatan Jumlah Jamaah Jadi Cerminan Antusiasme Masyarakat
Keberangkatan kloter perdana ini menjadi bagian dari total 838 jamaah calon haji asal Kota Jambi yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun 1447 Hijriah. Jumlah tersebut terbagi dalam lima kelompok terbang dan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 660 jamaah.
Peningkatan jumlah jamaah tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan pelayanan yang harus dipenuhi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memastikan proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Dalam konteks yang lebih luas, keberangkatan jamaah haji selalu memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Haji bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan juga simbol pencapaian spiritual yang sering kali diperoleh melalui proses panjang, baik secara finansial maupun emosional.
Wali Kota Maulana Titip Doa untuk Kota Jambi
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengingatkan para jamaah agar memanfaatkan kesempatan berhaji dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak ibadah serta memanjatkan doa tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kemajuan Kota Jambi.
“Kita doakan semuanya berjalan lancar dan kami mohon didoakan termasuk keluarga yang ditinggalkan didoakan yang terbaik dan Kota Jambi dijauhkan dari bencana, diberikan keamanan dan ketenangan, serta kebahagiaan dalam membangun,” ujar Maulana.
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi personal, tetapi juga dimensi sosial yang menghubungkan jamaah dengan komunitas dan daerah asalnya.
Maulana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan keberangkatan jamaah. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menyediakan ruang yang memadai bagi keluarga untuk mengantar dan memberikan doa restu sebelum keberangkatan.
“Di Kantor Wali Kota ini kami memberi ruang dan memfasilitasi bagi keluarga boleh masuk mengantar untuk bisa melepas sekaligus mendoakan agar perjalanan ibadah haji mereka lancar dan sukses bisa menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Persiapan Fisik dan Spiritual Jadi Kunci
Selain menekankan pentingnya memperbanyak ibadah, Wali Kota Maulana juga mengingatkan para jamaah agar menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang prima mengingat padatnya rangkaian kegiatan yang harus dijalani.
“Kesempatan ini merupakan nikmat yang besar, sekaligus amanah yang patut disyukuri dengan mempersiapkan diri, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujar Maulana.
Sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan jamaah, Pemerintah Kota Jambi sebelumnya juga telah menyiapkan berbagai dukungan, termasuk pendampingan tenaga kesehatan bagi jamaah calon haji. Langkah ini dinilai penting mengingat mayoritas aktivitas ibadah haji berlangsung dalam kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia dan membutuhkan daya tahan tubuh yang baik.
Bahkan, Maulana mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah membagikan makanan khas dan lauk pauk kepada para calon jamaah sebagai upaya menjaga pola makan dan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan.
Kota Jambi dan Tradisi Keberangkatan Haji
Tahun ini, jamaah calon haji Kota Jambi berasal dari berbagai kecamatan, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kecamatan Kota Baru sebanyak 217 orang, disusul Jambi Selatan 158 orang dan Telanaipura 131 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji tersebar merata di hampir seluruh wilayah kota.
Kloter 13 yang diberangkatkan pada 5 Mei menjadi kelompok pertama dari lima kloter yang dijadwalkan berangkat secara bertahap menuju Tanah Suci. Seluruh jamaah akan melalui Embarkasi Batam sebelum melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi.
Menunaikan Panggilan yang Dinanti Bertahun-Tahun
Bagi banyak jamaah, keberangkatan menuju Tanah Suci merupakan puncak dari perjalanan panjang yang penuh kesabaran. Tidak sedikit yang harus menunggu bertahun-tahun sejak mendaftar hingga akhirnya memperoleh kesempatan berangkat.
Karena itu, pelepasan 435 jamaah calon haji Kota Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Peristiwa tersebut menjadi simbol harapan, pengabdian, dan perjalanan spiritual yang sangat berarti bagi ratusan keluarga.
Menutup sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan doa agar seluruh jamaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Selamat jalan menuju tamu Allah. Kita doakan semua yang belum dipanggil Allah mudah-mudahan disegerakan dan titip doa semoga cepat terpanggil ke Tanah Suci,” pungkasnya.
Bagi Kota Jambi, keberangkatan ini bukan hanya tentang perjalanan menuju Makkah. Ia juga menjadi pengingat tentang kuatnya nilai religius, solidaritas sosial, dan harapan kolektif yang hidup di tengah masyarakat.








