Di tengah semakin terbukanya arus investasi dan pertumbuhan sektor usaha di daerah, Pemerintah Kota Jambi menggarisbawahi satu pesan penting kepada dunia usaha: pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui berbagai forum bersama pelaku usaha, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mendorong perusahaan dan investor baru untuk lebih memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) lokal Kota Jambi dalam aktivitas bisnis mereka.
Pesan tersebut mencerminkan arah kebijakan yang lebih luas dari Pemerintah Kota Jambi, yakni memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Jambi memang mengalami pertumbuhan aktivitas ekonomi yang cukup dinamis. Meningkatnya investasi di sektor perdagangan, jasa, kuliner, hingga industri kreatif menghadirkan peluang baru sekaligus tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan tenaga kerja lokal bersaing di tengah masuknya pelaku usaha dari berbagai daerah.
Pemerintah Kota Jambi Dorong Ekonomi yang Inklusif
Dalam keterangannya, Wakil Wali Kota Diza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terbuka terhadap kehadiran dunia usaha baru. Namun, ia berharap pertumbuhan tersebut turut melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dari ekosistem ekonomi yang berkembang.
“Kami terbuka terhadap investasi dan pelaku usaha baru. Namun kami berharap tenaga kerja lokal Kota Jambi juga dapat diberdayakan,” ujar Diza dalam agenda tersebut. (jambikota.go.id)
Pernyataan itu menegaskan pendekatan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif. Pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi semata, tetapi juga pada distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam konteks perkotaan modern, persoalan ketenagakerjaan menjadi isu strategis. Banyak daerah menghadapi situasi ketika investasi tumbuh, namun kesempatan kerja bagi warga lokal justru terbatas akibat ketidaksesuaian keterampilan atau dominasi tenaga kerja dari luar daerah.
Karena itu, dorongan untuk memanfaatkan SDM lokal dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat.
SDM Lokal Dinilai Memiliki Potensi Besar
Pemerintah Kota Jambi meyakini bahwa tenaga kerja lokal memiliki kapasitas yang mampu bersaing apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai. Selain memahami karakter sosial dan budaya daerah, SDM lokal dinilai lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan pasar setempat.
Diza juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Menurutnya, pengembangan SDM menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan daya saing daerah di masa depan.
Langkah tersebut sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah yang mendorong pelatihan keterampilan, penguatan kewirausahaan, dan peningkatan kompetensi generasi muda.
Dalam perspektif ekonomi daerah, penggunaan tenaga kerja lokal tidak hanya berdampak pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Pendapatan yang diterima pekerja lokal cenderung kembali berputar di dalam kota melalui konsumsi, usaha kecil, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Dunia Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Ekonomi
Di banyak kota berkembang, keberadaan dunia usaha kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi juga bagian dari ekosistem sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan perusahaan dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Jambi tampaknya ingin membangun pola hubungan yang lebih kolaboratif dengan para pelaku usaha. Alih-alih menggunakan pendekatan regulatif yang kaku, pemerintah mencoba mengedepankan komunikasi dan kemitraan agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.
Pendekatan seperti ini semakin relevan di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi. Kota yang mampu menyediakan tenaga kerja berkualitas sekaligus menjaga stabilitas sosial biasanya lebih menarik bagi investor dalam jangka panjang.
Selain itu, keterlibatan SDM lokal juga dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap perkembangan ekonomi di daerahnya sendiri. Ketika warga merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk, maka hubungan antara dunia usaha dan masyarakat cenderung lebih harmonis.
Tantangan Menyiapkan Tenaga Kerja Kompetitif
Meski demikian, dorongan penggunaan SDM lokal juga menghadapi tantangan nyata. Perubahan dunia kerja yang cepat menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang adaptif, terutama di era digital dan ekonomi kreatif saat ini.
Karena itu, penguatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja menjadi faktor penting yang tidak bisa dipisahkan dari agenda investasi daerah. Pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan perlu membangun koneksi yang lebih erat agar kebutuhan industri dapat sejalan dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
Kota Jambi sendiri saat ini berada pada fase penting pertumbuhan ekonomi perkotaan. Masuknya investasi baru membuka peluang besar bagi perkembangan kota, tetapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Melalui ajakan kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan SDM lokal, Wakil Wali Kota Diza tampaknya ingin menegaskan satu prinsip dasar pembangunan: bahwa pertumbuhan ekonomi yang sehat bukan hanya tentang seberapa besar investasi masuk, melainkan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.








