Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik modal dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Kota Jambi mulai memosisikan investasi bukan sekadar angka statistik pembangunan, melainkan instrumen strategis untuk membentuk arah masa depan kota. Melalui agenda Temu Bisnis dan Investment Award 2026, pemerintah daerah berupaya mempertemukan dunia usaha, investor, dan pemangku kepentingan dalam satu ruang dialog yang menekankan pentingnya kemitraan dan investasi berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Jambi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat iklim investasi daerah di tengah tantangan ekonomi nasional dan global yang terus berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia berlomba menghadirkan ekosistem usaha yang lebih kompetitif, transparan, dan ramah investasi guna menarik perhatian pelaku bisnis.

Temu Bisnis Jadi Ruang Konsolidasi Ekonomi Daerah
Acara Temu Bisnis dan Investment Award 2026 mempertemukan pelaku usaha, asosiasi bisnis, perbankan, investor, hingga organisasi perangkat daerah yang terkait dengan sektor ekonomi dan pelayanan investasi.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa investasi memiliki peran penting dalam memperkuat pembangunan daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kemudahan bagi para investor,” ujar Maulana.
Pernyataan tersebut mencerminkan strategi pemerintah daerah yang kini semakin fokus pada peningkatan daya saing ekonomi lokal melalui pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta.
Dalam forum tersebut, pemerintah juga memberikan penghargaan Investment Award 2026 kepada sejumlah pelaku usaha dan investor yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Jambi.
Penghargaan itu bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Investasi Berkelanjutan Jadi Fokus Baru Pemerintah Daerah
Berbeda dari pendekatan investasi konvensional yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, Pemerintah Kota Jambi mulai menekankan konsep investasi berkelanjutan—yakni investasi yang tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam kebijakan pembangunan daerah di banyak negara. Investor kini tidak lagi hanya mempertimbangkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga stabilitas regulasi, tata kelola pemerintahan, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Maulana menilai bahwa Kota Jambi memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional apabila mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin investasi yang masuk ke Kota Jambi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah mulai menyesuaikan diri dengan arah ekonomi global yang semakin menuntut praktik bisnis berkelanjutan.
Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Selain mendorong investasi baru, forum temu bisnis juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha yang telah beroperasi di Kota Jambi.
Pemerintah menyadari bahwa kepastian regulasi, kemudahan perizinan, dan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor. Karena itu, reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan investasi terus didorong agar proses administrasi menjadi lebih efisien.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menekankan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang sehat antara pemerintah dan sektor swasta.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dunia usaha sebagai motor penggerak ekonomi.
Kota Jambi dan Persaingan Investasi Regional
Sebagai pusat ekonomi di Provinsi Jambi, Kota Jambi menghadapi tantangan untuk tetap kompetitif di tengah persaingan investasi antardaerah. Banyak kota kini berlomba menawarkan kemudahan perizinan, infrastruktur, dan insentif ekonomi guna menarik investor.
Karena itu, agenda seperti Temu Bisnis dan Investment Award dipandang penting untuk memperkuat citra daerah sebagai kawasan yang terbuka terhadap investasi dan memiliki stabilitas pembangunan.
Selain aspek ekonomi, pemerintah daerah juga berupaya membangun kepercayaan investor melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Jambi memang terlihat lebih aktif mendorong transformasi birokrasi dan percepatan layanan digital yang berkaitan dengan investasi dan usaha.
Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Harapan Masyarakat
Bagi masyarakat, investasi bukan sekadar istilah ekonomi makro. Ia berkaitan langsung dengan peluang kerja, pertumbuhan usaha lokal, dan peningkatan kualitas hidup.
Ketika investasi tumbuh, pemerintah berharap efek bergandanya dapat dirasakan melalui terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta berkembangnya sektor usaha mikro dan menengah.
Namun di sisi lain, masyarakat juga semakin menuntut agar pembangunan ekonomi tidak mengorbankan kualitas lingkungan dan keseimbangan sosial. Karena itu, konsep investasi berkelanjutan menjadi semakin relevan.
Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi ingin memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat luas.
“Investasi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Di tengah perubahan lanskap ekonomi nasional dan global, langkah Kota Jambi menggelar Temu Bisnis dan Investment Award 2026 memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kompetitif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.








