Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Ketika Dua Kota Saling Belajar: Jambi dan Prabumulih Membuka Ruang Kolaborasi Pembangunan

badge-check


					Ketika Dua Kota Saling Belajar: Jambi dan Prabumulih Membuka Ruang Kolaborasi Pembangunan Perbesar

Kunjungan Wali Kota dan Ketua DPRD Prabumulih Menjadi Momentum Bertukar Inovasi dan Pengalaman

JAMBI — Kerja sama antardaerah tidak selalu dimulai dengan dokumen formal atau kesepakatan yang ditandatangani di atas meja pemerintahan. Kadang, ia bermula dari percakapan antara dua kepala daerah yang memiliki pengalaman berbeda, tetapi menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana membuat kota mereka bekerja lebih baik bagi masyarakat.

Semangat itulah yang terlihat ketika Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan silaturahmi Wali Kota Prabumulih H. Arlan bersama Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, S.H., M.Si., di kediaman pribadi Maulana, Kamis sore, 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antardaerah, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai program pembangunan yang telah dijalankan kedua pemerintah kota.

Bagi Jambi dan Prabumulih, pertemuan ini memperlihatkan satu pendekatan yang semakin relevan dalam pemerintahan daerah: tidak semua inovasi harus ditemukan sendiri. Sebagian dapat dipelajari dari daerah lain, disesuaikan dengan karakter lokal, lalu dikembangkan menjadi kebijakan yang lebih efektif.

Hubungan yang Berawal dari Retret Kepala Daerah

Kedekatan Maulana dan Arlan ternyata bukan pertemuan yang baru terjalin.

Maulana menjelaskan bahwa hubungan keduanya telah terbentuk sejak mengikuti Retret Kepala Daerah di Magelang setelah pelantikan kepala daerah tahun lalu. Keduanya bahkan berada dalam kamar yang sama selama kegiatan tersebut.

“Kami berdua satu kamar saat mengikuti retret di Magelang, sehingga hubungan kami sangat akrab,” ujar Maulana.

Hubungan personal semacam ini dapat menjadi modal sosial dalam membangun komunikasi pemerintahan.

Namun, nilai strategis pertemuan tersebut terletak pada bagaimana kedekatan itu kemudian diterjemahkan menjadi pertukaran gagasan pembangunan.

Dalam konteks otonomi daerah, setiap pemerintah kota memiliki ruang untuk mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakatnya. Pengalaman satu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain tanpa harus diterapkan secara mentah.

Program Kampung Bahagia Menjadi Salah Satu Perhatian

Salah satu program Pemerintah Kota Jambi yang menjadi bahan pembicaraan adalah Program Kampung Bahagia.

Maulana menjelaskan bahwa program tersebut memiliki sejumlah komponen yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat lingkungan, mulai dari pemilahan sampah dari rumah, pengangkutan menggunakan gerobak motor, hingga penguatan keamanan melalui pemasangan CCTV di seluruh wilayah RT Kota Jambi.

Program tersebut menarik karena pendekatannya tidak hanya berorientasi pada satu sektor.

Pengelolaan sampah berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Pengangkutan berbasis lingkungan berkaitan dengan pelayanan publik. Sementara CCTV menyentuh aspek keamanan.

Ketiganya ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan berbasis komunitas.

Pendekatan semacam itu memperlihatkan bagaimana persoalan kota dapat ditangani dari tingkat paling dekat dengan masyarakat: lingkungan tempat warga tinggal.

Dari Jambi untuk Prabumulih, tetapi Tidak dengan Menyalin

Ketertarikan Prabumulih terhadap program Jambi bukan berarti seluruh kebijakan tersebut akan diterapkan dengan pola yang sama.

Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan bahwa rombongannya datang untuk mempelajari berbagai inovasi yang telah diterapkan di Kota Jambi. Menurutnya, sejumlah program tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk kemungkinan diterapkan di Prabumulih dengan menyesuaikan kebutuhan daerah.

“Apa yang telah dipaparkan Pak Wali sangat menginspirasi, dan Insya Allah beberapa program tersebut akan kami pelajari untuk diterapkan di Kota Prabumulih sesuai dengan kebutuhan daerah kami,” ungkap Arlan.

Kalimat terakhir itu justru menjadi bagian penting dari proses transfer kebijakan.

Kota berbeda memiliki struktur sosial, kepadatan penduduk, kondisi geografis, kemampuan fiskal, serta persoalan perkotaan yang berbeda pula.

Karena itu, inovasi yang berhasil di satu daerah tidak selalu dapat dipindahkan begitu saja.

Yang lebih penting adalah mempelajari prinsip di balik keberhasilan sebuah program.

Kolaborasi Antardaerah sebagai Sumber Pengetahuan

Selama ini, hubungan pemerintah daerah kerap dipahami dalam kerangka administratif: kunjungan kerja, rapat koordinasi, atau penandatanganan kerja sama.

Namun, ada bentuk kerja sama yang lebih mendasar, yakni pertukaran pengetahuan.

Pemerintah daerah pada dasarnya merupakan laboratorium kebijakan. Setiap kota memiliki pengalaman sendiri dalam mengatasi persoalan sampah, banjir, kemacetan, kemiskinan, keamanan, pelayanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat.

Ketika pengalaman tersebut dibagikan, daerah lain dapat belajar tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal.

Dalam konteks itu, kunjungan Prabumulih ke Jambi memiliki arti lebih luas daripada agenda silaturahmi.

