Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

badge-check


					Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan Perbesar

Di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi dan persoalan lingkungan perkotaan, Pemerintah Kota Jambi mulai menjalankan langkah yang lebih ambisius dalam mengelola sampah. Melalui transformasi tata kelola persampahan berbasis masyarakat, pemerintah daerah secara bertahap mulai menutup sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) seiring pelaksanaan program OPBM yang telah mencapai 80 persen di tingkat rukun tetangga (RT).

Kebijakan tersebut menandai perubahan besar dalam pendekatan pengelolaan sampah di Kota Jambi. Jika sebelumnya sistem persampahan bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang, kini pemerintah mulai mendorong pengelolaan berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat secara langsung.

OPBM Jadi Fondasi Baru Tata Kelola Persampahan Kota Jambi

Program OPBM—yang menjadi bagian dari transformasi sistem persampahan di Kota Jambi—disebut telah berjalan di sekitar 80 persen RT. Capaian itu menjadi dasar pemerintah daerah untuk mulai melakukan penutupan bertahap sejumlah TPS konvensional yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan bahwa perubahan sistem tersebut bertujuan menciptakan pola pengelolaan sampah yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan.

“Transformasi tata kelola persampahan ini dilakukan untuk menciptakan Kota Jambi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Maulana.

Menurut pemerintah daerah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berkurangnya volume sampah di TPS, tetapi juga dari meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di tingkat permukiman.

Penutupan TPS dan Perubahan Pola Pengelolaan Sampah

Penutupan TPS menjadi salah satu langkah paling mencolok dalam reformasi persampahan Kota Jambi. Selama bertahun-tahun, TPS sering kali menjadi sumber persoalan lingkungan baru—mulai dari bau, pencemaran, hingga penumpukan sampah yang tidak terkendali.

Dalam sistem baru, pengelolaan sampah diarahkan lebih dekat ke sumbernya, yakni lingkungan RT dan rumah tangga. Pemerintah berharap pola ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPS besar sekaligus mempercepat proses pengangkutan dan pengolahan sampah.

Namun perubahan tersebut juga menuntut adaptasi masyarakat. Pemerintah daerah mengakui bahwa transformasi sistem persampahan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku publik dalam mengelola sampah sehari-hari.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat,” kata Maulana.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa reformasi lingkungan perkotaan kini semakin menekankan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan warga.

Persoalan Sampah dan Tantangan Kota Modern

Masalah sampah telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kota-kota berkembang di Indonesia. Pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan peningkatan aktivitas ekonomi menyebabkan volume sampah terus meningkat setiap tahun.

Di banyak daerah, sistem pengelolaan sampah masih menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan armada, kapasitas TPS yang berlebih, hingga rendahnya kesadaran pemilahan sampah dari rumah tangga.

Kota Jambi tampaknya mencoba keluar dari pola lama tersebut melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis komunitas. Dengan melibatkan RT sebagai unit utama pelaksanaan program, pemerintah berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih efektif sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan masyarakat.

Menuju Kota yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Transformasi tata kelola persampahan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan perkotaan yang lebih luas. Pemerintah Kota Jambi ingin membangun citra kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan lingkungan memang menjadi perhatian utama banyak pemerintah daerah. Kota-kota dituntut tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas udara, kebersihan lingkungan, dan pengelolaan limbah berjalan lebih modern.

Program OPBM dan penutupan TPS menjadi salah satu indikator bahwa Kota Jambi mulai bergerak menuju model tata kelola lingkungan yang lebih adaptif terhadap tantangan perkotaan masa depan.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski demikian, perubahan sistem persampahan bukan tanpa tantangan. Penutupan TPS memerlukan kesiapan infrastruktur pengangkutan, disiplin masyarakat, serta pengawasan yang konsisten agar tidak muncul titik pembuangan liar baru.

Selain itu, keberhasilan program juga akan sangat dipengaruhi oleh edukasi publik terkait pentingnya pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar proses transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Antara Kebijakan Lingkungan dan Budaya Masyarakat

Pada akhirnya, persoalan sampah bukan hanya isu teknis, tetapi juga menyangkut budaya masyarakat perkotaan. Reformasi tata kelola persampahan membutuhkan perubahan cara pandang publik terhadap lingkungan dan tanggung jawab kolektif.

Bagi Kota Jambi, transformasi ini menjadi langkah penting menuju sistem kota yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah berharap keberhasilan program dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bukan hanya soal sampah, tetapi tentang bagaimana kita membangun budaya hidup bersih dan tertib di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya tekanan lingkungan, langkah Kota Jambi memperbarui tata kelola persampahan menunjukkan bahwa isu kebersihan kini tidak lagi dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan bagian penting dari arah pembangunan kota masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Menjajaki Masa Depan Ekonomi Lewat Kemitraan dan Investasi Berkelanjutan

21 Mei 2026 - 03:32 WIB

#JambiBergerak BERITA