Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Di Tengah Perubahan Sosial Generasi Muda, Kota Jambi Perkuat Pembinaan Karakter Religius

badge-check


					Di Tengah Perubahan Sosial Generasi Muda, Kota Jambi Perkuat Pembinaan Karakter Religius Perbesar

Pelantikan BKPMRI Jadi Bagian dari Pembinaan Generasi Muda

Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan pentingnya pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Hal itu terlihat dalam pelantikan pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) Kota Jambi periode 2026–2031 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana.

Dalam kegiatan tersebut, Maulana menekankan bahwa organisasi kepemudaan berbasis masjid memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang religius, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai moral.

“BKPMRI harus menjadi wadah pembinaan anak muda agar tumbuh menjadi generasi yang religius, agamis, dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Maulana dalam sambutannya.

Pelantikan itu berlangsung di tengah meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap isu pembinaan karakter remaja. Di era digital yang ditandai arus informasi tanpa batas, pemerintah menilai penguatan nilai keagamaan dan sosial menjadi semakin penting untuk menjaga ketahanan moral generasi muda.

Masjid dan Peran Sosial di Era Modern

Selama bertahun-tahun, masjid sering dipahami semata sebagai ruang ibadah ritual. Namun kini, banyak pemerintah daerah mulai mendorong fungsi masjid sebagai pusat pembinaan sosial dan pengembangan masyarakat, khususnya bagi kalangan muda.

Dalam konteks tersebut, BKPMRI diposisikan bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, melainkan ruang pembentukan kepemimpinan, solidaritas sosial, dan pendidikan karakter.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, penguatan organisasi remaja masjid dipandang relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Fenomena pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kekerasan digital, hingga krisis identitas sosial menjadi persoalan yang membutuhkan pendekatan lebih dari sekadar kebijakan administratif.

Karena itu, pembinaan berbasis komunitas keagamaan dinilai memiliki potensi besar dalam membangun lingkungan sosial yang lebih sehat bagi remaja.

Anak Muda dan Tantangan Zaman Digital

Dalam sambutannya, Maulana juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai sosial di tengah perubahan budaya yang berlangsung cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan moral dan spiritual agar tidak melahirkan generasi yang kehilangan arah.

Ia berharap pengurus BKPMRI periode baru mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap kebutuhan anak muda masa kini, tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang menjadi fondasi organisasi.

“Remaja masjid harus mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan yang membawa nilai kebaikan,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah daerah mulai melihat organisasi kepemudaan berbasis keagamaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial.

Di tengah dominasi budaya digital global, ruang pembinaan seperti BKPMRI dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan identitas moral generasi muda.

Organisasi Kepemudaan dan Pembangunan Sosial

Penguatan organisasi remaja masjid juga berkaitan dengan upaya pemerintah membangun partisipasi sosial anak muda. Selama ini, salah satu tantangan utama dalam pembangunan perkotaan adalah menciptakan ruang positif yang mampu menampung energi dan kreativitas generasi muda.

Melalui BKPMRI, pemerintah berharap anak muda tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga terlibat dalam aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan paradigma pembangunan yang semakin menempatkan masyarakat sipil sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah.

Selain itu, organisasi kepemudaan berbasis masjid dinilai memiliki keunggulan karena dekat dengan lingkungan masyarakat dan mampu menjangkau remaja hingga tingkat akar rumput.

Menjaga Kohesi Sosial Kota

Di kota yang terus berkembang seperti Jambi, tantangan sosial tidak hanya terkait pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kohesi sosial masyarakat. Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan kota tanpa penguatan karakter sosial dapat memunculkan berbagai persoalan baru.

Karena itu, pembinaan generasi muda berbasis nilai religius dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang. Ketika anak muda memiliki ruang pembinaan yang sehat, peluang munculnya konflik sosial, kenakalan remaja, hingga krisis moral dapat diminimalkan.

BKPMRI diharapkan mampu menjadi jembatan antara nilai keagamaan dan kebutuhan generasi muda modern. Tidak hanya mengajarkan aspek spiritual, tetapi juga membangun kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Investasi Moral bagi Masa Depan Kota

Pelantikan pengurus BKPMRI periode 2026–2031 pada akhirnya merepresentasikan upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat melalui pembinaan generasi muda.

Di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat, pembangunan karakter menjadi isu yang semakin relevan. Pemerintah tampaknya menyadari bahwa kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan sosial generasi penerusnya.

Bagi Kota Jambi, organisasi seperti BKPMRI memiliki peran penting dalam menjaga ruang pembinaan yang mampu mempertemukan nilai religius dengan tantangan kehidupan modern. Sebab pada akhirnya, masa depan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh gedung-gedung yang dibangun, tetapi juga oleh karakter generasi muda yang akan memimpin kota itu di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA