Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat berlindung. Namun bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, terutama lanjut usia yang tinggal sendiri, rumah juga menjadi simbol rasa aman, martabat, dan harapan. Berangkat dari pemahaman tersebut, Pemerintah Kota Jambi kembali mempertegas komitmennya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat melalui penyaluran bantuan Rumah Layak Huni dan Bahagia (RLHB) kepada warga lanjut usia yang membutuhkan.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha kepada Kartini (72), warga RT 07 Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Baznas Kota Jambi, dan Polresta Jambi dalam Program Jambi Kota Peduli, yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial berbasis gotong royong.

Bantuan RLHB Hadirkan Harapan Baru bagi Lansia
Kedatangan Wakil Wali Kota Diza ke kediaman Kartini disambut dengan senyum haru. Rumah papan yang telah ditempatinya sejak dekade 1960-an kini mengalami kerusakan akibat dimakan usia. Setelah suaminya meninggal dunia sekitar dua bulan sebelumnya, Kartini harus menjalani hari-harinya seorang diri di rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Melalui Program RLHB 2026, Kartini memperoleh bantuan senilai Rp25 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki rumahnya agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak dihuni.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya lansia yang memiliki keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kolaborasi Pemerintah, Baznas, dan Polresta
Dalam keterangannya, Diza menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Jambi yang terus bersinergi bersama pemerintah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Alhamdulillah berkat bantuan dari Baznas Kota Jambi, kita bisa melakukan program bedah rumah ini yang bertujuan meningkatkan kualitas tempat tinggal warga kurang mampu dan penambahan fasilitas khususnya sanitasi,” ujar Diza.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial. Dengan melibatkan Baznas sebagai pengelola dana zakat serta Polresta Jambi sebagai mitra dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pemerintah dapat menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Model kerja sama tersebut juga memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kontribusi berbagai pihak, bukan hanya pemerintah daerah.
Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Rentan
Diza menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Bagi Pemerintah Kota Jambi, rumah tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai faktor penting yang memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga.
“Tentunya kami dari Pemerintah Kota Jambi sangat peduli terhadap kualitas hidup masyarakat. Mudah-mudahan langkah ini bisa membantu Ibu Kartini untuk melanjutkan kehidupannya yang seperti diketahui tinggal sendirian di rumah ini, dengan usia yang sudah lanjut ditambah dua bulan lalu ditinggalkan oleh suaminya,” kata Diza.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan sosial pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.
RLHB Menjadi Bagian dari Strategi Pembangunan Sosial
Program Rumah Layak Huni dan Bahagia (RLHB) merupakan salah satu program yang terus diperkuat Pemerintah Kota Jambi sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman.
Selain memperbaiki kondisi rumah warga, program ini juga mendorong peningkatan fasilitas dasar seperti sanitasi sehingga penerima manfaat dapat menikmati lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan keluarga berpenghasilan rendah.
Gotong Royong sebagai Fondasi Kepedulian Sosial
Keberhasilan Program RLHB tidak terlepas dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Kota Jambi. Kolaborasi antara pemerintah, Baznas, aparat kepolisian, perangkat RT, dan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan dapat diatasi secara lebih efektif ketika seluruh elemen bergerak bersama.
Pendekatan berbasis kolaborasi ini juga memperkuat nilai solidaritas sosial, di mana bantuan yang diberikan tidak sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepedulian bagi penerima manfaat.
Investasi pada Kesejahteraan Masyarakat
Penyerahan bantuan bedah rumah kepada Kartini menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur publik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak.
Bagi lansia yang hidup sendiri, rumah yang aman dan sehat bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan penopang kualitas hidup di masa tua. Karena itu, Program RLHB menjadi salah satu bentuk investasi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, Baznas Kota Jambi, dan Polresta Jambi, upaya menghadirkan hunian yang layak terus diperluas agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman, martabat, dan harapan bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.








