Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Menjelang Idul Adha, Kota Jambi Perkuat Pengawasan Hewan Kurban demi Keamanan Publik

badge-check


					Menjelang Idul Adha, Kota Jambi Perkuat Pengawasan Hewan Kurban demi Keamanan Publik Perbesar

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota Jambi memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban melalui pengerahan petugas pemeriksa di berbagai titik penjualan dan lokasi penyembelihan. Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan resmi tim pemeriksa kesehatan hewan kurban oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi.

Di tengah meningkatnya mobilitas perdagangan ternak menjelang Idul Adha, pemerintah daerah memandang pengawasan kesehatan hewan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat dan stabilitas distribusi pangan.

Pemeriksaan Hewan Kurban Diperketat di Seluruh Kota Jambi

Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, dan petugas teknis lapangan yang akan melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem terhadap hewan kurban di seluruh wilayah Kota Jambi.

Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan. Sementara pemeriksaan post mortem dilakukan setelah penyembelihan guna memastikan daging yang akan dikonsumsi masyarakat aman dan bebas dari indikasi penyakit.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi agenda strategis pemerintah daerah setiap menjelang Idul Adha, terutama untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan menular.

“Kita ingin memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat benar-benar sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Maulana.

Pernyataan itu menunjukkan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap isu keamanan pangan dan kesehatan veteriner yang kini semakin mendapat sorotan publik.

Kesehatan Hewan Kurban dan Keamanan Konsumsi Publik

Dalam beberapa tahun terakhir, isu penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun penyakit zoonosis lain telah mengubah cara pemerintah daerah memandang distribusi ternak kurban. Pengawasan tidak lagi sekadar administratif, tetapi menjadi bagian dari sistem mitigasi risiko kesehatan masyarakat.

Momentum Idul Adha sendiri selalu diiringi lonjakan lalu lintas hewan ternak antardaerah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi penyebaran penyakit apabila tidak diimbangi pengawasan ketat.

Karena itu, Pemerintah Kota Jambi menempatkan pemeriksaan kesehatan hewan sebagai prioritas utama sebelum ternak diperjualbelikan maupun disembelih.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza, menegaskan bahwa masyarakat perlu memperoleh jaminan keamanan terhadap hewan kurban yang mereka beli.

“Masyarakat harus merasa tenang bahwa hewan kurban yang mereka konsumsi telah melalui pemeriksaan kesehatan yang sesuai standar,” katanya.

Selain pemeriksaan fisik hewan, petugas juga akan melakukan edukasi kepada pedagang dan panitia kurban terkait tata cara penanganan ternak yang higienis dan sesuai prosedur kesehatan veteriner.

Pengawasan Diperluas hingga Lokasi Penyembelihan

Tidak hanya di pasar ternak dan lapak penjualan, pengawasan juga akan dilakukan di masjid, musala, dan lokasi penyembelihan hewan kurban yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Jambi.

Petugas nantinya bertugas memberikan label atau surat keterangan kesehatan terhadap hewan yang dinyatakan layak. Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengenali ternak yang telah melalui pemeriksaan resmi pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kualitas hewan kurban memenuhi syariat sekaligus standar kesehatan pangan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi yang telah berada dalam pengawasan petugas kesehatan hewan.

Idul Adha dan Tantangan Pengawasan Modern

Di berbagai daerah di Indonesia, pengawasan hewan kurban kini menjadi tantangan yang semakin kompleks. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sapi dan kambing kurban menyebabkan distribusi ternak meningkat tajam dalam waktu singkat.

Dalam situasi tersebut, pemerintah daerah dituntut mampu menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi, kesehatan hewan, dan keamanan konsumsi masyarakat.

Pengawasan veteriner modern kini tidak hanya menekankan aspek teknis kesehatan hewan, tetapi juga mencakup edukasi publik, ketertiban distribusi, hingga pencegahan praktik perdagangan ternak ilegal.

Bagi Kota Jambi, pengerahan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan pemerintah daerah.

Antara Tradisi Keagamaan dan Tanggung Jawab Kesehatan

Idul Adha memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Muslim. Namun di balik tradisi penyembelihan hewan kurban, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan proses distribusi dan konsumsi daging berlangsung aman.

Karena itu, kehadiran petugas pemeriksa kesehatan hewan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.

Maulana menegaskan bahwa pengawasan ini bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan bentuk perlindungan pemerintah terhadap kesehatan publik.

“Kami ingin seluruh rangkaian Idul Adha berjalan lancar, aman, sehat, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah dinamika perdagangan ternak dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat, langkah Pemerintah Kota Jambi memperkuat pemeriksaan hewan kurban memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan kini juga dikelola melalui pendekatan kesehatan publik yang lebih modern dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA