Menu

Mode Gelap
Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Wali Kota Maulana Lepas Satgas Tanggap Bahagia untuk Wujudkan Kota Jambi Aman, Bersih, dan Indah

badge-check


					Wali Kota Maulana Lepas Satgas Tanggap Bahagia untuk Wujudkan Kota Jambi Aman, Bersih, dan Indah Perbesar

Mengapa Satgas Ini Penting?

Pembentukan Satgas Tanggap Bahagia muncul di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Pertumbuhan mobilitas warga, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga persoalan klasik seperti sampah, drainase, dan ketertiban lingkungan menjadi pekerjaan rumah yang terus membayangi banyak kota berkembang, termasuk Kota Jambi.

Dalam pidato perdananya di DPRD Kota Jambi, Maulana mengakui bahwa kota yang dipimpinnya menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari infrastruktur yang belum merata, pengelolaan sampah, hingga pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan fokus memperbaiki tata kelola kota agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Satgas Tanggap Bahagia dipandang sebagai salah satu instrumen operasional untuk mempercepat agenda tersebut. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan tindakan nyata di lapangan—baik dalam penanganan kebersihan lingkungan, pengawasan fasilitas publik, maupun respons terhadap gangguan ketertiban dan keamanan kota.

Kota Jambi dan Ambisi Menjadi “Kota Bahagia”

Program Kota Jambi Bahagia

Konsep “Bahagia” yang diusung Maulana bukan sekadar slogan politik. Pemerintah Kota Jambi telah memperkenalkan sedikitnya 11 program unggulan yang dirancang untuk menopang transformasi kota dalam lima tahun ke depan. Salah satu yang paling menonjol adalah program “Kota Tangguh”, yang menitikberatkan pada pembangunan kota yang bersih, modern, nyaman, dan mampu menghadapi tantangan lingkungan perkotaan.

Program tersebut mencakup penataan ruang kota, penguatan infrastruktur, pengendalian banjir, hingga pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Pemerintah juga berencana menambah armada pengangkut sampah dan memperkuat layanan kebersihan hingga tingkat RT.

Di sisi lain, pendekatan yang digunakan Maulana terlihat semakin menekankan kolaborasi sosial. Pemerintah tidak hanya mengandalkan birokrasi formal, tetapi juga mendorong keterlibatan RT, komunitas warga, hingga relawan lingkungan.

Pendekatan itu terlihat dalam gerakan gotong royong serentak di 1.650 RT yang pernah dipimpin langsung oleh Maulana dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan.

Menjaga Rasa Aman di Tengah Dinamika Kota

Fokus pada Ketertiban dan Keamanan Warga

Selain kebersihan dan estetika kota, aspek keamanan juga menjadi perhatian besar Pemerintah Kota Jambi. Dalam beberapa kesempatan, Maulana bahkan turun langsung melakukan patroli bersama aparat TNI dan Polri untuk memastikan situasi kota tetap kondusif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan hadir untuk memastikan masyarakat Kota Jambi merasa aman,” ujar Maulana saat patroli gabungan bersama aparat keamanan.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana konsep “bahagia” yang diusung pemerintah kota tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga rasa aman dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan pelepasan Satgas Tanggap Bahagia, pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar terasa hingga ke lingkungan terkecil warga kota.

Tantangan Besar di Balik Optimisme

Meski demikian, jalan menuju kota yang aman, bersih, dan indah tentu bukan tanpa hambatan. Persoalan sampah, kemacetan, drainase, hingga disiplin masyarakat membutuhkan proses panjang dan konsistensi kebijakan.

Namun, optimisme terhadap perubahan itu mulai terlihat dari arah pembangunan yang sedang dijalankan. Pemerintah Kota Jambi juga mulai mendorong digitalisasi layanan publik dan reformasi birokrasi guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kompetisi antar-kota untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di Sumatra, langkah Maulana membentuk Satgas Tanggap Bahagia dapat dibaca sebagai upaya membangun identitas baru Kota Jambi—bukan hanya sebagai kota administratif, tetapi sebagai kota yang nyaman dihuni.

Pada akhirnya, keberhasilan satgas ini tidak akan diukur dari jumlah apel atau seremoni pelepasan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat: jalan yang lebih bersih, lingkungan yang lebih tertata, serta rasa aman yang hadir dalam aktivitas sehari-hari warga kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Investasi Manusia di Kota Jambi: Menakar Strategi Ekonomi Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Mengurai Sengkarut Agraria Muaro Jambi: Jejak Laporan Penyerobotan Lahan Gambut Jaya Terungkap

25 Mei 2026 - 01:36 WIB

Jika Surat Rekomendasi Cacat, Mengapa Hanya 105 yang Dipersoalkan?”: Pemilik SHM Gambut Jaya Tuntut Asas Persamaan di Depan Hukum

22 Mei 2026 - 20:01 WIB

Gerakan Kemanusiaan BOLONG Jadi Bukti Kepedulian Anak Muda Bungo untuk Sesama

21 Mei 2026 - 06:51 WIB

Kota Jambi Mengubah Wajah Pengelolaan Sampah melalui Reformasi Berbasis Lingkungan

21 Mei 2026 - 03:35 WIB

#JambiBergerak BERITA