Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Rp1 Miliar Menanti Setelah Jambi Dinilai Berhasil Mengelola Sampah dan Lingkungan

badge-check


					Rp1 Miliar Menanti Setelah Jambi Dinilai Berhasil Mengelola Sampah dan Lingkungan Perbesar

Ketika Pengelolaan Sampah Membawa Kota Jambi ke Panggung Nasional

Pemerintah Kota Jambi meraih penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah dinilai berprestasi dalam pengelolaan sampah dan lingkungan. Dalam ajang Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sumatra, Kota Jambi meraih Terbaik III kategori pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI, sekaligus memperoleh apresiasi berupa hadiah Rp1 miliar.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Rabu malam, 12 Agustus 2026. Bagi Pemkot Jambi, penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kinerja pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ujian berikutnya: bagaimana capaian tersebut diterjemahkan menjadi perbaikan yang dapat dirasakan masyarakat.

Di titik itu, hadiah Rp1 miliar memiliki arti lebih besar daripada sekadar bonus atas prestasi. Pemerintah kota menyatakan dana tersebut akan diarahkan kembali untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Pengelolaan Sampah Menjadi Ukuran Kinerja Daerah

Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi yang diberikan Kemendagri dirancang untuk mendorong kompetisi sehat antardaerah dalam meningkatkan kinerja pembangunan dan kualitas pelayanan publik.

Untuk Regional Sumatra, penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah. Mekanisme tersebut dimaksudkan agar perbandingan kinerja berlangsung secara proporsional dan berkeadilan.

Kota Jambi berhasil masuk tiga besar pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI. Capaian tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan mulai ditempatkan sebagai salah satu indikator penting dalam menilai kualitas tata kelola pemerintahan.

Sebab, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan teknis pengangkutan limbah dari rumah menuju tempat pembuangan. Ia menyentuh kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, kebersihan ruang publik, hingga perilaku warga.

OPBM Menjadi Salah Satu Fondasi

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

Ia secara khusus menyinggung Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah Masyarakat (OPBM) yang telah diinisiasi oleh Wali Kota Maulana.

“Kami sangat meyakini program yang sudah diinisiasi oleh Pak Wali Kota melalui OPBM bisa akan lebih bermanfaat di tahun-tahun ke depan,” ujar Diza.

OPBM pada dasarnya membawa pengelolaan sampah lebih dekat ke masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas tersebut penting karena persoalan sampah bermula dari sumbernya: rumah tangga, lingkungan permukiman, pusat perdagangan, maupun ruang publik.

Semakin baik sampah dipilah dan dikelola sejak awal, semakin besar peluang material yang masih bernilai untuk dimanfaatkan kembali.

Dari Penghargaan Menuju Manfaat Nyata

Diza menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak akan diperlakukan sebagai titik akhir.

Menurutnya, capaian itu menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Pernyataan tersebut penting karena penghargaan pemerintah memiliki makna yang berbeda jika berhenti pada seremoni.

Ukuran keberhasilan yang sebenarnya justru terlihat setelah penghargaan diterima: apakah lingkungan menjadi lebih bersih, apakah pengelolaan sampah semakin efektif, dan apakah masyarakat memperoleh manfaat dari kebijakan yang dijalankan.

Dengan kata lain, piala dan piagam adalah pengakuan terhadap kinerja masa lalu. Tantangannya adalah mempertahankan dan meningkatkan kinerja tersebut.

Rp1 Miliar dan Tanggung Jawab Pemerintah

Apresiasi berupa Rp1 miliar menambah dimensi lain pada penghargaan tersebut.

Pemkot Jambi menyatakan dana itu akan digunakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Diza menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen agar setiap program pembangunan berjalan efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Penggunaan dana tersebut akan menjadi bagian penting dari cerita berikutnya.

Sebab, ketika sebuah pemerintah daerah memperoleh penghargaan sekaligus insentif finansial, publik memiliki kepentingan untuk melihat bagaimana manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Jika diarahkan pada penguatan pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas lingkungan, pemberdayaan bank sampah, atau pelayanan dasar lainnya, dana tersebut berpotensi memperbesar dampak dari program yang telah berjalan.

Sampah, Lingkungan, dan Kesehatan Tidak Bisa Dipisahkan

Dalam pernyataannya, Diza juga menghubungkan peningkatan pengelolaan sampah dengan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

“Kami berkomitmen akan terus meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Jambi menjadi lebih baik lagi dan bisa dirasakan manfaatnya baik dari sisi lingkungan hidup begitu juga dengan kesehatan untuk seluruh masyarakat.”

Hubungan tersebut cukup fundamental.

Sistem persampahan yang buruk dapat memengaruhi kebersihan lingkungan, kualitas air, keberadaan vektor penyakit, hingga kenyamanan masyarakat. Sebaliknya, sistem yang lebih tertata dapat membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat.

Karena itu, pengelolaan sampah seharusnya tidak dilihat sebagai urusan satu organisasi perangkat daerah saja. Ia membutuhkan koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

Pemerintah Tidak Bisa Menyelesaikan Sampah Sendirian

Penghargaan yang diterima Kota Jambi juga menggarisbawahi satu kenyataan: keberhasilan pengelolaan sampah pada akhirnya bergantung pada hubungan antara kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat.

Pemerintah dapat menyediakan fasilitas, sistem pengangkutan, tempat pengolahan, serta regulasi. Namun masyarakat menentukan bagaimana sampah diperlakukan sejak pertama kali dihasilkan.

Di sinilah program berbasis masyarakat seperti bank sampah memiliki peran strategis.

Ketika warga melihat sampah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai, bukan semata-mata limbah, muncul insentif untuk memilah dan mengelolanya. Pada saat yang sama, komunitas dapat memperoleh manfaat ekonomi dari material yang dikumpulkan.

Model seperti itu membuat persoalan lingkungan bertemu dengan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan Nasional Bukan Garis Akhir

Pada ajang yang sama, Kemendagri juga memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat, seperti akses pendidikan, kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah. Untuk Regional Sumatra, masing-masing kategori menetapkan tiga provinsi, tiga kabupaten, dan tiga kota penerima penghargaan.

Bagi Kota Jambi, masuknya nama daerah dalam daftar tersebut memberikan pengakuan terhadap kinerja pemerintah daerah.

Namun penghargaan nasional sekaligus menghadirkan ekspektasi baru.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan pemerintah yang mampu meraih penghargaan, tetapi juga pemerintah yang mampu memastikan kebijakan tersebut menghasilkan perubahan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Piagam ke Perubahan di Lapangan

Pada akhirnya, nilai terbesar dari penghargaan Kemendagri itu tidak terletak pada piagam yang diterima di Batam ataupun nominal Rp1 miliar yang menyertainya.

Nilainya akan ditentukan oleh perubahan yang terjadi setelah pemerintah kembali bekerja di Kota Jambi.

Apakah bank sampah semakin kuat? Apakah masyarakat semakin terlibat? Apakah lingkungan semakin bersih? Apakah pengelolaan sampah menjadi lebih efisien? Dan yang paling penting, apakah kualitas hidup warga ikut meningkat?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menentukan arti sebenarnya dari sebuah penghargaan.

Kota Jambi telah mendapatkan pengakuan nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengakuan tersebut berubah menjadi kerja yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, dan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA