Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Maulana-Diza dan Upaya Membenahi Wajah Persampahan Kota Jambi di Tengah Tekanan Urbanisasi

badge-check


					Maulana-Diza dan Upaya Membenahi Wajah Persampahan Kota Jambi di Tengah Tekanan Urbanisasi Perbesar

Persoalan sampah di kawasan perkotaan sering kali menjadi indikator paling nyata tentang kualitas tata kelola sebuah kota. Di Kota Jambi, tantangan itu kini direspons melalui langkah yang lebih sistematis setelah Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha meninjau langsung fasilitas transfer depo sampah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan OPBM—Optimalisasi Pengelolaan Bersih Mandiri—di Kota Jambi.

Peninjauan tersebut bukan sekadar agenda inspeksi rutin birokrasi. Ia mencerminkan upaya Pemerintah Kota Jambi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di tengah pertumbuhan kota, peningkatan volume limbah rumah tangga, dan tuntutan masyarakat terhadap lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Dalam banyak kota berkembang di Indonesia, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan teknis semata. Ia telah berkembang menjadi isu lingkungan, kesehatan publik, hingga citra kota di mata masyarakat dan investor.

Transfer Depo dan Sistem Pengelolaan Sampah Kota

Transfer depo memiliki fungsi penting dalam rantai pengelolaan sampah perkotaan. Fasilitas ini menjadi titik pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut menuju tempat pemrosesan akhir. Efektivitas transfer depo sangat menentukan kelancaran distribusi dan pengurangan penumpukan sampah di kawasan permukiman.

Dalam peninjauan tersebut, Maulana menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan kesiapan infrastruktur pendukung sebelum implementasi OPBM dijalankan secara optimal.

“Kita ingin memastikan seluruh sistem berjalan baik agar pengelolaan sampah di Kota Jambi lebih efektif dan tertata,” ujar Maulana.

Pemerintah Kota Jambi menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan pengangkutan rutin. Dibutuhkan perubahan pola pengelolaan yang lebih modern, terukur, dan melibatkan masyarakat secara aktif.

OPBM dan Upaya Membangun Kota yang Lebih Bersih

Program OPBM atau Optimalisasi Pengelolaan Bersih Mandiri menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem kebersihan kota secara berkelanjutan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih.

Di berbagai kota besar, pendekatan pengelolaan sampah kini mulai bergeser dari pola “angkut-buang” menuju konsep pengurangan sampah dari sumber, pengelolaan mandiri lingkungan, dan pemanfaatan teknologi pengolahan limbah.

Kota Jambi tampaknya mulai bergerak ke arah tersebut. Peninjauan transfer depo menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum sistem berjalan lebih luas.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menilai pembenahan fasilitas pengelolaan sampah harus dilakukan secara bertahap namun konsisten agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” kata Diza.

Sampah dan Tantangan Urbanisasi Kota

Pertumbuhan kota hampir selalu diikuti peningkatan produksi sampah. Semakin tinggi aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk, semakin besar pula tekanan terhadap sistem pengelolaan lingkungan.

Di Indonesia, banyak pemerintah daerah menghadapi persoalan serupa: keterbatasan lahan tempat pembuangan akhir, minimnya fasilitas pengolahan modern, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan paling kompleks dalam tata kelola perkotaan modern.

Karena itu, langkah Pemerintah Kota Jambi untuk menata sistem transfer depo dapat dibaca sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pengelolaan lingkungan jangka panjang. Fasilitas yang baik bukan hanya mempermudah distribusi sampah, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Dorong Partisipasi Masyarakat

Meski infrastruktur menjadi elemen penting, keberhasilan pengelolaan sampah pada akhirnya tetap bergantung pada perilaku masyarakat. Pemerintah Kota Jambi menyadari bahwa persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan administratif.

Karena itu, OPBM juga diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kota di Indonesia mulai mengembangkan pendekatan berbasis komunitas dalam pengelolaan sampah, termasuk bank sampah, pengolahan limbah rumah tangga, hingga program daur ulang berbasis RT dan kelurahan.

Model semacam itu dipandang lebih efektif karena melibatkan warga sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan pemerintah.

Menuju Kota yang Lebih Layak Huni

Peninjauan transfer depo sampah oleh Maulana dan Diza memperlihatkan bahwa agenda pembangunan Kota Jambi kini semakin menaruh perhatian pada kualitas lingkungan perkotaan. Di tengah kompetisi antarkota dalam menarik investasi dan meningkatkan kualitas hidup warga, kebersihan menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.

Kota yang bersih bukan hanya mencerminkan disiplin administrasi pemerintah, tetapi juga menunjukkan tingkat partisipasi sosial masyarakatnya.

Dalam konteks itulah, persiapan pelaksanaan OPBM menjadi lebih dari sekadar program teknis pengelolaan sampah. Ia merupakan bagian dari upaya membangun Kota Jambi sebagai ruang hidup yang lebih sehat, tertata, dan layak huni bagi generasi mendatang.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kota modern tidak hanya diukur dari gedung tinggi atau pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari bagaimana kota tersebut mengelola hal paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari warganya: lingkungan yang bersih dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA