Program bedah rumah yang digagas Pemerintah Kota Jambi bersama Polresta Jambi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi menghadirkan secercah harapan baru bagi Sutirah (58), perempuan lanjut usia yang akrab disapa Mak Gambreng. Selama hampir tiga dekade, ia bertahan hidup di sebuah rumah sederhana yang telah lapuk dimakan usia. Kini, melalui kolaborasi lintas lembaga dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, rumah tersebut mulai dibangun kembali agar menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
Inisiatif tersebut bukan sekadar proyek renovasi fisik, melainkan cerminan model pembangunan sosial yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, lembaga filantropi, dan masyarakat. Di tengah upaya meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu, sinergi semacam ini memperlihatkan bahwa penyelesaian persoalan kemiskinan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah semata.

Bedah Rumah Menjadi Wujud Kepedulian Menyambut Hari Bhayangkara ke-80
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, serta jajaran Baznas Kota Jambi di kediaman Mak Gambreng, RT 05 Gang 5, Payo Sigadung, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo.
Melalui Program Jambi Kota Peduli Rumah Layak Huni dan Bahagia (RLHB) 2026, Baznas Kota Jambi menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung pembangunan rumah yang lebih layak. Sasaran program ini adalah masyarakat kategori Desil 1, kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan data pemerintah.
Pemerintah Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah terlebih dahulu memastikan legalitas kepemilikan lahan agar bantuan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi penerimanya.
Menurut Maulana, hasil verifikasi menunjukkan bahwa tanah yang ditempati Mak Gambreng merupakan milik pribadi sehingga memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dana pembelian material bangunan, tetapi juga akan didukung semangat gotong royong masyarakat sekitar dalam proses pembangunan.
“Karena lahannya sudah menjadi milik Ibu sendiri, maka pada momentum Hari Ulang Tahun Bhayangkara ini Pemerintah Kota Jambi berkolaborasi dengan Polresta Jambi dan Baznas untuk memperbaiki rumah Ibu. Nanti akan ada bantuan untuk pembelian bahan bangunan, kemudian pengerjaannya dilakukan secara gotong royong bersama warga,” ujar Maulana.
Ia juga mengapresiasi peran Ketua RT dan Bhabinkamtibmas yang aktif melaporkan kondisi warga sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran setelah melalui proses pengecekan dan verifikasi.
Sinergi Pemerintah, Polri, dan Baznas Perkuat Kepedulian Sosial
Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Terima kasih, kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara. Kami dibantu oleh Pemerintah Kota Jambi dan Baznas Kota Jambi melaksanakan bedah rumah di Kelurahan Rawasari. Semoga bantuan ini dapat membantu sesama, khususnya kepada Ibu Sutirah atau Mak Gambreng,” ujar Boy Sutan Binanga Siregar.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial akan lebih efektif ketika pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga zakat bergerak dalam satu visi yang sama.
Tiga Dekade Bertahan di Rumah Tak Layak Huni
Kisah Mak Gambreng menjadi potret nyata perjuangan masyarakat rentan di tengah keterbatasan ekonomi. Selama kurang lebih 30 tahun, ia tinggal seorang diri di rumah sederhana yang kondisinya telah rusak dan tidak lagi memenuhi standar kelayakan hunian.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, perempuan lansia tersebut berjualan es batu rumahan serta membuka usaha sembako kecil-kecilan dengan modal yang sangat terbatas. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehingga perbaikan rumah menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan secara mandiri.
Kondisi itu akhirnya mendapat perhatian setelah laporan dari lingkungan setempat diteruskan kepada Polresta Jambi, kemudian diverifikasi bersama Pemerintah Kota Jambi hingga akhirnya diputuskan menjadi penerima bantuan RLHB 2026.
Pembangunan Berbasis Kolaborasi Menjadi Model Pelayanan Sosial
Program bedah rumah Mak Gambreng memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi warga secara langsung.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, Polresta Jambi, Baznas, perangkat RT, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat, program ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan dampak sosial yang nyata.
Lebih dari sekadar membangun rumah, inisiatif tersebut membangun kembali rasa aman, martabat, dan harapan bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, langkah ini menjadi simbol bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada pelayanan administratif, tetapi juga hadir melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat paling rentan.








