Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Forum Bisnis Daerah HIPMI 2026: Wawako Diza Tekankan Pentingnya Pengusaha Muda Adaptif di Kota Jambi

badge-check


					Forum Bisnis Daerah HIPMI 2026: Wawako Diza Tekankan Pentingnya Pengusaha Muda Adaptif di Kota Jambi Perbesar

Bonus Demografi Dinilai Jadi Peluang Besar bagi Ekonomi Daerah

JAMBI — Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan sulit diprediksi, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dunia usaha. Pesan itulah yang disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat tampil sebagai narasumber dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi di Aula Rumah Kito Hotel, Senin (27/4/2026).

Mengangkat tema “Agilitas Bisnis di Era VUCA: Sinergi Transformasi Ekosistem Pengusaha Muda Mewujudkan Jambi Mantap Menuju Indonesia Emas 2045”, forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, legislatif, pelaku usaha, hingga kalangan mahasiswa. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran bahwa pembangunan ekonomi tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral, melainkan melalui kolaborasi lintas bidang.

Dalam paparannya bertajuk “Pengusaha Muda yang Adaptif”, Diza menyoroti satu fakta demografis yang menurutnya akan menentukan arah pembangunan Kota Jambi dalam beberapa dekade mendatang. Dari total 654.194 penduduk Kota Jambi, sebanyak 47,87 persen atau sekitar 313.106 jiwa berasal dari generasi Alpha dan Generasi Z.

“Bonus demografi ini menjadi peluang besar. Namun, jika tidak dimaksimalkan dengan baik, justru dapat menjadi tantangan bagi bangsa. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan menjadi pelaku usaha yang adaptif dan inovatif,” ujar Diza dalam forum tersebut.

Mengubah Bonus Demografi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Fenomena bonus demografi kerap disebut sebagai momentum emas yang hanya datang sekali dalam sejarah sebuah bangsa. Ketika jumlah penduduk usia produktif mendominasi struktur penduduk, peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi menjadi sangat terbuka.

Namun, menurut Diza, potensi tersebut tidak akan menghasilkan dampak signifikan tanpa kesiapan sumber daya manusia yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Dunia usaha saat ini bergerak dalam lingkungan yang dikenal sebagai era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), sebuah kondisi yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian tinggi, serta persaingan yang semakin dinamis.

Dalam konteks tersebut, kemampuan beradaptasi bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap pelaku usaha. Pengusaha muda dituntut mampu membaca perubahan pasar, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan model bisnis yang fleksibel terhadap perkembangan ekonomi digital.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Pemangku Kepentingan

Selain adaptivitas, Diza juga menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini terlalu besar untuk diselesaikan secara individual.

“Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pengusaha di era sekarang,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya harus terus diperkuat.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif. Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, keberhasilan pengusaha muda akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

HIPMI dan Peran Generasi Muda dalam Penguatan UMKM

Dalam kesempatan itu, Diza juga berbagi pengalaman pribadinya selama berkiprah di HIPMI sejak tahun 2012 hingga menjadi pengusaha aktif pada 2024. Ia menilai organisasi tersebut kini semakin didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z, yang berpotensi menjadi motor penggerak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, HIPMI memiliki posisi strategis dalam mencetak wirausahawan muda yang tidak hanya mampu membangun usaha sendiri, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat luas. Karena itu, forum-forum seperti Forbisda menjadi ruang penting untuk mempertemukan ide, memperluas jaringan, dan memperkuat kapasitas bisnis generasi muda.

Pemkot Jambi Buka Ruang Kemitraan bagi Pengusaha Muda

Program Permodalan hingga Dukungan Ekosistem Bisnis

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan kewirausahaan, Pemerintah Kota Jambi terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya adalah Bantuan Usaha Kelompok Masyarakat (BANHARKAT), sebuah skema permodalan yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh generasi muda, civitas akademika, maupun anggota HIPMI untuk mengembangkan usaha mereka.

Diza menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dan kemitraan seluas-luasnya bagi calon pengusaha muda yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Harapannya, para pengusaha muda tetap menjaga integritas, tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh keuntungan bisnis, tetapi juga oleh dampaknya terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

Menuju Indonesia Emas 2045

Forum Bisnis Daerah HIPMI 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang diskusi bisnis. Di dalamnya tersimpan gagasan besar tentang bagaimana generasi muda dapat menjadi aktor utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan hampir separuh penduduk Kota Jambi berasal dari generasi Alpha dan Gen Z, tantangan terbesar bukanlah pada jumlah, melainkan pada bagaimana potensi tersebut dikelola. Melalui kombinasi adaptivitas, inovasi, integritas, dan kolaborasi, generasi muda diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Wawako Diza di hadapan para pengusaha muda HIPMI mencerminkan satu keyakinan penting: masa depan ekonomi daerah akan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda untuk beradaptasi dengan perubahan dan mengubah tantangan menjadi peluang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA