21 juli 2025, Sebanyak 66 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN Jambi mengikuti kegiatan bertajuk UMKM Naik Kelas dimulai dari pembukuan keuangan yang jelas yang digelar di Kantor PLN UP3 Jambi pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan yang merupakan program resmi Rumah BUMN Jambi ini menjadi salah satu langkah nyata mendukung pelaku usaha agar semakin tertib administrasi dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Yeri Pranata, Manager Rumah BUMN Jambi, menekankan pentingnya pembukuan keuangan sebagai pondasi usaha yang sehat dan berkelanjutan. Menurut Yeri, data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat baru sekitar 30% UMKM di Indonesia yang memiliki pembukuan sederhana, sedangkan sisanya masih menjalankan usaha tanpa catatan keuangan yang memadai. Berdasarkan survei internal Rumah BUMN Jambi di awal tahun 2025, 7 dari 10 UMKM binaan belum memiliki catatan laba rugi bulanan yang tertib. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi agar UMKM mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Hari ini kita buktikan bahwa kita semua siap naik kelas. Usaha kita tidak cukup hanya bermodal semangat dan produk yang enak, tapi juga harus didukung manajemen keuangan yang rapi. Kalau pembukuan berantakan, kita sendiri yang bingung uangnya ke mana, modalnya berapa, keuntungannya berapa. Padahal dengan catatan keuangan sederhana, kita bisa buka jalan ke bank, investor, bahkan pasar ekspor,” ujar Yeri di hadapan para peserta.
Yeri juga menambahkan bahwa pembukuan yang rapi akan memudahkan UMKM mengakses berbagai fasilitas pembiayaan dan pendampingan lanjutan. Dalam paparannya, Yeri menyebutkan bahwa Rumah BUMN Jambi menargetkan pada tahun ini setidaknya 70% dari total mitra binaan sudah memiliki pembukuan bulanan, baik secara manual maupun digital menggunakan aplikasi pembukuan sederhana. “Kalau kita punya data keuangan yang jelas, bank juga percaya. Investor juga yakin. Kita bisa buktikan bahwa usaha kita jalan, untung, dan punya rencana pengembangan,” tambahnya.
Acara ini resmi dibuka oleh CFO Rumah BUMN Jambi, Enggeran Kewi, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh Rumah BUMN mendampingi UMKM agar bisa naik kelas. Enggeran menjelaskan bahwa program peningkatan kapasitas UMKM ini akan dilakukan secara berkelanjutan, dengan materi praktis dan bimbingan langsung dari para praktisi dan akademisi. “Kami ingin UMKM di Jambi ini benar-benar naik kelas, bukan hanya jargon. Kalau pembukuan sudah rapi, langkah berikutnya bisa kita dorong ke digital marketing, sertifikasi, hingga pemasaran lintas daerah. Semua berawal dari data keuangan yang benar,” kata Enggeran.
Dalam sesi inti, para peserta mendapat materi dari Drs. Agus Syarif, MBS, seorang akademisi dan praktisi bisnis yang sudah lebih dari 30 tahun mendampingi UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Agus menjelaskan cara sederhana membuat pembukuan harian hingga bulanan, membedakan antara uang usaha dan uang pribadi, serta tips agar pelaku UMKM tidak merasa terbebani dengan administrasi keuangan. Peserta juga melakukan praktik langsung cara membuat catatan keuangan sederhana, dipandu langsung oleh Agus, mulai dari mencatat pengeluaran harian hingga membuat laporan sederhana. “Tidak perlu takut dengan pembukuan. Kita bisa mulai dari catatan manual, buku tulis, atau aplikasi gratis. Yang penting disiplin dan rutin dicatat. Jangan menunda. Kalau nunda, pasti lupa. Kalau lupa, rugi,” ungkap Agus di sela-sela materinya.
Sebagai tindak lanjut, Rumah BUMN Jambi berencana terus mengadakan program serupa secara berkala dengan materi yang semakin beragam, mulai dari pelatihan pemasaran digital, pengemasan produk, hingga strategi branding. Dengan dukungan pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan para pelaku UMKM dapat mempraktikkan langsung ilmu yang didapat dan membangun usaha yang lebih profesional. Rumah BUMN Jambi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu UMKM mengembangkan jaringan usaha dan memperluas pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional. Harapannya, UMKM di Jambi bisa menjadi contoh sukses bagaimana usaha kecil dapat naik kelas melalui pengelolaan bisnis yang modern, tertib, dan transparan.








