jarakmedia.com — Lanskap perekonomian daerah kembali menemukan momentum krusialnya. Pada pertengahan tahun ini, Jambi menggelar perhelatan strategis para pengusaha muda, yakni Forum Bisnis Daerah Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Forbisda BPD HIPMI Jambi). Forum yang secara resmi dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Jambi, Syamsu Rizal, bersama Bendahara Umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, ini bukan sekadar ajang konsolidasi bisnis tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjelma menjadi panggung pemanasan yang signfikan menjelang transisi kepemimpinan nasional, ditandai dengan hadirnya Tiga kandidat terkuat Calon Ketua Umum HIPMI 2026-2030: Reynaldo Bryan, Anthony Leong, dan Ade Jona Prasetyo.
Kehadiran figur-figur sentral ini memberikan bobot tersendiri bagi Forbisda BPD HIPMI Jambi. Dalam lanskap makroekonomi 2026, di mana daerah dituntut untuk lebih mandiri dan adaptif terhadap disrupsi global, sinkronisasi antara kebijakan pemerintah lokal dan visi pengusaha muda berskala nasional menjadi amat vital. Kehadiran tiga calon nakhoda utama HIPMI tersebut menegaskan bahwa Jambi bukan lagi sekadar pasar periferal, melainkan episentrum gagasan yang strategis untuk mengukur denyut nadi perekonomian di tingkat akar rumput sebelum melangkah ke panggung nasional.

Sinergi Struktural: Asisten II Syamsu Rizal dan Arah Kebijakan Jambi
Pembukaan Forbisda HIPMI Jambi secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsu Rizal, mencerminkan sinergi yang diupayakan oleh pemerintah daerah. Di hadapan ratusan pengusaha muda, perwakilan pemerintah ini menegaskan komitmen birokrasi untuk meruntuhkan sekat-sekat regulasi yang kerap menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta investasi skala menengah.
Kolaborasi ini diperkuat dengan kehadiran Reynaldo Bryan yang bertindak dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI. Keterlibatan langsung pengurus pusat dalam membuka agenda regional memberikan sinyal kuat bahwa struktur di tingkat atas menyadari perlunya distribusi sumber daya dan atensi yang lebih berimbang ke daerah.
“Kolaborasi antara birokrasi dan mesin penggerak ekonomi yang diinisiasi oleh kawan-kawan HIPMI adalah prasyarat mutlak. HIPMI di daerah harus mendapatkan kesempatan yang sama,” merupakan esensi dari diskursus yang terbangun dalam forum pembukaan tersebut.
Kontestasi Gagasan: Calon Ketua Umum HIPMI 2026-2030 Mengambil Panggung
Namun, daya tarik utama yang membuat Forbisda kali ini menjadi sorotan tajam tak lain adalah kehadiran Anthony Leong , Ade Jona Prasetyo dan Reynaldo Bryan. Ketiganya bukan nama asing dalam ekosistem bisnis digital dan konvensional di Indonesia, dan kini, keduanya berdiri sebagai Calon Ketua Umum HIPMI 2026-2030.
Alih-alih menampilkan polarisasi politik organisasi yang tajam, kehadiran ketiganya di Jambi justru mempertontonkan kematangan diskursus. Bagi para anggota BPD HIPMI Jambi, momen ini adalah kesempatan langka untuk melakukan uji materi terhadap visi ketiga kandidat secara langsung. Bagaimana mereka akan menjembatani kesenjangan infrastruktur teknologi di daerah? Apa strategi konkret mereka untuk mengangkat komoditas unggulan Jambi ke pasar ekspor yang lebih luas?
Menimbang Profil Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Ade Jona Prasetyo
Sebagai tokoh yang lekat dengan transformasi digital dan komunikasi strategis, Anthony Leong kerap membawa narasi integrasi teknologi dalam setiap manuver bisnisnya. Visi yang ia bawa berpotensi memberikan angin segar bagi pengusaha Jambi yang ingin mendigitalisasi rantai pasok mereka. Di sisi lain, Reynaldo Bryan, dengan rekam jejak manajerialnya sebagai Bendahara Umum yang solid, menawarkan stabilitas finansial dan penguatan jaringan kelembagaan yang tak kalah krusial bagi ketahanan organisasi dari guncangan ekonomi eksternal. Ade Jona Prasetyo yang telah mengantongi rekomendasi HIPMI Jambi juga memberikan delapan (8) gagasannya di dalam agenda Forbisda HIPMI Jambi.
Pertarungan gagasan antara ketiga kandidat ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan HIPMI periode 2026-2030 tidak akan sekadar diwarnai oleh popularitas, melainkan oleh rekam jejak eksekusi dan kemampuan mengorkestrasi potensi daerah.
Bagi Jambi, Forbisda BPD HIPMI Jambi tahun ini adalah sebuah kemenangan diplomasi ekonomi. Forum ini tidak hanya sukses memetakan arah kebijakan investasi lokal bersama pemerintah daerah, tetapi juga berhasil mengamankan komitmen dari para calon pemimpin bisnis nasional. Siapa pun yang nantinya memegang palu kepemimpinan sebagai Ketua Umum HIPMI, narasi kebangkitan ekonomi daerah yang disuarakan dari tanah Jambi ini telah masuk secara permanen ke dalam cetak biru mereka. Industri dan masyarakat kini menanti, apakah retorika elegan di ruang konferensi ini akan benar-benar bertransformasi menjadi neraca laba yang nyata bagi ekonomi kerakyatan.








