Jambi – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Jambi secara tegas menyoroti belum terealisasinya Participating Interest (PI) 10 persen di sektor minyak dan gas (migas). PI 10 persen dinilai sebagai hak daerah yang wajib dipenuhi oleh perusahaan migas, termasuk PT PetroChina International Ltd yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Ketua PW GP Ansor Jambi, H. Habibi, mendesak PT PetroChina agar segera merealisasikan PI 10 persen sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami mendesak PetroChina untuk segera merealisasikan PI 10 persen. Ini bukan untuk kepentingan segelintir orang, tetapi demi kemaslahatan masyarakat Provinsi Jambi,” tegas Habibi dalam keterangannya, Senin (5/5/2025).
Habibi juga meminta semua stakeholder terkait, termasuk pemerintah daerah dan BUMD, untuk segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis guna mempercepat proses tersebut.
Tidak hanya mendesak, PW GP Ansor juga memberikan peringatan keras kepada PetroChina. Jika tidak ada itikad baik dalam waktu dekat, organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama itu mengancam akan mengerahkan 5.000 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melakukan aksi di lokasi kegiatan operasional PetroChina.
“Kalau tidak segera ditindaklanjuti, kami akan turunkan 5.000 Banser ke PetroChina dan melaporkan perusahaan tersebut ke aparat penegak hukum. Jika perlu, PetroChina hengkang saja dari tanah Jambi,” tegasnya.
Menurut Habibi, PetroChina dinilai telah melanggar aturan yang tertuang dalam Permen ESDM terkait kewajiban partisipasi daerah dalam pengelolaan migas. PW GP Ansor pun siap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan terealisasinya hak masyarakat Jambi atas PI 10 persen.
Isu PI 10 persen telah lama menjadi perhatian publik karena menyangkut kepentingan daerah dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Hingga kini, masyarakat Jambi masih menunggu kepastian realisasi partisipasi tersebut dari perusahaan migas yang beroperasi di wilayah mereka.








