Jambi – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Jambi mengecam keras insiden penganiayaan terhadap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rida, usai mengikuti kegiatan keagamaan di Kota Tangerang. Tindakan brutal tersebut dinilai mencederai nilai kemanusiaan sekaligus melecehkan prinsip hukum dan demokrasi di Indonesia.
Ketua PW GP Ansor Jambi, Habibi, menyatakan sikap tegas atas peristiwa tersebut.

“Kami mengutuk keras aksi penganiayaan terhadap kader kami. Tindakan semacam ini mencederai nilai-nilai kemanusiaan, hukum, dan keadilan. GP Ansor Jambi tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Habibi menambahkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara hukum yang wajib melindungi setiap warga. Kekerasan yang menimpa kader Banser, kata dia, adalah penghinaan terhadap pengabdian mereka menjaga persatuan bangsa.
Sejalan dengan itu, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jambi, Bahrul Afwi, mendesak aparat kepolisian bertindak cepat.
“Kami mendesak Polri agar segera mengusut secara menyeluruh, menangkap, dan memproses hukum para pelaku penganiayaan terhadap kader Banser. Ini adalah ujian terhadap supremasi hukum di negeri ini,” ujar Bahrul.
GP Ansor dan Banser Jambi menegaskan akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Mereka juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga kondusivitas.








