Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Wawako Diza Dorong Parlemen Pelajar Jadi Ruang Lahirnya Generasi Kritis dan Demokrasi Partisipatif

badge-check


					Wawako Diza Dorong Parlemen Pelajar Jadi Ruang Lahirnya Generasi Kritis dan Demokrasi Partisipatif Perbesar

Pelajar Diajak Memahami Politik sebagai Instrumen Membangun Daerah

JAMBI – Demokrasi tidak hanya tumbuh melalui pemilu atau lembaga legislatif, tetapi juga melalui keberanian generasi muda menyampaikan gagasan yang berlandaskan argumentasi. Gagasan itulah yang menjadi pesan utama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menjadi narasumber dalam Parlemen Pelajar Provinsi Jambi Tahun 2026. Di hadapan puluhan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, ia menegaskan bahwa aspirasi yang lahir dari pemikiran kritis harus menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan publik.

Pernyataan tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar. Di tengah tantangan era digital yang sarat arus informasi, kemampuan berpikir kritis, berdiskusi secara sehat, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab menjadi kompetensi yang semakin relevan bagi calon pemimpin masa depan.


Parlemen Pelajar Menjadi Laboratorium Demokrasi

Kegiatan Parlemen Pelajar Provinsi Jambi 2026 diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Jambi di Gedung Diklat BKPSDMD Kota Jambi. Mengangkat tema “Suara Pelajar, Harapan Bangsa”, kegiatan berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juni 2026, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari DPR RI, DPRD, MPR hingga pemerintah daerah.

Forum tersebut diikuti puluhan pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Para peserta dibagi ke dalam sembilan fraksi layaknya mekanisme kerja parlemen sehingga mereka dapat merasakan langsung proses penyusunan argumentasi, penyampaian pendapat, hingga perdebatan mengenai berbagai isu publik.

Model simulasi tersebut dirancang bukan sekadar mengenalkan mekanisme legislatif, melainkan membangun budaya demokrasi yang sehat sejak usia sekolah.


Wawako Diza: Argumentasi Berkualitas Melahirkan Kebijakan Berkualitas

Dalam pemaparannya, Diza memilih pendekatan yang lebih praktis dibandingkan ceramah satu arah. Ia memberikan ruang kepada setiap fraksi untuk mengemukakan pendapat, menyusun argumentasi, sekaligus mempertahankan gagasannya dalam forum diskusi.

“Saya bersyukur mendapat kesempatan menjadi salah satu pemateri. Materi yang saya sampaikan lebih banyak bersifat praktikal dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berargumentasi mewakili fraksinya masing-masing,” ujar Diza.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan berbicara, tetapi juga dari kemampuan memahami persoalan masyarakat secara utuh sebelum menawarkan solusi.

Ia menilai proses diskusi yang berlangsung selama simulasi parlemen menunjukkan antusiasme tinggi para peserta. Perdebatan yang muncul justru menjadi indikator bahwa para pelajar mulai terbiasa menguji gagasan berdasarkan data dan logika, bukan sekadar opini.

“Mereka harus mampu memperjuangkan argumentasi masing-masing. Terjadi diskusi dan perdebatan yang cukup menarik, dan pada akhirnya terlihat siapa yang mampu menyampaikan argumentasi paling substantif,” katanya.

Pesan tersebut selaras dengan pandangannya bahwa penyusunan kebijakan publik semestinya diawali oleh pemahaman terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat diterjemahkan menjadi solusi yang tepat sasaran.


Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan

Bagi Pemerintah Kota Jambi, forum seperti Parlemen Pelajar memiliki nilai strategis dalam membangun ekosistem kepemimpinan generasi muda.

Diza menilai peserta kegiatan merupakan calon-calon pemimpin masa depan yang kelak berpotensi menjadi wakil rakyat, birokrat, akademisi maupun tokoh masyarakat. Karena itu, pembelajaran mengenai demokrasi tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus diikuti latihan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan cakupan peserta yang lebih luas agar semakin banyak pelajar memperoleh pengalaman memahami proses demokrasi secara langsung.

“Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan manfaat, tidak hanya bagi peserta tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Semoga ke depan ada kegiatan lanjutan yang lebih masif dan melibatkan lebih banyak pelajar di Provinsi Jambi,” ungkapnya.


IPM Jambi Ingin Hilangkan Apatisme Politik di Kalangan Pelajar

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Jambi, Muhammad Ade Tisna, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keinginan agar pelajar tidak tumbuh menjadi generasi yang apatis terhadap politik.

Menurutnya, simulasi parlemen menjadi sarana pembelajaran mengenai bagaimana aspirasi masyarakat diproses menjadi kebijakan melalui mekanisme demokrasi.

“Kegiatan ini kami inisiasi untuk mensimulasikan para pelajar menjadi anggota legislatif sehingga lima hingga sepuluh tahun mendatang mereka tidak apatis terhadap politik, melainkan mampu memahami dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi, khususnya Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.


Investasi Demokrasi Dimulai dari Ruang Kelas

Di tengah meningkatnya tantangan polarisasi, disinformasi, dan rendahnya literasi politik, pendidikan demokrasi menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Forum seperti Parlemen Pelajar memperlihatkan bahwa partisipasi politik tidak selalu identik dengan kontestasi kekuasaan, melainkan dapat dimulai dari keberanian menyampaikan gagasan yang rasional dan menghargai perbedaan.

Pesan yang dibawa Wawako Diza dalam forum tersebut memperkuat pandangan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda. Ketika pelajar terbiasa berpikir kritis, berdialog secara terbuka, dan menyusun argumentasi berbasis substansi, mereka tidak hanya sedang belajar menjadi anggota parlemen, tetapi juga sedang dipersiapkan menjadi warga negara yang mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA