Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

KOMUNITAS

Ini Penyebab Manusia Bisa Tersambar Petir seperti Kasus di Waduk Cengklik

badge-check


					Ini Penyebab Manusia Bisa Tersambar Petir seperti Kasus di Waduk Cengklik Perbesar

Esposin, SOLO — Seorang pria personel TNI yang sedang berjaga di Waduk Cengklik, Boyolali meninggal tersambar petir pada Minggu (24/11/2024) sore. Peristiwa nahas itu terjadi saat cuaca buruk yang disertai dengan hujan dan petir.

Tahukah Anda kenapa manusia bisa bisa tersambar petir di ruang terbuka seperti terjadi di Waduk Cengklik? 

PromosiPemberdayaan BRI Sukses Bikin Kacang Nepo dari Barru Dikenal di Pasar Nasional

Petir merupakan salah satu fenomena alam yang patut diwaspadai karena sambarannya bisa merenggut nyawa. 

Dikutip dari laman ITB, Senin (25/11/2024), Guru Besar ITB, Prof. Dr. Dipl.Ing.Ir. Reynaldo Zoro menjelaskan, ada tiga syarat yang harus terpenuhi sehingga petir dapat terjadi. 

Pertama adanya panas matahari yang menguapkan air, kedua terdapat partikel mengambang di udara yang biasanya dari garam laut atau polutan industri, dan ketiga kelembapan suatu daerah.

Karena terletak di daerah khatulistiwa, Indonesia termasuk sebagai negara dengan jumlah petir yang banyak. Dia mengatakan, petir terbentuk dari awan Comonolimbous. Di dalam awan tersebut, terdapat partikel bermuatan positif (+) dan negatif (-). 

Partikel yang positif tersebut berkumpul di atas, dan negatif berkumpul di bawah. Kemudian saling bergesekan, sehingga jika energinya cukup maka akan dilepaskan dalam bentuk petir.

Biasanya, petir itu paling banyak terjadi di kala musim hujan. Petir ini ada yang berasal dari muatan positif dan dari muatan negatif. Ada dari awan ke tanah, ada dari tanah ke awan. 

Jika ujung petir cabangnya ke bawah, berarti sumbernya dari awan ke tanah, sementara kalau sebaliknya maka sumber petir dari tanah ke awan.

Lantas, apa yang menyebabkan manusia tersambar petir seperti terjadi di Waduk Cengklik? 

Penyebab Petir Menyambar Manusia 

Dikutip dari buku Petir: Seri Ada Apa di Bumi oleh Brian Williams (2007), kilatan petir bisa mengandung listrik bertenaga 1 miliar volt dan mampu menyalakan sebuah lampu 100 watt selama tiga bulan.

Objek sambaran petir adalah tanah, namun terkadang petir lebih dulu menyambar benda-benda di atasnya, seperti tiang listrik, pohon, menara atau gedung tinggi, hingga manusia. 

Setidaknya ada tiga penyebab kenapa petir menyambar manusia. Pertama, manusia beraktivitas di ruang terbuka saat hujan deras. Sambaran terjadi ketika seseorang berada di tempat pelepasan muatan negatif.

Kedua, adanya arus konduksi. Dikutip dari laman National Weather Service, saat petir menyambar pohon atau objek lain di atas permukaan tanah, sebagian besar energinya bergerak masuk ke tanah dan dialirkan ke permukaan tanah di sekitar objek sambaran. Orang yang berada di dekat objek sambaran juga bisa tersengat arus listrik.

Ketiga, manusia bisa tersambar petir saat memegang atau menggunakan benda berbahan logam. Pada dasarnya, logam tidak menarik petir, tapi tetap merupakan penghantar listrik yang baik.

Arus listrik yang ada di permukaan tanah yang tersambar petir dapat diteruskan lebih jauh oleh benda-benda berbahan logam. Inilah alasan mengapa tidak dianjurkan membawa benda berbahan logam ketika keluar rumah saat hujan deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Dari Tongkrongan ke Ranah Kemanusiaan: Evolusi Komunitas Pemuda Bungo dalam Merespons Krisis Sosial

12 Mei 2026 - 03:42 WIB

Melepas Sarung, Merumput di Lapangan Hijau: Diplomasi Kultural Santri dalam Peringatan 92 Tahun GP Ansor Jambi

2 Mei 2026 - 06:48 WIB

Jelang Debat Caketum BPP HIPMI di Provinsi Jambi, BPD HIPMI Jambi Gelar Silaturahmi Daerah untuk Perkuat Kebersamaan dan Konsolidasi Organisasi

27 April 2026 - 16:54 WIB

MENTERI HUKUM RI HADIRI FORUM BISNIS DAERAH BPD HIPMI JAMBI, DORONG PENGUATAN PENGUSAHA MUDA

27 April 2026 - 14:46 WIB

#JambiBergerak BISNIS