Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Dekranas ke-46 Jadi Panggung Penguatan Kerajinan Lokal, Kota Jambi Bidik Pasar Nasional dan Global

badge-check


					Dekranas ke-46 Jadi Panggung Penguatan Kerajinan Lokal, Kota Jambi Bidik Pasar Nasional dan Global Perbesar

Kehadiran Dekranasda Kota Jambi Menegaskan Komitmen Mendorong UMKM Naik Kelas

Persaingan industri kreatif yang semakin kompetitif menuntut daerah tidak hanya menghasilkan produk kerajinan berkualitas, tetapi juga mampu membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, bersama Wakil Ketua Dekranasda Marsha Lystia, S.E., B.Com., menghadiri rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2026. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kerajinan lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM Kota Jambi.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, peringatan HUT Dekranas tahun ini menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang apresiasi terhadap karya perajin Nusantara, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi untuk membahas inovasi, digitalisasi, hingga strategi memperluas akses pasar bagi industri kerajinan nasional.


Dekranas Dorong Industri Kerajinan Menjawab Tantangan Global

Selama lebih dari empat dekade, Dekranas telah memainkan peran sebagai wadah pembinaan bagi para perajin Indonesia. Namun, di tengah perubahan tren pasar, perkembangan teknologi, dan meningkatnya persaingan internasional, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM kini jauh lebih kompleks.

Melalui tema yang diusung pada HUT ke-46, Dekranas menegaskan pentingnya membangun industri kriya yang tidak hanya mengedepankan nilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing global. Inovasi produk, peningkatan kualitas, digitalisasi pemasaran, hingga keberlanjutan lingkungan menjadi isu utama yang dibahas selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Bagi Kota Jambi, forum nasional seperti ini menjadi kesempatan strategis untuk mempelajari praktik terbaik dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan potensi kerajinan lokal kepada jejaring pasar yang lebih luas.


Ribuan Peserta Berkumpul di Makassar

Rangkaian HUT ke-46 Dekranas diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pameran produk unggulan, talk show, lokakarya, diskusi pengembangan UMKM di era ekonomi digital, hingga pameran kerajinan nasional.

Acara puncak yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, ditandai dengan pemukulan Gendang Pajjajari dan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan nasional. Lebih dari 3.000 peserta dari berbagai provinsi hadir mengikuti peringatan tersebut, menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam memajukan sektor kerajinan Indonesia.

Selain agenda utama, peserta juga disuguhkan pertunjukan budaya dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, festival kuliner, hingga malam budaya yang mempertemukan pelaku industri kreatif, mitra usaha, dan komunitas perajin dari seluruh Indonesia.


Selvi Gibran: Pembinaan Harus Berkualitas dan Berorientasi Solusi

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa tantangan utama perajin saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan produk, melainkan meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di pasar global.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kuantitas pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi perajin dan memberikan solusi nyata,” ujar Selvi.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Dekranas dan seluruh Dekranasda di Indonesia dalam memperkuat pendampingan kepada perajin. Menurutnya, organisasi tersebut harus berperan sebagai fasilitator yang membuka akses terhadap pelatihan desain, pengemasan produk, digitalisasi pemasaran, pembiayaan, hingga peluang ekspor.

Selvi berharap produk kerajinan Indonesia tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa di pasar internasional.


Nadiyah: Momentum Memperluas Pasar Kerajinan Kota Jambi

Ketua Dekranasda Kota Jambi Nadiyah Maulana menilai keikutsertaan dalam HUT Dekranas merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional sekaligus kesempatan memperkuat kapasitas pelaku UMKM di daerah.

“Selamat HUT ke-46 Dekranas. Setiap karya kriya adalah warisan budaya, kreativitas, dan identitas bangsa. Dekranasda Kota Jambi berkomitmen mendampingi para perajin menghadirkan karya yang inovatif, berkualitas, ramah lingkungan, dan berdaya saing hingga pasar global,” kata Nadiyah.

Ia juga mengaku bangga melihat semakin banyak produk UMKM daerah tampil di panggung nasional. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa kualitas kerajinan lokal mampu bersaing apabila didukung pembinaan yang tepat.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir dan belajar langsung di HUT Dekranas ke-46 ini. Kehadiran UMKM di panggung nasional membuktikan bahwa karya perajin kita memiliki kualitas. Ke depan, Dekranasda Kota Jambi akan terus mendorong pembinaan, standardisasi, dan akses pasar agar produk tidak hanya dikenal di Jambi, tetapi juga mendunia,” ujarnya.


Sinergi Nasional untuk Memperkuat Ekonomi Kreatif

Salah satu agenda penting dalam peringatan HUT ke-46 Dekranas adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Indonesia dan Dekranas mengenai sinergi pengembangan sektor kerajinan nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui peningkatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, penguatan akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan industri kriya memerlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga dukungan lembaga keuangan dan dunia usaha.


Kerajinan Lokal sebagai Pilar Ekonomi Daerah

Partisipasi Dekranasda Kota Jambi dalam HUT ke-46 Dekranas bukan sekadar menghadiri agenda seremonial. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah melalui pembelajaran, kolaborasi, dan perluasan jejaring bisnis.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan nasional, Kota Jambi memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi produk kerajinan lokal di pasar yang lebih luas. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital, karya para perajin tidak hanya berpotensi menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui momentum HUT ke-46 Dekranas, Dekranasda Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA