Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Program Kampung Bahagia Tahap I Terealisasi 100 Persen, Pemkot Jambi Siapkan Tahap II Tahun 2026

badge-check


					Program Kampung Bahagia Tahap I Terealisasi 100 Persen, Pemkot Jambi Siapkan Tahap II Tahun 2026 Perbesar

Keberhasilan Tahap Pertama Menjadi Fondasi Percepatan Pembangunan Berbasis Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memastikan Program Kampung Bahagia Tahap I Tahun 2026 telah terealisasi 100 persen di 797 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi sasaran pelaksanaan. Capaian tersebut menandai keberhasilan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat sekaligus menjadi landasan untuk mempercepat pelaksanaan Kampung Bahagia Tahap II pada tahun yang sama.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. usai melaksanakan serah terima manfaat Program Kampung Bahagia di RT 01 dan RT 04, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Minggu (12/7/2026). Menurutnya, seluruh realisasi anggaran tahap pertama telah selesai disalurkan, sementara proses yang tersisa adalah penyelesaian petunjuk teknis (juknis) untuk serah terima hasil pembangunan kepada masyarakat sebagai pemilik utama program tersebut.


Dari Program Infrastruktur Menjadi Gerakan Pemberdayaan Warga

Program Kampung Bahagia lahir bukan semata sebagai proyek pembangunan fisik di lingkungan RT, melainkan sebagai model pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menentukan kebutuhan wilayahnya.

Melalui mekanisme rembuk warga, setiap RT diberikan ruang untuk menyusun prioritas pembangunan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Pendekatan tersebut memungkinkan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran karena keputusan berasal dari kebutuhan riil masyarakat, bukan semata dari perencanaan birokrasi.

Selain membangun infrastruktur lingkungan, program ini juga mendorong penguatan aspek keamanan, kebersihan, pemberdayaan sosial, hingga peningkatan kualitas fasilitas umum yang selama ini menjadi kebutuhan warga.


Maulana: Tahap II Harus Bergerak Lebih Cepat

Melihat keberhasilan pelaksanaan tahap pertama, Wali Kota Maulana memastikan Pemerintah Kota Jambi segera mengakselerasi pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi tahap kedua akan segera dilakukan, disusul dengan rembuk warga pada Juli, pelaksanaan gotong royong paling lambat September, dan serah terima manfaat ditargetkan berlangsung pada Oktober sebelum memasuki tahap pelaporan pada akhir tahun.

“Realisasi tahap I dari aspek keuangan sudah 100 persen diserahkan. Saat ini tinggal juknis terakhir untuk serah terima manfaat kepada masyarakat, karena masyarakat harus tahu ini milik mereka, berjalan dari hasil keringat dan gotong royong mereka, pemerintah hanya memberikan dana stimulus,” ujar Maulana.

Ia menambahkan bahwa percepatan tahap kedua dimungkinkan karena berbagai tahapan administrasi dan pembelajaran dari pelaksanaan tahap pertama telah tersedia sehingga proses implementasi dapat berlangsung lebih efisien.


Anggaran Rp68 Miliar Dorong Pemerataan Pembangunan

Pada pelaksanaan Tahap I, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp68 miliar untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Bahagia di seluruh RT peserta.

Namun, menurut Maulana, dampak program tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Dana yang dikelola melalui Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia juga menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat melalui pembelian material bangunan, penggunaan tenaga kerja lokal, serta berbagai aktivitas gotong royong yang melibatkan warga.

“Program ini tidak hanya mewujudkan pemerataan pembangunan, tetapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi melalui uang yang beredar di tengah masyarakat lewat belanja yang dilakukan Pokja Bahagia,” ungkap Maulana.

Dengan demikian, Kampung Bahagia tidak hanya menjadi instrumen pembangunan lingkungan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Partisipasi Swadaya Menjadi Kunci Keberhasilan

Salah satu indikator keberhasilan Program Kampung Bahagia adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Di berbagai wilayah, warga tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga memberikan kontribusi melalui swadaya berupa dana, material, maupun tenaga.

Maulana menyebut semangat gotong royong tersebut sebagai kekuatan utama program.

“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Banyak penambahan pembangunan dilakukan secara swadaya sehingga hasilnya menjadi lebih optimal,” katanya.

Di RT 01 Kelurahan Kenali Besar, misalnya, masyarakat berhasil menambah pembiayaan pembangunan melalui swadaya sehingga sejumlah kebutuhan lingkungan dapat diwujudkan lebih maksimal, seperti pembangunan drainase, pemasangan CCTV, hingga peningkatan fasilitas rumah ibadah.


Ketua RT: Program Menjawab Kebutuhan Nyata Masyarakat

Ketua RT 01 Kelurahan Kenali Besar, Suyadi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi kepada masyarakat untuk mengelola langsung anggaran pembangunan lingkungan.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan pembangunan dilakukan sesuai kebutuhan riil warga tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

“Atas nama keluarga besar RT 01, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mengelola anggaran. Program Kampung Bahagia benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat RT,” ujarnya.

Ia menilai model pembangunan berbasis rembuk warga membuat masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sehingga pemeliharaan fasilitas lingkungan juga menjadi lebih baik.


Menuju Pembangunan yang Lebih Inklusif

Keberhasilan Program Kampung Bahagia Tahap I memperlihatkan bahwa pembangunan berbasis komunitas mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas dibanding pendekatan konvensional. Selain mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan, program ini juga memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan partisipasi warga, serta menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal.

Dengan dimulainya Tahap II pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi berharap semakin banyak lingkungan yang memperoleh manfaat pembangunan sesuai kebutuhan masyarakatnya. Pendekatan ini sekaligus mempertegas arah kebijakan pembangunan Kota Jambi yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

Bagi Kota Jambi, Kampung Bahagia bukan sekadar program tahunan. Ia telah berkembang menjadi model pembangunan partisipatif yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam semangat gotong royong untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA