Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Ketika Kota Jambi Menjadikan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Jalan Diplomasi Global

badge-check


					Ketika Kota Jambi Menjadikan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Jalan Diplomasi Global Perbesar

Kota Jambi dan Ambisi Menjadi Bagian dari Percakapan Dunia

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan, Kota Jambi perlahan menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai kota transit di Sumatra, melainkan sebagai aktor baru dalam percakapan global tentang sustainable tourism, ekonomi sirkular, dan pembangunan urban yang inklusif. Melalui keterlibatannya dalam forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), Pemerintah Kota Jambi memperlihatkan strategi yang semakin matang: menggunakan diplomasi kota sebagai jalan menuju pengakuan internasional.

Partisipasi aktif Kota Jambi dalam berbagai forum regional dan internasional menandai perubahan paradigma pembangunan daerah. Kota tidak lagi hanya bersaing dalam skala domestik, tetapi juga berlomba membangun identitas global melalui inovasi lingkungan, tata kelola perkotaan, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

UCLG ASPAC dan Pentingnya Diplomasi Antarkota

United Cities and Local Governments Asia Pacific atau UCLG ASPAC selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jaringan pemerintahan lokal paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini mempertemukan wali kota, gubernur, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas isu perkotaan mulai dari perubahan iklim hingga transformasi ekonomi hijau.

Bagi Kota Jambi, keterlibatan dalam forum tersebut bukan semata agenda seremonial. Pemerintah daerah melihat jejaring internasional sebagai ruang strategis untuk memperluas kolaborasi, memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama lintas negara.

Dalam forum ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) 2025 di Kuala Lumpur, Wali Kota Jambi Maulana memaparkan sejumlah program unggulan yang dinilai relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. Salah satunya ialah program “Kampung Bahagia”, model pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat yang menggabungkan pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan warga.

“Melalui program Kampung Bahagia, kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup,” ujar Maulana dalam forum tersebut. Sampah, menurutnya, tidak lagi dipandang sebagai residu semata, melainkan sumber ekonomi baru melalui pengolahan menjadi RDF, briket, maggot, hingga pupuk organik.

Sustainable Tourism Sebagai Strategi Baru Kota

Konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu kata kunci yang semakin sering dikaitkan dengan arah pembangunan Kota Jambi. Pemerintah daerah mulai menempatkan budaya lokal, komunitas kreatif, dan pengelolaan lingkungan sebagai fondasi utama pengembangan wisata.

Pendekatan ini tampak dalam promosi berbagai agenda budaya yang melibatkan komunitas muda dan ekonomi kreatif lokal. Dalam forum AGMF 2025, Pemerintah Kota Jambi turut memperkenalkan kegiatan “Tumpah Ruah”, sebuah event budaya yang diklaim berhasil menciptakan dampak ekonomi luas bagi masyarakat.

Langkah tersebut menunjukkan perubahan orientasi pembangunan pariwisata: dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju pembangunan ekosistem wisata yang lebih berkelanjutan, berbasis komunitas, dan memiliki efek ekonomi jangka panjang.

Di tingkat global, tren ini memang semakin dominan. Kota-kota di Asia Tenggara kini berlomba membangun citra sebagai kota hijau dan ramah lingkungan untuk menarik investasi, wisatawan, hingga jaringan internasional. Dalam konteks itu, Kota Jambi tampak berupaya menemukan posisinya sendiri.

Dari Kota Regional Menuju Jejaring Internasional

Keterlibatan Kota Jambi di UCLG ASPAC bukanlah langkah yang muncul tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota secara konsisten membangun hubungan dengan organisasi internasional seperti ICLEI, GCoM, hingga Urban20 (U20).

Pada 2023, Kota Jambi bahkan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kerja Sama UCLG ASPAC bersama Kementerian Dalam Negeri. Saat itu, Pemerintah Kota Jambi menegaskan pentingnya jejaring internasional untuk mendukung pembangunan daerah yang tidak hanya bergantung pada APBD.

“Kota Jambi tidak akan bisa dibangun seperti saat ini apabila hanya mengandalkan APBD,” ujar Wali Kota saat itu, Syarif Fasha. Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana diplomasi kota mulai dipandang sebagai instrumen pembangunan ekonomi.

Kini, pendekatan tersebut tampaknya diteruskan oleh pemerintahan berikutnya dengan penekanan lebih kuat pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Tantangan di Balik Ambisi Global

Meski demikian, jalan menuju kota berkelas global tentu tidak sepenuhnya mulus. Tantangan mendasar seperti infrastruktur perkotaan, konsistensi tata kelola lingkungan, kualitas layanan publik, hingga kesiapan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan besar.

Namun, forum internasional memberi satu keuntungan penting: transfer pengetahuan dan akses jejaring. Dalam kunjungannya ke Malaysia, delegasi Kota Jambi juga melakukan visitasi ke TPA Bukit Tagar, kawasan sanitary landfill seluas 1.700 hektare yang telah mengembangkan sistem waste-to-energy berkapasitas 12 MW.

Pembelajaran semacam itu penting bagi kota berkembang seperti Jambi yang tengah menghadapi tekanan urbanisasi dan peningkatan produksi sampah.

Di saat banyak kota masih sibuk dengan persoalan administratif domestik, Kota Jambi tampaknya mencoba bergerak lebih jauh: membangun identitas sebagai kota yang mampu berbicara dalam bahasa global tanpa meninggalkan akar lokalnya.

Dan dalam lanskap pembangunan perkotaan modern, kemampuan menjembatani keduanya—lokal dan global—sering kali menjadi pembeda utama antara kota yang sekadar tumbuh dan kota yang benar-benar maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA