Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Merawat Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Kampung Batik Ulu Gedong Disiapkan Menjadi Pusat Wisata Budaya Melayu Kota Jambi

badge-check


					Merawat Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Kampung Batik Ulu Gedong Disiapkan Menjadi Pusat Wisata Budaya Melayu Kota Jambi Perbesar

Pemerintah Kota Jambi mempercepat langkah menjadikan Kampung Batik Ulu Gedong sebagai ikon wisata budaya Melayu yang tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi batik, tetapi juga menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Melalui konsep pembangunan yang terintegrasi, kawasan di Seberang Kota Jambi itu diproyeksikan menjadi ruang yang mempertemukan pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum diskusi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, BAZNAS Kota Jambi, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta tokoh masyarakat. Pertemuan itu menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan Kampung Batik sekaligus menyusun langkah strategis agar kawasan tersebut berkembang sebagai destinasi unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Kampung Batik Menjadi Penggerak Wisata Budaya Melayu

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan kawasan Seberang Kota Jambi harus dilakukan secara terpadu dengan menghubungkan berbagai potensi wisata budaya, religi, sejarah, dan ekonomi kreatif yang telah dimiliki daerah tersebut.

“Kita ingin kawasan ini berkembang secara integratif. Dari Gentala Arasy nantinya akan terkoneksi dengan seluruh sistem layanan wisata di bidang budaya, religi, dan sektor lainnya,” ujar Maulana.

Menurutnya, Kampung Batik Ulu Gedong akan menjadi salah satu stimulus utama dalam percepatan pembangunan kawasan wisata budaya Melayu yang mencakup Kecamatan Danau Teluk dan Kecamatan Pelayangan.

“Kita ingin mengangkat budaya Melayu dengan berbagai macam aspeknya. Salah satu yang kita tonjolkan adalah Batik Jambi. Ini budaya leluhur yang harus kita angkat dan lestarikan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya diposisikan tidak hanya sebagai upaya menjaga identitas daerah, tetapi juga sebagai strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kawasan Wisata Terintegrasi di Seberang Kota Jambi

Pengembangan Kampung Batik merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Jambi dalam membangun kawasan wisata budaya Melayu yang saling terhubung.

Selain Kampung Batik, pemerintah juga tengah memperjuangkan pembangunan Kampung Nelayan seluas dua hektare di kawasan Danau Teluk yang telah diusulkan kepada pemerintah pusat. Kawasan tersebut dirancang memiliki pasar ikan, pusat kuliner berbasis hasil perikanan, keramba, wisata perahu, hingga aktivitas memancing yang dapat menjadi daya tarik wisata baru.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga mengusulkan revitalisasi kawasan bersejarah Rumah Batu di Olak Kemang melalui Kementerian Kebudayaan.

Apabila seluruh program tersebut terealisasi, wisatawan akan dapat menikmati paket wisata terpadu yang menghubungkan Gentala Arasy, Kampung Batik, Kampung Nelayan, Rumah Batu, masjid-masjid tua, hingga kawasan pesantren dalam satu jalur wisata budaya Melayu.

Infrastruktur Disiapkan untuk Mendukung Pariwisata

Pemerintah Kota Jambi menilai pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik budaya. Karena itu, berbagai infrastruktur pendukung juga dipersiapkan agar kawasan menjadi lebih nyaman dan mudah diakses wisatawan.

Wali Kota Maulana menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mempercepat pemasangan lampu penerangan jalan di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan.

“Saya ingin dua kecamatan ini menjadi kawasan pertama yang seluruh lampu jalannya menyala. Kawasannya harus terang benderang sehingga mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan wisata,” ujarnya.

Selain penerangan jalan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pendopo, peningkatan jalan lingkungan, area parkir, serta fasilitas umum lainnya yang akan menunjang kenyamanan wisatawan maupun aktivitas masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Kampung Batik

Keberhasilan pengembangan Kampung Batik tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Berbagai institusi turut dilibatkan melalui pola kolaborasi lintas sektor.

Bank Indonesia Provinsi Jambi mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pelatihan kewirausahaan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) batik, serta merencanakan bantuan sarana promosi produk.

Sementara BAZNAS Kota Jambi memasuki tahap finalisasi kerja sama untuk pengadaan peralatan printing batik guna meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing para pengrajin. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengembangkan mural bermotif batik pada lingkungan Kampung Batik sebagai bagian dari penataan kawasan wisata.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM, pemasaran, dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Batik Jambi sebagai Identitas dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa Kampung Batik Ulu Gedong diarahkan menjadi lebih dari sekadar sentra produksi.

Menurutnya, kawasan tersebut akan berkembang menjadi etalase budaya Melayu sekaligus pusat ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

“Kami ingin Kampung Batik Ulu Gedong tumbuh menjadi kawasan yang hidup. Tidak hanya tempat membatik, tetapi menjadi ruang ekonomi kreatif yang mampu mengangkat kesejahteraan pengrajin, memperkuat identitas budaya Melayu Jambi, sekaligus menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pemerintah optimistis akan tercipta peluang usaha baru di sektor kuliner, kerajinan, jasa wisata, hingga penginapan berbasis masyarakat.

Membangun Masa Depan Melalui Warisan Budaya

Pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong mencerminkan pendekatan pembangunan yang memadukan pelestarian budaya dengan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kota Jambi tidak hanya berupaya menjaga keberlangsungan Batik Jambi sebagai warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya sebagai fondasi lahirnya ekonomi kreatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah, lembaga keuangan, BAZNAS, pelaku usaha, dan masyarakat, kawasan Seberang Kota Jambi diproyeksikan berkembang menjadi destinasi wisata budaya Melayu yang lengkap dan terintegrasi. Ketika seluruh rencana tersebut terealisasi, Kampung Batik Ulu Gedong tidak hanya akan menjadi ikon baru pariwisata Kota Jambi, tetapi juga simbol bagaimana warisan budaya dapat menjadi penggerak pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA