Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kota Jambi tahun 2026, sebuah simbol visual yang tidak hanya menandai seremoni tahunan, tetapi juga merepresentasikan perjalanan panjang sejarah dan arah pembangunan kota di masa depan. Peluncuran yang dilakukan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan dua momentum bersejarah bagi ibu kota Provinsi Jambi tersebut.
Di tengah dinamika pembangunan perkotaan dan tuntutan modernisasi, simbol-simbol visual seperti logo peringatan hari jadi kini memainkan peran lebih luas daripada sekadar ornamen seremoni. Ia menjadi medium komunikasi publik, alat pemersatu identitas kolektif, sekaligus refleksi arah kebijakan pemerintah daerah. Dalam konteks Kota Jambi, peluncuran logo tahun ini hadir bersamaan dengan narasi besar tentang keberlanjutan, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan rasa memiliki masyarakat terhadap kota mereka.

Simbol Dua Tonggak Sejarah Kota Jambi
Kepala Diskominfo Kota Jambi, Saleh Ridha, menyebut bahwa logo tersebut merepresentasikan dua tonggak sejarah penting: 625 tahun berdirinya Tanah Pilih Pusako Batuah sejak 28 Mei 1401, serta 80 tahun berdirinya Pemerintah Kota Jambi sejak 17 Mei 1946.
“Logo ini bukan sekadar identitas visual, melainkan simbol dari perjalanan panjang sejarah Kota Jambi,” ujar Saleh Ridha dalam keterangan resminya.
Logo yang diluncurkan menampilkan angka “625” dan “80” dengan pendekatan desain modern. Perpaduan warna biru, oranye, kuning, hijau, dan ungu dipilih untuk menggambarkan keberagaman sosial dan dinamika pembangunan Kota Jambi yang terus bergerak maju.
Lebih jauh, sejumlah media lokal menjelaskan bahwa elemen garis dan lingkaran dalam desain tersebut mengandung filosofi pembangunan berkelanjutan. Bahkan, angka “6” dalam logo disebut merepresentasikan Sungai Batanghari sebagai urat nadi kehidupan masyarakat Jambi sejak masa lampau.
Tema Besar: Kota Bahagia dan Berkelanjutan
Tahun ini, Pemerintah Kota Jambi mengusung tema:
“Pertumbuhan dan kemajuan untuk Kota Jambi yang bahagia dan berkelanjutan.”
Tema tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi semata, melainkan juga kualitas hidup masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemerintah daerah di Indonesia mulai mengadopsi pendekatan pembangunan berbasis kebahagiaan warga dan keberlanjutan ekologis. Kota Jambi tampaknya ingin menempatkan dirinya dalam arus perubahan tersebut. Melalui tema yang diusung, pemerintah berupaya mengirim pesan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur melalui gedung dan jalan, tetapi juga melalui rasa nyaman, inklusivitas sosial, dan kualitas lingkungan hidup.
“Tema ini selaras dengan visi kita untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, namun tetap menitikberatkan pada kebahagiaan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” kata Saleh Ridha.
Menghidupkan Partisipasi Publik
Peluncuran logo juga menjadi awal dari upaya pemerintah menghidupkan partisipasi publik dalam rangkaian perayaan hari jadi kota. Pemerintah mengajak instansi pemerintah, sektor swasta, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum untuk menggunakan logo tersebut di berbagai media cetak dan digital.
Ajakan itu bukan tanpa alasan. Dalam era digital saat ini, identitas visual memiliki kekuatan membangun keterikatan emosional masyarakat terhadap daerahnya. Logo bukan lagi sekadar simbol administratif, melainkan bagian dari strategi membangun citra kota.
Momentum peringatan hari jadi juga diproyeksikan menjadi penggerak aktivitas ekonomi daerah. Pemerintah Kota Jambi bahkan telah menyiapkan sejumlah program pendukung, termasuk kebijakan insentif fiskal berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pembebasan denda administrasi pajak sebagai bagian dari rangkaian perayaan.
Dari Seremoni Menuju Identitas Kota
Peluncuran logo hari jadi kota sering kali dipandang sebagai agenda seremonial biasa. Namun di banyak daerah, identitas visual semacam ini kini berkembang menjadi instrumen branding kota yang penting. Kota-kota besar memanfaatkan momentum ulang tahun daerah untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan partisipasi warga, hingga menarik perhatian investor dan wisatawan.
Bagi Kota Jambi, peringatan ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah menjadi pengingat bahwa kota ini memiliki akar sejarah panjang yang melampaui usia pemerintahan modernnya. Sementara HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi menandai perjalanan institusional dalam mengelola pertumbuhan perkotaan yang terus berkembang.
Puncak peringatan HUT Pemerintah Kota Jambi dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026, disusul peringatan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah pada 28 Mei 2026.
Di tengah derasnya arus urbanisasi dan perubahan sosial, Pemerintah Kota Jambi tampaknya ingin memastikan bahwa sejarah tidak hanya dikenang sebagai masa lalu, tetapi juga dijadikan fondasi untuk membangun masa depan kota yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.








