Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Wakil Wali Kota Jambi Dorong Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bangun Jiwa Kewirausahaan

badge-check


					Wakil Wali Kota Jambi Dorong Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bangun Jiwa Kewirausahaan Perbesar

Kewirausahaan Sebagai Jalan Kedua Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

Di tengah upaya memperkuat pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan, Pemerintah Kota Jambi menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan dan mental kewirausahaan sebagai bekal kehidupan setelah masa pidana berakhir. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menghadiri kegiatan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Diza tidak hanya memberikan motivasi kepada warga binaan, tetapi juga menekankan bahwa masa pembinaan di dalam lapas harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membangun kapasitas diri. Menurutnya, keterampilan dan semangat berwirausaha dapat menjadi modal penting bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pesan tersebut hadir di tengah meningkatnya perhatian berbagai pihak terhadap pentingnya program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kemandirian ekonomi.

Mengubah Paradigma Pembinaan Pemasyarakatan

Dari Hukuman Menuju Pemberdayaan

Selama bertahun-tahun, lembaga pemasyarakatan kerap dipandang semata sebagai tempat menjalani hukuman. Namun, paradigma pemasyarakatan modern menempatkan lapas sebagai ruang pembelajaran yang memungkinkan warga binaan memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Diza menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan membangun kehidupan baru. Ia mendorong warga binaan untuk tidak menjadikan masa lalu sebagai hambatan, melainkan sebagai pelajaran berharga dalam menata masa depan.

Menurutnya, jiwa kewirausahaan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan membuka usaha, tetapi juga menyangkut keberanian mengambil peluang, disiplin, kreativitas, dan ketekunan dalam menghadapi tantangan.

“Kesempatan selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk berubah dan terus belajar,” pesan Diza kepada para peserta kegiatan pembinaan.

Keterampilan Sebagai Bekal Reintegrasi Sosial

Menyiapkan Kehidupan Setelah Bebas

Dorongan terhadap pengembangan kewirausahaan sejalan dengan berbagai program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Jambi.

Berbagai pelatihan keterampilan telah diberikan kepada warga binaan, mulai dari menjahit, pangkas rambut, membatik, hingga berbagai kegiatan produktif lainnya yang memiliki nilai ekonomi. Program-program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Jambi sebelumnya menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan. Melalui pelatihan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga rasa percaya diri untuk memulai usaha secara mandiri setelah bebas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan Pemerintah Kota Jambi yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.

Kewirausahaan dan Tantangan Dunia Kerja

Membuka Peluang di Tengah Persaingan

Bagi sebagian mantan warga binaan, kembali ke dunia kerja sering kali tidak mudah. Stigma sosial dan keterbatasan akses pekerjaan formal masih menjadi tantangan yang nyata.

Karena itu, kewirausahaan dipandang sebagai salah satu solusi strategis. Dengan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis dan kemampuan mengelola usaha, mantan warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri bahkan bagi orang lain.

Diza menilai bahwa semangat kewirausahaan harus ditanamkan sejak masa pembinaan berlangsung. Ketika seseorang memiliki keterampilan, jaringan, dan mental yang kuat, peluang untuk kembali terjerumus ke dalam permasalahan hukum dapat diminimalkan.

Pendekatan ini juga sejalan dengan berbagai program pengembangan SDM yang selama ini menjadi fokus Pemerintah Kota Jambi. Menurut Diza, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas manusianya.

Kolaborasi untuk Membangun Harapan Baru

Pemerintah, Lapas, dan Masyarakat Harus Bersinergi

Keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan tidak dapat dibebankan kepada lembaga pemasyarakatan semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan.

Dalam konteks tersebut, dukungan terhadap program kewirausahaan menjadi penting karena mampu menjembatani proses transisi warga binaan menuju kehidupan yang produktif.

Berbagai pelatihan yang telah berjalan di Lapas Kelas IIA Jambi menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkembang. Pelatihan membatik, misalnya, telah menghasilkan karya yang memiliki nilai jual dan membuka peluang usaha baru bagi peserta pembinaan.

Sementara itu, program keterampilan lainnya seperti menjahit dan pangkas rambut terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha yang tersedia.

Menanam Benih Kemandirian dari Balik Jeruji

Dorongan Wakil Wali Kota Jambi kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Jambi mencerminkan pandangan yang lebih luas mengenai makna pemasyarakatan. Bahwa pembinaan tidak hanya bertujuan menjalankan proses hukum, tetapi juga mempersiapkan individu untuk kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.

Melalui penguatan jiwa kewirausahaan, warga binaan didorong untuk melihat masa depan dengan optimisme baru. Keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan bukan sekadar bekal mencari nafkah, melainkan juga sarana membangun harga diri, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih melekat pada proses reintegrasi mantan narapidana, pesan yang disampaikan Diza menghadirkan perspektif penting: setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Dan sering kali, kesempatan itu dimulai dari keberanian untuk belajar, bekerja, dan membangun usaha dari nol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA