Ratusan Anak PAUD Ikuti Ajang Kreativitas dalam Rangka Hardiknas dan HUT Kota Jambi
Di tengah berbagai upaya memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini, Pemerintah Kota Jambi memilih pendekatan yang sederhana namun sarat makna: memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui warna. Kamis pagi, ratusan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memenuhi Lapangan Tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi dalam sebuah lomba mewarnai yang dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter dan kreativitas generasi masa depan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini sekaligus memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Suasana yang penuh warna dan antusiasme terlihat sejak pagi. Sebanyak 300 anak dari berbagai lembaga PAUD di Kota Jambi mengikuti perlombaan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi, Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Betuah, serta peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Investasi Jangka Panjang
Di balik semarak lomba, tersimpan pesan yang lebih besar mengenai arah pembangunan daerah. Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berkutat pada proyek fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh pengembangan sumber daya manusia sejak tahap paling awal kehidupan.
Acara tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Jambi, Mulyadi, yang hadir mewakili Wali Kota Jambi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang perlu terus mendapatkan ruang positif untuk bertumbuh.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, daya imajinasi, serta kemampuan motorik mereka. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keberanian, kepercayaan diri, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas sejak dini,” ujar Mulyadi.
Pernyataan tersebut mencerminkan paradigma pendidikan modern yang tidak lagi memandang keberhasilan anak hanya dari aspek akademik. Kreativitas, kemampuan sosial, dan kecerdasan emosional kini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang adaptif menghadapi perubahan zaman.
Warna-Warni yang Menyimpan Harapan Masa Depan
Bagi sebagian orang dewasa, mewarnai mungkin tampak sebagai aktivitas sederhana. Namun bagi anak-anak usia dini, kegiatan itu merupakan medium untuk mengenali dunia, melatih koordinasi motorik, sekaligus mengembangkan imajinasi.
Mulyadi mengaku terkesan melihat antusiasme para peserta yang begitu tinggi selama kegiatan berlangsung. Ia menilai setiap warna yang dituangkan anak-anak di atas kertas merepresentasikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil karya visual.
“Warna-warni yang kalian tuangkan dalam gambar hari ini bukan hanya sekadar coretan, tetapi merupakan ekspresi dari cita-cita, harapan, dan masa depan yang cerah,” katanya di hadapan para peserta.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi sebagai tahap persiapan menuju sekolah dasar, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebebasan berekspresi.
Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Pemerintah
Keberhasilan pendidikan anak usia dini, menurut Pemerintah Kota Jambi, tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah agar proses tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Jambi, para tenaga pendidik, panitia pelaksana, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Peran orang tua dan pendidik sangatlah penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah harus terus diperkuat demi menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan berbagai program pendidikan anak usia dini yang selama ini terus dikembangkan Pemerintah Kota Jambi, termasuk Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini yang bertujuan memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan sejak usia prasekolah.
Menuju Generasi Emas 2045
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, menjelaskan bahwa lomba mewarnai tahun ini diikuti oleh 300 peserta dan dilaksanakan dalam satu hari penuh. Sebagai bentuk apresiasi, para peserta memperoleh kesempatan mendapatkan penghargaan berupa piala, sertifikat, dan tas.
Namun nilai utama kegiatan ini bukan terletak pada hadiah yang diperebutkan. Pemerintah Kota Jambi memandang kegiatan edukatif semacam ini sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter kuat.
“Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah melalui pendidikan dan pembinaan anak-anak sejak usia dini,” tegas Mulyadi.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kemampuan berpikir kreatif dan keberanian mengekspresikan gagasan menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan. Karena itu, lomba mewarnai yang digelar Pemkot Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
Melalui goresan warna sederhana di atas kertas, Kota Jambi sedang menanam benih-benih kreativitas yang kelak diharapkan tumbuh menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah dan bangsa.








