Jambi, September 2025 – Dalam upaya meningkatkan literasi sains sekaligus mengatasi keterbatasan fasilitas praktikum IPA di sekolah, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan program pelatihan di SMA Negeri 13 Jambi. Program ini memperkenalkan metode Smartphone Digital Image Colorimetry (SDIC) sebagai alternatif praktikum sederhana namun aplikatif dalam mendeteksi pencemaran air.
Melalui program ini, siswa dan guru diajak memanfaatkan kamera smartphone yang mereka miliki untuk melakukan analisis kadar besi (Fe) dalam air secara semi-kuantitatif. Sampel air dari lingkungan sekitar sekolah, seperti parit, kolam, dan sumur diuji di laboratorium sekolah menggunakan reagen khusus yang menghasilkan perubahan warna. Warna larutan difoto dengan kamera smartphone dan dianalisis menggunakan perangkat lunak. Hasil analisis memungkinkan siswa membandingkan tingkat pencemaran besi dari berbagai sumber air.

Tim Pengabdian FST UNJA menjelaskan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktikum siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan. “Smartphone yang biasa digunakan sehari-hari ternyata bisa menjadi alat praktikum sains”.
Peserta yang terdiri dari guru dan siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya mengikuti praktik dengan serius, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai potensi pemanfaatan metode ini untuk mendeteksi beberapa zat lain dalam air. Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi sekolah, terutama dalam menyediakan alternatif praktikum yang murah, ramah lingkungan, dan relevan dengan isu pencemaran air.








