JAKARTA – Akun media sosial Instagram resmi milik Presiden Indonesia, Prabowo Subianto (@prabowo), dan Presiden Brazil, Luiz Inácio Lula da Silva (@lulaoficial), dalam beberapa waktu terakhir menjadi arena perselisihan sengit antara netizen kedua negara. Aksi saling balas komentar ini dipicu oleh insiden meninggalnya seorang pendaki gunung asal Brazil di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Pantauan pada Kamis (26/6/2025), kolom komentar di sejumlah unggahan kedua pemimpin negara tersebut dipenuhi oleh argumen dalam bahasa Portugis dan Indonesia. Netizen asal Brazil secara massal menuliskan tuntutan “Justiça” (keadilan) dan menuduh adanya kelalaian serta standar keselamatan yang buruk yang menyebabkan kematian rekan senegaranya.

“Kami menuntut keadilan untuk warga kami. Pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas keamanan turis,” tulis salah satu pengguna Instagram dengan bendera Brazil di kolom komentar akun @prabowo.
Sebaliknya, netizen Indonesia memberikan pembelaan dengan menjelaskan upaya maksimal tim Search and Rescue (SAR) di medan yang sulit. Mereka juga meminta agar insiden ini tidak digeneralisasi untuk menyerang citra pariwisata Indonesia secara keseluruhan.
“Tim SAR sudah bekerja keras mempertaruhkan nyawa. Tolong hargai upaya mereka dan jangan menyalahkan negara kami,” balas seorang netizen Indonesia.
Insiden ini bermula ketika seorang pendaki warga negara Brazil dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu. Menurut laporan awal dari otoritas setempat, termasuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), korban diduga mengalami hipotermia setelah menghadapi cuaca ekstrem. Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi jenazah korban dari lokasi.
Eskalasi perselisihan ke akun Instagram presiden diduga merupakan upaya netizen Brazil untuk mencari perhatian di tingkat tertinggi dan menekan pemerintah kedua negara agar memberikan respons resmi. Akun pemimpin negara dianggap sebagai platform paling efektif untuk menyuarakan keluhan internasional secara langsung kepada figur otoritas tertinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan Indonesia maupun pemerintah Brazil terkait aktivitas netizen di akun para pemimpin mereka. Fenomena ini menyoroti bagaimana insiden tragis dapat dengan cepat menjadi isu diplomasi publik di era digital, yang berpotensi memengaruhi citra pariwisata dan hubungan antar masyarakat kedua negara.








