jarakmedia.com – Sebagai upaya strategis dalam memacu kreativitas, literasi media, serta partisipasi aktif generasi muda di sektor industri kreatif, DPD Partai NasDem Kota Jambi secara resmi menggelar program pelatihan perfilman bertajuk “Cinema Restorasi Akademi”. Program edukasi visual ini dirancang khusus bagi Generasi Z, dengan melibatkan 40 peserta terdepan yang berasal dari kalangan pelajar di Kota Jambi. Melalui kurikulum komprehensif yang memadukan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan, akademi ini menetapkan target akhir berupa lahirnya karya-karya film pendek yang diproduksi secara mandiri oleh para peserta.
Dalam proses pembelajarannya, para sineas muda ini digembleng secara intensif pada lima divisi teknis utama dalam rantai produksi film. Lini pelatihan tersebut mencakup bidang penyutradaraan, penulisan skenario, kamera dan sinematografi, tata audio, hingga pascaproduksi melalui penyuntingan (editing). Tidak hanya berfokus pada penguasaan aspek teknis sinematografi, akademi ini dirancang sebagai instrumen pembentukan karakter untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif, kepemimpinan, kerja sama tim, serta keberanian peserta dalam menyampaikan gagasan kritis melalui media visual.

Pelatihan perfilman ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai NasDem Kota Jambi, H. Mukhlis, S.Sos.I., yang menegaskan pentingnya penyediaan panggung yang produktif dan inovatif bagi anak muda untuk mengaktualisasikan potensi diri. “Cinema Restorasi Akademi merupakan bentuk komitmen Partai NasDem Kota Jambi dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, serta mampu memanfaatkan media film sebagai sarana edukasi, inspirasi, dan perubahan sosial yang positif,” ujar H. Mukhlis, S.Sos.I. dalam pidato pembukaannya.

Melalui inisiatif ini, DPD Partai NasDem Kota Jambi yang mengusung semangat “Gerak Cepat, Restorasi Indonesia” berharap program ini dapat menjadi inkubator berkelanjutan bagi talenta-talenta muda daerah. Hasil dari akademi ini diproyeksikan melahirkan karya-karya film pendek berkualitas yang mampu memotret dinamika isu sosial Gen Z, sekaligus mempromosikan nilai-nilai kebangsaan dan kekayaan budaya lokal ke panggung yang lebih luas.