Ia menjadi mekanisme informal untuk mempercepat pembelajaran pemerintahan.

DPRD Ikut Berada dalam Ruang Pembelajaran

Kehadiran Ketua DPRD Kota Prabumulih bersama wali kota juga memberikan dimensi lain.

Pembangunan daerah bukan hanya urusan eksekutif. Kebijakan pemerintah kota membutuhkan dukungan legislatif, terutama dalam aspek penganggaran, regulasi, pengawasan, dan representasi kepentingan masyarakat.

Karena itu, keterlibatan DPRD dalam kunjungan semacam ini membuka peluang agar proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada kepala daerah.

Gagasan yang dianggap relevan dapat dibahas lebih lanjut dalam konteks kebijakan dan kemampuan daerah.

Dengan demikian, transfer inovasi dapat memiliki peluang lebih besar untuk diterjemahkan menjadi program yang benar-benar berjalan.

Jambi Juga Akan Belajar dari Prabumulih

Hubungan tersebut tidak ditempatkan sebagai hubungan satu arah.

Maulana menyatakan bahwa Pemerintah Kota Jambi juga berencana melakukan kunjungan balasan ke Kota Prabumulih.

“Tentu banyak hal baik yang bisa saling dipelajari dan dikolaborasikan demi kemajuan kedua daerah,” tutur Maulana.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi pemerintahan tidak mengenal posisi permanen sebagai “pemberi” atau “penerima”.

Sebuah kota mungkin unggul dalam pengelolaan lingkungan, tetapi dapat belajar dari kota lain dalam pengembangan ekonomi. Daerah yang memiliki sistem pelayanan publik kuat dapat tetap menemukan inspirasi dari daerah yang berhasil memberdayakan komunitas.

Pertukaran menjadi lebih produktif ketika kedua pihak datang dengan sikap yang sama: bersedia belajar.

Kota Jambi dan Prabumulih Memiliki Ruang Kepentingan yang Beririsan

Sebagai dua kota di Pulau Sumatra, Jambi dan Prabumulih memiliki konteks pembangunan yang berbeda, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan yang lazim dialami pemerintah daerah di Indonesia.

Pertumbuhan kota menuntut pelayanan publik yang semakin adaptif. Persoalan lingkungan membutuhkan partisipasi masyarakat. Keamanan membutuhkan teknologi dan koordinasi. Sementara keterbatasan sumber daya membuat pemerintah harus semakin cermat menentukan program yang memiliki dampak nyata.

Karena itu, pertukaran pengalaman antardaerah dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya pilihan kebijakan.

Tidak semua solusi harus mahal.

Sebagian justru lahir dari kemampuan mengorganisasi masyarakat, memperbaiki prosedur, memanfaatkan teknologi yang tersedia, dan membangun komunikasi yang konsisten.

Dari Silaturahmi Menuju Kerja Sama yang Lebih Substantif

Pertemuan di kediaman Wali Kota Jambi itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun, substansi yang dibicarakan menunjukkan bahwa hubungan antardaerah dapat memiliki konsekuensi yang lebih strategis.

Arlan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Jambi sekaligus menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk bertukar ide, pengalaman, dan memperkuat kerja sama.

Jika ditindaklanjuti secara konkret, komunikasi semacam ini dapat berkembang menjadi kerja sama di berbagai sektor.

Kuncinya adalah memastikan bahwa gagasan yang muncul dalam pertemuan tidak berhenti sebagai percakapan.

Sebuah inovasi baru memiliki nilai ketika dapat diuji, disesuaikan, diukur hasilnya, kemudian dikembangkan.

Pemerintahan yang Belajar adalah Pemerintahan yang Berkembang

Ada pelajaran penting dari kunjungan Wali Kota dan Ketua DPRD Prabumulih ke Jambi.

Kemajuan daerah tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak program baru yang dapat diciptakan. Terkadang, kemajuan justru lahir dari kemampuan pemerintah untuk mengenali apa yang telah berhasil di tempat lain dan mengadaptasinya secara cerdas.

Jambi menawarkan pengalamannya melalui Program Kampung Bahagia dan sejumlah inovasi lainnya. Prabumulih datang dengan kebutuhan dan perspektifnya sendiri.

Keduanya bertemu dalam satu gagasan sederhana: pembangunan akan bergerak lebih cepat ketika daerah tidak berjalan sendirian.

Menjadikan Kolaborasi sebagai Modal Pembangunan

Maulana menyambut kunjungan tersebut sebagai momentum untuk mempererat hubungan dan membuka peluang kolaborasi. Ia juga memastikan adanya rencana kunjungan balasan ke Prabumulih.

Langkah berikutnya akan menentukan apakah silaturahmi tersebut berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Sebab, dalam pemerintahan modern, kolaborasi bukan sekadar jargon.

Ia berarti berbagi pengalaman, menguji gagasan, menyatukan sumber daya, dan—yang paling penting—menerjemahkan pengetahuan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kunjungan Prabumulih ke Jambi memperlihatkan bahwa pembangunan daerah dapat menjadi proses belajar bersama.

Satu kota membawa pengalaman, kota lain membawa pertanyaan. Ketika keduanya bertemu dalam semangat kolaborasi, yang diharapkan bukan sekadar hubungan yang semakin dekat, melainkan kebijakan yang semakin mampu menjawab kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA