jarakmedia.com — Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menghadiri Forum Bisnis Daerah yang diselenggarakan oleh BPD HIPMI Provinsi Jambi di Rumah Kito Resort Hotel. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda daerah.
Dalam pemaparannya, Menteri Hukum menegaskan bahwa pengusaha muda tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga harus memiliki pemahaman hukum yang kuat.

“Pengusaha muda tidak cukup hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga harus melek hukum. Mulai dari legalitas usaha, perlindungan merek, hingga perjanjian kerja sama harus dipahami dengan baik agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk rahasia dagang dan merek dagang, menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan serta nilai bisnis. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong kemudahan akses perizinan guna menciptakan iklim usaha yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
Lebih lanjut, arah kebijakan nasional melalui program Asta Cita dari Prabowo Subianto dinilai berpihak pada penguatan pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hukum juga mengajak jajaran BPD HIPMI Jambi untuk aktif berpartisipasi dalam program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, serta program pembangunan 3 juta rumah.
Forum ini turut dihadiri oleh Ade Jona Prasetyo Calon Ketua Umum BPP HIPMI masa Bakti 2026-2029, Wakil Wali Kota Jambi Diza Azra Aljosha, Anggota DPR RI Dapil Jambi Rocky Candra dan Syarif Fasha, perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Ketua Kadin Provinsi Jambi Usman Sulaiman, serta para senior, dewan pembina, dan dewan kehormatan BPD HIPMI Jambi.
Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Fadhilla Hasrul, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Hukum dan seluruh tamu undangan.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi kami atas kehadiran Bapak Menteri Hukum di tengah-tengah pengusaha muda Jambi. Materi yang disampaikan membuka wawasan kami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ide dan inovasi, tetapi juga oleh kekuatan aspek legal yang melindungi dan menopang bisnis tersebut.”
Ia juga menegaskan komitmen HIPMI Jambi untuk terus meningkatkan literasi hukum di kalangan pengusaha muda serta mendukung program-program strategis pemerintah.
“Kami siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam menyukseskan program prioritas nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis, penguatan Koperasi Merah Putih, hingga program pembangunan 3 juta rumah. HIPMI Jambi akan menjadi bagian dari solusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.”
Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sadar hukum dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.








