Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Gema Restorasi Melawan Framing: Protes Keras,Andika Sekretaris DPW GPND terhadap Majalah Tempo

badge-check


					Gema Restorasi Melawan Framing: Protes Keras,Andika Sekretaris DPW GPND terhadap Majalah Tempo Perbesar

jarakmedia.com – Eskalasi ketegangan antara institusi politik dan media massa kembali memuncak. Pemberitaan Majalah Tempo edisi pertengahan April 2026 yang menyematkan label “pragmatis” kepada bapak Surya Paloh memicu gelombang perlawanan dari jutaan kader Partai NasDem di seluruh penjuru Indonesia.

Puncaknya, laporan utama bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya TBK” dinilai bukan sekadar kritik jurnalistik, melainkan sebuah upaya sistematis dalam merendahkan martabat partai dan pemimpin tertingginya.

Gelombang protes ini bukan tanpa alasan. Para kader, mulai dari pusat hingga daerah, merasa bahwa Tempo yang selama ini dikenal sebagai pilar demokrasi telah melenceng dari rel jurnalisme yang sehat. Judul dan ilustrasi sampul yang menyamakan partai politik dengan entitas bisnis (PT/Tbk) dianggap sebagai penghinaan terhadap semangat Restorasi Indonesia yang menjadi nafas perjuangan partai.

Andika, Sekretaris DPW Garda Pemuda NasDem Jambi, menegaskan bahwa framing tersebut sangat menyesatkan: “Tempo secara sengaja membangun opini bahwa Partai NasDem hanyalah lembaga komersial semata. Ini sangat bertentangan dengan esensi partai yang mengedepankan gerakan perubahan.”

 

Tuntutan Terhadap Etika Jurnalistik

Kader NasDem menilai bahwa laporan tersebut jauh dari prinsip check and balance. Alih-alih memberikan informasi yang edukatif, gaya penulisan yang digunakan dianggap bersifat insinuatif dan tidak bertanggung jawab.

Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan para kader adalah: Permintaan Maaf Terbuka: Majalah Tempo didesak untuk meminta maaf secara tertulis kepada Bapak Surya Paloh dan institusi Partai NasDem.

Pemulihan Martabat: Menuntut media untuk mengedepankan kaidah jurnalistik yang objektif dan tidak tendensius dalam membangun opini publik. Perselisihan ini menjadi potret nyata betapa tipisnya batas antara kritik tajam dan pelecehan institusi.

Bagi keluarga besar NasDem, kritik adalah vitamin demokrasi, namun fitnah dan pembunuhan karakter melalui framing media adalah garis merah yang tidak boleh dilampaui. Kini, publik menanti bagaimana mekanisme jurnalisme dan hak jawab akan menyelesaikan kemelut ini, demi menjaga marwah demokrasi yang tetap beretika. Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA