Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, media visual semakin memengaruhi cara generasi muda belajar, berinteraksi, dan memahami dunia di sekitarnya. Menyadari perubahan tersebut, Pemerintah Kota Jambi mendorong pemanfaatan film sebagai salah satu instrumen pembelajaran yang mampu memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Bagi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, film tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, melainkan juga sebagai media edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan dan budaya bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Diza saat membuka kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui pemutaran film edukatif bertajuk “Teman Tegar: Maira, Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”, yang diikuti para kepala sekolah dan insan pendidikan se-Kota Jambi. Melalui pendekatan kreatif berbasis film, Pemerintah Kota Jambi berharap proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab sosial.

Film Sebagai Media Pembelajaran yang Menyentuh Emosi
Dalam sambutannya, Diza menegaskan bahwa kekuatan utama film terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan melalui cerita, visual, dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dinilai mampu membuat nilai-nilai karakter lebih mudah dipahami dan dihayati oleh peserta didik dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
“Film bukan sekadar hiburan. Film merupakan media edukasi yang mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan secara lebih dekat dan menyentuh. Melalui cerita, visual, dan emosi yang dibangun, film dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter positif seperti kejujuran, keberanian, kerja sama, empati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Diza.
Menurutnya, dunia pendidikan perlu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif agar proses belajar menjadi lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik generasi saat ini yang akrab dengan media digital.
Pendidikan Karakter Tidak Boleh Kalah oleh Kemajuan Teknologi
Diza menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter peserta didik.
Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari rendahnya kepedulian sosial hingga berbagai persoalan yang muncul akibat penggunaan media digital. Karena itu, sekolah perlu menghadirkan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan kecerdasan emosional dan moral secara bersamaan.
Film edukatif menjadi salah satu alternatif karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual. Melalui tokoh dan alur cerita, siswa diajak memahami konsekuensi dari setiap tindakan, belajar berempati, serta menginternalisasi nilai-nilai kehidupan secara lebih alami.
Film “Teman Tegar” Angkat Isu Lingkungan dan Kepedulian Sosial
Film yang diputar dalam kegiatan tersebut mengangkat tema pelestarian hutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan anak-anak, peserta diajak memahami bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
Selain isu lingkungan, film tersebut juga menyisipkan pesan mengenai pentingnya kerja sama, toleransi, rasa tanggung jawab, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Pemilihan tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan karakter yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Jambi, yakni melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Sekolah Didorong Berinovasi dalam Metode Pembelajaran
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi juga mengajak seluruh satuan pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif.
Pemanfaatan media audiovisual dipandang sebagai salah satu strategi yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar sekaligus memperkuat penyampaian nilai-nilai karakter.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa media film dapat membantu menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, hingga kepedulian sosial apabila digunakan secara tepat dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
Diza berharap para kepala sekolah dapat menjadikan pendekatan semacam ini sebagai bagian dari inovasi pendidikan di masing-masing sekolah, sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman yang lebih reflektif dan inspiratif.
Membangun Generasi Berkarakter Melalui Kolaborasi
Pendidikan karakter, menurut Diza, merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Film hanyalah salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses tersebut, sementara keberhasilannya tetap bergantung pada kesinambungan pembinaan yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Melalui kolaborasi yang kuat, nilai-nilai positif yang diperoleh siswa dari berbagai media pembelajaran akan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan yang Menjawab Tantangan Zaman
Di era digital, tantangan pendidikan tidak lagi terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk generasi yang mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Pemanfaatan film sebagai media pendidikan karakter menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan menggabungkan kekuatan cerita, visual, dan pesan moral, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih menarik sekaligus memberikan pengalaman emosional yang membekas bagi peserta didik.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan. Bagi Diza Hazra Aljosha, investasi terbesar bagi masa depan daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan karakter generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, mencintai lingkungan, dan siap menjadi pemimpin yang bertanggung jawab di masa mendatang








