Perayaan Hari Ulang Tahun ke-52 Perumdam Air Minum Tirta Mayang di Kota Jambi bukan sekadar seremoni. Di balik acara tersebut, tersimpan pesan kuat tentang arah masa depan perusahaan daerah yang memegang peran vital dalam layanan publik: air bersih.
Wali Kota Jambi, Maulana, hadir langsung dalam peringatan tersebut dan menjadikannya sebagai momen refleksi panjang perjalanan perusahaan. Usia lebih dari setengah abad, menurutnya, harus menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Dorongan Transformasi Menuju Kemandirian
Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa Perumdam Tirta Mayang tidak boleh bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mendorong perusahaan untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan mandiri.
“Kita ingin perusahaan ini mampu berdiri kuat dengan inovasi dan kolaborasi,” menjadi pesan utama yang disampaikan.
Langkah menuju kemandirian ini mencakup:
- Penguatan model bisnis
- Pembiayaan kreatif (creative financing)
- Kerja sama dengan investor atau mitra strategis
Dengan strategi tersebut, Tirta Mayang diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Layanan Air Bersih sebagai Prioritas Utama
Meski dorongan kemandirian menjadi fokus, Maulana mengingatkan bahwa fungsi utama perusahaan tetap pada pelayanan publik. Saat ini, sekitar 109 ribu pelanggan telah terlayani oleh Tirta Mayang.
Ke depan, peningkatan layanan akan dilakukan melalui:
- Respons lebih cepat terhadap keluhan pelanggan
- Peningkatan kapasitas produksi air
- Pemerataan distribusi ke seluruh wilayah
- Penurunan tingkat kebocoran jaringan
Langkah-langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan akses air bersih yang merata dan berkualitas bagi masyarakat Kota Jambi.
Menjawab Tantangan Perkotaan yang Terus Tumbuh
Pertumbuhan kota yang pesat menuntut layanan dasar yang semakin kompleks. Tirta Mayang tidak hanya dituntut menambah jumlah pelanggan, tetapi juga menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan kebutuhan.
Transformasi yang didorong pemerintah kota mencerminkan perubahan paradigma: dari sekadar penyedia layanan menjadi perusahaan daerah yang adaptif dan berdaya saing.
Peran Sosial dan Keterlibatan Masyarakat
Perayaan HUT ke-52 juga diwarnai berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Mulai dari penyaluran bantuan, donor darah, hingga bazar UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
Kehadiran program-program ini memperlihatkan bahwa peran Tirta Mayang tidak hanya terbatas pada layanan air, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial kota.
Kesimpulan: Dari Pelayanan ke Daya Saing
Pesan utama dari peringatan ini jelas: Tirta Mayang harus bergerak melampaui fungsi tradisionalnya. Kemandirian finansial, inovasi layanan, dan profesionalisme menjadi kunci untuk bertahan di tengah perubahan zaman.
Di usia ke-52, tantangan yang dihadapi memang tidak ringan. Namun, dengan arah kebijakan yang jelas dan dorongan transformasi, perusahaan daerah ini diproyeksikan mampu menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi dan layanan publik di Kota Jambi.








