Transformasi Digital Tak Lagi Menjadi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
JAMBI — Di tengah perubahan lanskap ekonomi yang semakin dipengaruhi teknologi digital, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program Pandu Literasi Digital. Kegiatan yang berlangsung di Aula Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan bersaing di era ekonomi digital.
Program tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa. Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, pengelolaan usaha, serta keamanan digital.

Komitmen Jangka Panjang Membangun SDM Digital
Pelaksanaan kegiatan ini bukanlah program yang berdiri sendiri. Ia merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan yang ditandatangani Pemerintah Kota Jambi bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) pada Februari 2026. Kesepakatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan digital melalui pengembangan literasi digital, talenta digital, hingga kepemimpinan digital.
Langkah ini mencerminkan kesadaran pemerintah daerah bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur teknologi, tetapi juga kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Di berbagai daerah, tantangan terbesar transformasi digital sering kali terletak pada kesenjangan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
Literasi Digital sebagai Kunci Daya Saing UMKM
Mewakili Wali Kota Jambi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Jambi, Dr. H. Mulyadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa literasi digital kini menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha.
Dalam sambutannya, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital atas kolaborasi yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi era transformasi digital.
“Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bertransaksi, dan menjalankan usaha. Keberhasilan sebuah usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memasarkan produk secara efektif melalui platform digital,” ujar Mulyadi.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas baru dunia usaha. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan membangun identitas merek, menciptakan konten promosi yang menarik, dan memanfaatkan media digital menjadi faktor yang menentukan keberhasilan bisnis, khususnya bagi UMKM.
Belajar Copywriting dan Visualisasi Produk
Mengusung tema “Strategi Copywriting dan Visualisasi Digital Meningkatkan Daya Saing Usaha”, pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.
Materi yang diberikan mencakup penyusunan kalimat promosi yang persuasif, strategi pemasaran digital, hingga teknik menampilkan visual produk secara kreatif dan profesional. Menurut Mulyadi, kemampuan tersebut kini menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk menarik perhatian konsumen sekaligus memenangkan persaingan pasar.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pemasaran digital dan pengembangan usaha, antara lain Dedi Handoko dari Yayasan Cikal Kolaborasi Indonesia, Andel Hopi Candra dari Muda Berpengaruh Indonesia, serta Wiska yang merupakan Manager Rumah BUMN.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Pemerintah Kota Jambi meyakini bahwa peningkatan literasi digital memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan penguasaan teknologi yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa peningkatan literasi digital merupakan salah satu kunci utama agar para pelaku usaha mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan omzet, dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegas Mulyadi.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui berbagai program pendukung yang telah dijalankan Pemerintah Kota Jambi. Di antaranya adalah Program Bank Harkat yang menyediakan dukungan pembiayaan kelompok usaha masyarakat, serta Ruang Milenial yang menjadi wadah pengembangan kreativitas dan keterampilan generasi muda, termasuk di bidang kewirausahaan.
Membangun Ekosistem Digital yang Inklusif
Lebih jauh, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini menunjukkan upaya membangun ekosistem digital yang inklusif. Tidak hanya menyasar kalangan profesional atau perusahaan besar, transformasi digital juga diarahkan untuk menjangkau usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Dengan semakin luasnya akses teknologi dan meningkatnya kompetensi digital masyarakat, Kota Jambi berupaya menempatkan diri sebagai daerah yang siap menghadapi perubahan ekonomi berbasis digital. Program literasi seperti ini menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa transformasi digital tidak meninggalkan kelompok masyarakat tertentu, melainkan menjadi instrumen pemerataan peluang ekonomi di masa depan.








