Rumah BUMN Jambi menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Marketing Bukan Jualan Tapi Mengerti Manusia” secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 14 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 22 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Jambi dan menghadirkan narasumber berpengalaman, Bapak M. Hafidl Maulana, seorang Certified Digital Marketer Expert, Entrepreneur, sekaligus Founder Harapan Muda Foundation. Pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan kepada pelaku usaha untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih humanis dan tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Kegiatan dibuka oleh Manager Rumah BUMN Jambi, Bapak Yeri Pranata, yang menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pemasaran. “Saat ini kita bukan lagi sekadar nawarin produk, tapi gimana kita bisa nyambung sama orang yang kita layani. Nah, kalau kita mengerti manusia, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka sukai, dan apa yang mereka rasakan, jualan tuh jadi lebih mudah. Hubungan dengan pelanggan pun dapat bertahan dengan lama,” ujar Yeri dalam sambutannya.

Dalam sesi materi, Bapak M. Hafidl Maulana membahas konsep Marketing Level Up, yakni peningkatan strategi pemasaran yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada pemahaman mendalam terhadap perilaku dan kebutuhan konsumen. “Pemasaran modern menuntut kita untuk menjadi pendengar yang baik. Kita harus memanfaatkan data, tren, dan interaksi langsung untuk membangun komunikasi yang relevan dan personal. Ketika kita mampu memahami pola pikir dan kebiasaan konsumen, maka setiap strategi yang kita terapkan akan lebih tepat sasaran dan berdampak jangka panjang,” ungkap Hafidl.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti paparan materi yang disampaikan secara interaktif. Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah materi menjadi ruang diskusi yang hidup, di mana para pelaku UMKM berbagi pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam memasarkan produk. Hafidl memberikan berbagai studi kasus dan tips praktis, seperti pemanfaatan media sosial secara optimal, pembuatan konten yang mengundang interaksi, serta pentingnya menjaga konsistensi merek.
Latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini berangkat dari kebutuhan pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif. Pemasaran yang hanya berorientasi pada penjualan sering kali membuat hubungan dengan pelanggan menjadi singkat. Oleh karena itu, Rumah BUMN Jambi berupaya membekali para binaannya dengan pendekatan pemasaran yang lebih berkelanjutan, di mana pemahaman terhadap konsumen menjadi kunci utama.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap para pelaku UMKM binaan mampu mengaplikasikan strategi pemasaran yang lebih kreatif, relevan, dan humanis. Kami akan terus mengadakan kegiatan serupa sebagai tindak lanjut, sehingga kemampuan pemasaran mereka dapat terus berkembang,” tambah Yeri Pranata.
Pelatihan “Marketing Bukan Jualan Tapi Mengerti Manusia” ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk mengubah cara pandang dalam menjalankan usahanya. Melalui pengetahuan dan strategi yang dibagikan oleh narasumber, diharapkan peserta mampu menciptakan hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, sehingga bukan hanya penjualan yang meningkat, tetapi juga kepercayaan dan loyalitas konsumen. Rumah BUMN Jambi merencanakan program lanjutan berupa klinik konsultasi pemasaran secara berkala, yang akan membantu UMKM mengimplementasikan materi pelatihan secara nyata di lapangan.








